Crazy Daddy

Crazy Daddy
pergi


__ADS_3

"apa? Kau ganti nama?..." Tanya Bryn dengan wajah kagetnya


*


Mereka berhenti di sebuah cafe di dekat sana duduk dengan Baran berhadapan langsung dengan mereka


"Jadi maksudnya apa?... Aku tidak paham..." Aiden mewakili pertanyaan Bryn


"Aku Baran!! Dan orang yang selalu dengan kalian Rykel!!"


'jangan pakai nada seperti itu! Mereka takut!'


"Maksudmu apa aku tidak paham..." Baran menghela nafasnya ia menyenderkan tubuhnya


Pelayan datang menbawa minuman beralkohol Baran mengambilnya laku meminumnya mengapa ia bisa diberikan minuman tersebut ia suka cafe ini dan Dave langsung membelinya tak heran disini ada stok miras untuk Baran


"Aku dan Rykel adalah dua jiwa dalam satu tubuh!! Apa yang aku makan dan minum tidak akan berpengaruh pada Rykel!! Tapi sebaliknya jika Rykel memakan apa yang aku tidak suka itu akan berpengaruh padaku!! Karena Rykel adalah jiwa utama di raga ini!! Dan aku akan keluar jika ia dalam masalah!! Aku tidak ingin ia terluka!! Jadi jika kalian berencana untuk melukainya jangan salahkan aku jika wajahku adalah kematian kalian!!"


'jangan menakutinya!!'


"Baiklah aku sudah selsai disini sampai jumpa kawan!!"


Srakk


Untuk pertama kalinya mereka melihat mata itu berubah menjadi hijau kembali terlihat Rykel yang menunduk tak tahu harus berbicara apa


"Rykel?.." panggil aiden dan Rykel mendongak


Brakkk


Meja di pukul oleh Bryn membuat semua kaget


"Ini hebat! Aku tidak pernah melihat ini seumur hidupku! Kau sangat keren aku beruntung memiliki teman spesial sepertimu jadi Baran sekarang kau dan aku adalah teman aku akan menunjukan betapa besar solidaritas ku padamu!"


Rykel tersenyum canggung "baiklah... Tapi aku Rykel..." Bryn memudarkan senyumnnya ternyata ia salah menyebut nama


*


Malam pun tiba mereka berdua berpamitan pulang diantar oleh supir pribadi milik Dave


"Yauda mommy ke dapur dulu..." Rykel menahan tangan Violet "Tapi bukannya Daddy tidak suka mommy masuk ke dapur?..." Violet tersenyum ia mengusap kepala Rykel


"Mommy sudah dapat izin..." Violet pergi masuk ke dalam dapur


Rykel bosan ia duduk di sofa ruang tamu menunggu Dave yang belum juga pulang


Berdiri dan berjalan masuk ke dalam ruang bawah tanah diikuti Petra dibelakangnya

__ADS_1


Sekarang Petra tidak menatap Rykel dengan tatapan benci itu perintah dari tuan besarnya


Masuk lebih dalam dan menemukan sel tahanan yang terdapat seorang pria di dalamnya dan itu kevin


"Sampai kapan kau akan mengurungku disini?..." Tanya Kevin karena sudah beberapa hari semenjak ia berdiri di depan rumah Dave karena perintah Rykel ia dikurung si sel sempit ini


"Suruh siapa mencurigakan... Membuat Paman Petra menangkapmu... Kau harus mendapatkan persetujuan dari Daddy baru boleh keluar..." Ujar Rykel menatap kasian pada Kevin


Petra mendekat ia menatap datar Kevin yang tengah duduk


"Kevin aulion anak dari pemilik bank besar yang ternyata seorang pedofil? Berdiri di depan rumah tuan besar karena perintah dari tuan muda Rykel... Dengan alasan ingin minta bantuan karena anak kecil yang kamu sukai menyukai tuan muda..."


Petra sedikit mengernyitkan keningnya tidak masuk akal jika seorang pria meminta bantuan anak kecil yang bahkan tidak pernah mengenal apa itu cinta tapi untungnya ini pedofil bodoh


Rykel yang berkeliling ruang bawah tanah karena bosan mendengar pembicaraan tidak penting tersebut


Ia melirik sebuah pedang mendekat dan meraihnya mumpung tidak ada Dave ia akan bermain dengan barang milik Dave


Membukanya ternyata masih berkilau memang Dave selalu menjaga barangnya dengan baik


"Pedang ini sangat bagus..." Ujar Rykel dengan tatapan memukau


'ini katana bukan pedang!!'


Rykel menghela nafasnya ia tidak tau apapun tentang senjata jadi biarkan bibirnya berkata semaunya


"Ya ya kau memang yang paling genius" Rykel berucap dengan wajah yang malas


"Woah lihatlah ini bazooka mu..." Rykel mengangkatnya tapi ini sangat berat


'Apa yang kau sebut bazooka?!! Itu RPG-7!!'


Rykel menyimpannya kembali menggeram karena kesal dengan Baran


"Apapun yang aku katakan selalu salah kau lah yang paling benar..."


Kembali ke ruang tengah untuk bertemu Violet ternyata ia tengah duduk di meja makan mempersiapkan makan malam


Duduk di samping Violet "mommy tadi siang aku di palak..." Violet langsung menoleh dan menangkup wajah Rykel


"Apa yang sakit?!... Sekarang kita ke ruma sakit periksa tubuh kamu!..."


"Mommy aku gak apa-apa..." Violet yang hendak berdiri kembali duduk


"Yang malak anak kecil..." Ujar Rykel membuat Violet sedikit tenang lalu menghadap Rykel


"Lalu apa yang kamu lakukan?..." Tanya Violet panasaran

__ADS_1


"Tidak ada..." Violet menghela nafasnya "kalau nanti kalau dipalak lagi mendingan kamu lari.. lapor sama orang dewasa... Kalau tidak kamu bicarakan baik-baik..." Rykel tersenyum lalu mengangguk


Dave yang memang sudah datang dari tadi ia bersembunyi dan menguping pembicaraan Rykel dan juga Violet


Ia duduk di sebelah Violet mereka pun makan dengan keheningan


Setelah selsai makan Rykel langsung masuk ke kamarnya ia akan membebaskan Kevin besok pagi karena ia juga merasa kasihan dengan pria tersebut


"Kenapa banyak anak yang selalu membuat keributan.. mereka tidak menikmati masa kecil mereka dan malah berlaku selayaknya orang dewasa... Padahal aku sangat ingin menikmati masa kecil dengan indah dan bahagia..."


'biarkan saja itu kemauan mereka kau tidak usah memikirkannya!!"


Rykel menatap ke luar kamarnya itu sangat gelap seperti Baran


Ia harus lebih bersyukur memiliki Baran Dave dan juga Violet yang sangat menyayanginya


"Baran apakah kamu suka seseorang di sekolah?..."


'Tidak. Karena jika memang iya kau pun pasti sudah tau!! Dan aku tidak akan bisa memiliki cinta'


"Benar juga... Tak apa kau masih punya aku"


'rykel..'


'Di dunia ini tidak ada yang abadi... Kita memang satu raga tapi kita tidak bisa selamanya bersama.. kau tahu jika parasit akan hilang jika kau membersihkannya...'


"Parasit? Apa yang kamu bicarakan?..."


Ceklek


Rykel berdiri ia menatap Dave yang berjalan ke arahnya


"Kau dipalak?" Rykel diam sembari menunduk


"Kau lelaki lawanlah!! Jangan bergantung pada Baran!!" Dave berbalik meninggalkan kamar Rykel


'Dengar mulai sekarang berlatihlah tanpa sepengetahuan mommy.. fisik mu sangat lemah berbanding jauh denganku..'


"Kau akan meninggalkanku?!!" Rykel hampir menangis ia mulai mencerna apa yang Baran katakan semua perkataan itu seakan Baran adalah parasit yang harus Rykel singkirkan


'Perlahan Rykel... Perlahan... Kau harus melepaskan ku... Mau tidak mau itu yang akan terjadi...'


"Jadi ini alasan sebenarnya kamu berubah baik?!.. karena kamu mau ninggalin aku?..."


'hei bodoh aku akan selalu bersamamu tidurlah besok kau harus selalu siap menyambut hari esok'


Rykel berbaring di atas ranjang jika ia sendirian apa yang harus ia lakukan ia tidak bisa hidup tanpa Baran

__ADS_1


'Aku selalu mendengar suara hatimu... Tidurlah.." Rykel memejamkan matanya dan ia pun terlelap


'jika bisa memilih aku pun ingin tinggal'


__ADS_2