
Anon kesal jengkel ia sudah sangat ingin menjual dua anak tuyulnya bagaimana tidak disaat anon bangun tidur dua tuyulnya sudah belepotan odol
Saat anon bertanya mengapa mereka menghamburkannya Arnold malah menjawab
"Ini salju papi... Coba rasakan dingin bukan?... Noe yang memberitahukannya pada Noel..." Lagi dan lagi anon memijat pelipisnya
"Apa?" Arnon malah balik bertanya "ini ide sang cemerlang papi... Aku seorang ilmuan aku menemukan penemuan terbaru... Mungkin sebentar lagi para orang yang membawa kamera akan menghampiriku dan memberikan uang yang banyak... Seharusnya papi berterima kasih karena nanti aku yang akan memberikan papi uang... Dan sebagai balasannya papi boleh bekerja padaku..."
Lagi entah berapa kali anon memijat pelipisnya sungguh! Sungguh pemikiran yang cemerlang! Sialan mengapa anaknya sangat nakal
Apakah dulu ia salah posisi? Tidak mungkin itu tidak akan mempengaruhi anaknya atau apakah anon salah psoses? Itu juga tidak mungkin
"Jangan terlalu berisik nanti mami bangun..." Ujar anon melirik elija
"Baik papi!!..." Elija terbangun
Tuyul.
"Ada apa ini?..." Elija melihat kedua anaknya yang bermain dengan odol
"Hanya bermain dengan salju..." Ujar Arnold semangat patlima
"Sayang... Mengapa kamu membiarkannya?..."
"Papi tidak larang tapi papi juga gak biarin kita main" Arnon memukul kepala Arnold dengan kencang
"Kamu bicara apa?... Jangan dua-duanya kamu bicarakan... Ish ish serakah..." Arnold sudah siap menangis jitakannya tidak main-main ini sangat menyakitkan
"HUWAAAAA!...."
Dave membuka matanya ia melirik ke samping ternyata Rykel masih tertidur dan Violet sudah tidak ada di atas ranjang
"Euhhh... Daddy..." Dave terdiam ia melirik Rykel yang tengah tersenyum apakah ia bermimpi tentang Dirinya?
"Sayang..." Violet datang dari arah toilet "ada apa?..." Dave menggeleng menghampiri Violet dan memeluknya dengan erat
"Seharusnya tadi malam aku tidur dengan kamu di pelukanku..." Violet tertawa kecil
"Kamu bisa peluk Rykel..." Ujar Violet dengan senyuman
"Akan sangat berbeda sayang... Kamu pas di pelukanku..." Dave mendusel di leher Violet
"Aku ingin segera pulang dan tidur berdua denganmu..." Ujar Dave mencium bibir mungil Violet
Mereka tengah bermesraan dengan saling berpelukan dan saling mengecup satu sama lain tapi satu gangguan muncul
Dukk dukk dukk
Ketukan yang sangat tidak santuy membuat mereka memberhentikan aktivitas
"Apakah Daddy tidak ada di dalam?"
"Pasti ada jadi diamlah dan perhatian aku mengetuk!"
Dukk dukk
Violet melepas pelukannya membuat Dave kembali tidak bertenaga dua bocah anon sangat mengganggu
Violet membuka pintunya
"Mommy?..." Arnon tersenyum memperlihatkan senyum lima jarinya begitu pula Arnold
"Ada apa kalian kemari?... Apaka ada sesuatu?..." Tanya Violet sembari mensejajarkan tubuhnya
"Hanya ingin bertemu mommy..." Ujar arnon mendekat dan memeluk Violet
"Hoshh hosh!..." Anon yang baru sampai memegang lututnya karena lelah mengejar tuyulnya
"Maaf mereka kabur kemari..." Anon memegang pinggangnya ia sangat cape dan syok saat melihat si kembar menghilang
"Tidak apa... Mereka mungkin bosan..." Arnon mengangguk ia tersenyum pada Violet
"Ya mommy... Kami bosan jadi jadilah mommyku..."
__ADS_1
Eh?
Tidak bukan itu yang Violet maksud
Arnon salah mengartikan ucapan Violet yang ia artikan dengan kata bosan adalah dimana ia sudah bosan dengan anon dan juga elija
"Biarkan mereka main disini... Dan kalian bersiap lah untuk jalan-jalan hari ini..." Anon mengangguk ia kembali ke kamarnya
"Kenapa mereka kemari?..." Tanya Dave melihat si kembar yang tengah berdiri di depannya
"Daddy..." Senyum hangat Arnon pulas diwajahnya
"Ck!" Dave berbalik melihat pemandangan di luar
"Lihatlah ada seseorang di sana..." Ujar Arnold menarik Arnon agar mendekat pada Rykel
"Ia siapa?" Tanya Arnold pada Violet
"Kak Rykel... Anak mommy..."
Si kembar mengangguk lucu jadi sekarang mereka punya kakak
"Kak bangunlah.. ini sudah pagi..." Ujar arnon menggoyang goyangkan kepala Rykel dengan bruntal
Violet langsung mengangkat tangan Arnon agar tidak terlalu kasar pada Rykel
"Emm" Rykel bangun ia menatap si kembar
"Pagi.." ujar Rykel dengan senyumannya "kak Rykel... Selamat pagi..." Si kembar memeluk Rykel dengan hangat
Arnon melepas pelukannya ia melirik Violet
"Merepotkan!!" Ujar Dave sembari masuk ke dalam kamar mandi
"Mommy Daddy kenapa?..." Tanya Arnold takut melihat wajah datar Dave
"Ia sakit perut.."
*
Dave menggandeng tangan Violet sekarang mereka tengah di taman hiburan dengan Rykel yang memegang tangan si kembar
"Kak kenapa kau sangat tinggi?..." Tanya Arnon melirik ke atas
"Entahlah mungkin bawaan dari Daddy..."
'ck! Kenapa harus anak-anak?!!'
Ya ya Baran tidak suka anak-anak itu akan sangat merepotkan
"Belikan itu..." Ujar elija menunjuk popcorn dengan cepat anon membelikannya tidak mau sang istri merajuk
"Apapun untukmu sayang..." Anon mengelus perut elija
Dave melirik sekitar dengan wajah dinginnya ia geram dengan para lelaki hidung belang yang terus menatap Violet
"Kenapa mereka belum datang?..." Tanya Violet karena mereka berencana mengundang Regan dan juga Alena
"Bagaimana jika kita pulang?... Aku sangat gatal ingin mencongkel mata mereka..."
Violet mencubit perut Dave itu perkataan yang tidak boleh Dave ucapkan jika di depan anak-anak
"Itu mereka..." Usir Dave menatap Regan yang mendekat dengan Alena di sampingnya dan juga grizelle di gendongannya
"Kakak..." Violet langsung memeluk Regan ia sangat rindu Regan
"Vi... Apa kabar..." Tanya Regan dalam pelukannya "aku baik... Bagaimana dengan kakak?.." Regan mengangguk "tentu.."
Setelah melepas pelukannya Violet langsung menyapa grizelle yang juga rindu padanya
Alena tidak usah di sapa dari raut wajahnya saja ia sangat enggan di sapa jadi yasudah biarkan saja
Grizelle melirik Rykel ia kembali teringat kejadian dulu dan sampai sekarang ia masih takut untuk bertemu Rykel
__ADS_1
'lihatlah ia ketakutan' Baran tertawa
Rykel menghela nafasnya ia berjalan mendekat pada grizelle
"Hai risel... Apa kabar?..." Grizelle menggeleng ia bersembunyi di balik Regan
"Kak dia siapa?.." tanya Arnold pada Rykel
Rykel tersenyum "adik.." si kembar mendengus mereka mengeratkan pegangan mereka
"Mau main sama kakak?..." Tanya Rykel dengan senyumannya dan grizelle masih menggeleng
"Kakak kita naik itu yuk..." Ajak si kembar melirik bianglala besar
"Bagaimana risel?... Mau ikut?..." Karena penasaran dan juga bosan grizelle pun mengangguk
"Ngga! Risel sama aku aja..." Ujar Alena memegang tangan grizelle dengan erat
"Kak Alena biarkan dia bermain dengan anak-anak sebayanya..." Ujar Violet perlahan menarik grizelle
Alena menatap tajam Violet membuat Dave berdehem dan menciutkan nyali Alena
"Baiklah... Mari naik bersama mommy..."
Dan Violet pun naik bersama anak-anak ia tidak mau anak-anak naik sendirian nanti bisa saja terjadi sesuatu
"Grizelle... Jangan takut..." Violet membuka tangan grizelle yang menutupi wajahnya
"Tapi ini sangat tinggi aunty..." Si kembar melirik grizelle
"Penakut..." Ujar mereka bersamaan
Violet terkekeh kecil "ia memegang tangan grizelle
"Lihatlah indah bukan?..." Grizelle mengangguk
Si kembar kesal seharusnya mereka duduk di antara Violet bukan diantara Rykel tapi tak apalah toh ini juga tidak buruk
"Sudah lama..." Ujar Regan pada Dave yang tidak merespon sama sekali
Elija dan anon tengah berkeliling mencari makanan dan Alena ia fokus pada handphonenya
"Bagaimana kabarmu?..." Regan melirik Dave yang hanya memerhatikan bianglala
"Aku tau kau marah, benci, dan sangat ingin membunuhku..."
Dave melirik Regan tatapannya tidak seperti biasanya
Regan bisa merasakan bahwa tatapan itu sangat berbeda
"Aku tidak akan melakukannya"
Dave berbicara tanpa nada angkuhnya itu yang Regan rasakan
"Aku tidak mau Violet membenciku" Regan menatap Dave yang menundukan kepalanya
Itu sangat tidak mungkin ini seperti bukan Dave dimana Dave yang angkuh itu? Mengapa menjadi seseorang yang penuh penyesalan
Regan tersenyum ia tahu sekarang apa yang yang Dave inginkan
Regan merangkul Dave "kau sudah tua.. bahkan kau lebih tinggi dariku... Aku paham... Aku minta maaf dan mari kita seperti dulu lagi..."
Seperti dulu dimana mereka menjadi keluarga yang bahagia adik kakak yang selalu bercanda ria dan bersuka duka
"Maaf" Regan terkekeh sungguh ucapan yang canggung adiknya sangat tidak baik dalam meminta maaf
"Apakah kakak tidak ingin adik untuk grizelle?..."
Regan mengedipkan matanya adiknya yang dingin kembali memanggilnya kakak
"Hei bodoh... Aku tidak seberuntung kau mendapatkan istri yang punya banyak waktu untukmu... Seharusnya aku yang bertanya kapan kau akan membuat adik untuk Rykel?..."
"Kakak diam saja dan tunggu kabarnya..." Regan terkekeh saat mendengar Alena mendengus
__ADS_1