Crazy Daddy

Crazy Daddy
lahiran


__ADS_3

Pagi hari saat mereka tengah sarapan Rykel hanya bisa tersenyum dengan kesal karena Dave yang meninggalkannya di penjara bawah tanah Rykel hanya bisa memandang Dave dalam diam


"Apa?.. sepertinya kau punya sesuatu yang ingin di bicarakan..." Wajah Dave memang datar tapi nada bicaranya sangat hangat


"Dave!... Apa-apaan wajah itu?..." Dave menghela nafasnya lalu tersenyum dengan manis membuat violet juga tersenyum


Rykel yang sudah selsai dengan sarapannya melirik jam nya dan ia harus segera berangkat sekolah


"Daddy.. kemarin ada wanita yang menitipkan parfum ini padaku..."


Rykel memberikan parfum tersebut ke depan Dave dan langsung pergi berlari menuju mobil yang mengantarkan nya ke sekolah


Dave paham jika ini hanya jebakan dari Rykel itu adalah parfuy semalam yang ia ambil di penjara bawah tanah


"Dave?... Kamu diberi parfum oleh wanita... Dan parfum itu kamu pakai?... Selingkuhan?... Setidaknya wariskan terlebih dahulu seluruh kekayaan kamu setelah itu baru kamu boleh selingkuh..."


Dave tersenyum sungguh anak tercintanya yang sangat menggemaskan ia sangat ingin menarik telinga Rykel hingga lepas


Dan violet mengapa ia menjadi mata duitan sumpah demi apapun Dave tidak akan pernah selingkuh jika ia punya violet untuk apa ia selingkuh


Jadi mari kita tunggu kepulangan Rykel di rumah dimana Dave akan memberi geplakan hangat untuk menyambut anaknya pulang


*


Bel istirahat berbunyi Rykel tengah berjalan dengan Aiden dan juga Bryn di sampingnya dan beberapa anak lelaki di belakangnya yang mengikuti


Semakin hari Rykel semakin terkenal para anak disana ingin bermain dengan Rykel tapi itu sangat sulit jadi mereka hanya mengikuti Rykel


"Ayah?..." Rykel memejamkan matanya lalu menoleh pada Ariestya yang tengah tersenyum padanya


Rykel sangat ingin mencengkik atau menusuk Ariestya dengan pisau lipat yang ada di dalam kaos kakinya


Tetapi ia tidak bisa karena Ariestya adalah wanita jika ia melukai Ariestya sama saja ia melukai violet


Rykel mengabaikan Ariestya dan kembali berjalan menuju kantin ia sudah sangat lapar


Rykel duduk di kursi ia biasa duduk saat tengah di kantin


Melirik sekitarnya dan banyak anak lelaki yang duduk di dekatnya apakah sedingin itu mereka dekat dengan Rykel


Jika hanya ingin sekedar terlihat keren saja Rykel tidak mau berteman dengan mereka


Tapi sejenak Rykel berfikir mereka masih kecil pikiran mereka juga masih kecil jadi sepertinya tak apa on going di sekolah dasar


"Kalian semua!! Kemarilah duduk disini!!" Berbondong-bondong siswa tersebut duduk di sekitar Rykel wajah mereka ceria karena untuk pertama kalinya Rykel berbicara dengan mereka


Semua mulai mengajak ngobrol Rykel perlahan Rykel merasakan sesuatu ia sedikit geram dengan suasana disana


Ingat satu hal yang pernah Rykel katakan dimana ia tidak suka ada yang bergantung padanya terkecuali jika itu violet dan calon istrinya kelak


*


Anon kalang kabut ia tengah mengantar elija untuk lahiran dimana elija baru saja kontraksi


Perkiraan lahiranya tidak sesuai seharusnya Elina melahirkan bulan depan tapi ini lebih cepat satu bulan


Jambakan cantik elija membuat rambut anon rontok dalam jumlah yang cukup banyak


Dimana di kembar terus mengoceh karena anon yang membuat elija kesakitan dan membuat perut elija semakin membesar

__ADS_1


"Itu karena papi yang menusuk mami!... Membuat perut mami bengkak!.." Arnon berucap dengan mata berlinang ia juga khawatir dengan elija


Dan Arnold anak yang paling cengeng itu sudah menangis dengan sesenggukan takut jika elija akan mati


Di dalam elija tengah berjuang hidup dan mati untuk mengeluarkan sang buah hati ke dunia


Anon menjaga anak-anak nya uang sekarang tengah menangis cemas dengan elija


Anon sangat takut bahkan ia tidak bisa menemani elija di dalam ruangan persalinan ia hanya bisa menunggu di depan pintu


Ia bisa mendengar suara tangis elija dan sesaat kemudian ia mendengar sesuatu yang membuat bulu kuduknya berdiri dimana ia mendengar suara tangisan bayi yang begitu nyaring


Anon terduduk lemas ia sangat senang akhirnya elija berhasil membawa satu lagi sang buah hati


"Papi?.." anon menoleh pada Arnon yang memanggilnya


"Kalian sekarang punya adik...." Ujar anon dengan senyumannya jujur ia sangat bahagia Anggota keluarga nya bertambah membuat rumah semakin ramai


Walaupun di tuyul nya selalu menyusahkan anon tapi mereka tetap anak anon yang pasti anon sangat menyayangi mereka


Anon masuk ke dalam ruang persalinan di sana elija tengah menggendong sang bayi yang sekarang tengah tertidur pulas


Bibir tipis layaknya seorang anon dan mata sipit seperti elija


"Dia sangat cantik bukan?...." ujar elija dengan suara lemahnya dan anon mengangguk ia mengelus kepala elija


"Terima kasih sayang..." Elija hanya tersenyum melihat kebahagiaan yang kini tengah mereka rasakan


"Mami... Mami sakit?..." Elija menoleh pada Arnon yang kini tengah memegang celana anon


"Noe lihat ini... Adikmu..." Anon mengangkat kedua anak kembarnya memperlihatkan adik mereka yang baru saja lahir


Anon menitip akan si kembar pada bawahannya di luar ruangan


"Apa kamu sudah mempersiapkan nama untuknya?..." Tanya anon pada elija dengan elusan lembut di kepala elija


Elija menganggukkan kepalanya "Evelyn" anon tersenyum tak ada alasan untuk menolak nama tersebut


"Nama yang sangat cantik..." Kebahagiaan tergambar jelas di wajah mereka berdua


Setelah perbincangan kecil anon pun keluar untuk sekedar menelpon Dave memberi kabar bahagia ini


"Apa? Kau sangat menganggu!!"


Anon menghela nafasnya Dave selalu membuat anon menguras emosinya


"Ada kabar bahagia"


Anon harus menahan emosinya ini hari bahagianya ia tidak mungkin menghancurkan hari ini


"Untuk apa aku tahu?!! kebahagiaan mu apakah sangat penting untukku?!!"


Anon geram ia mematikan telponnya dan memilih untuk menelpon nomor Violet dan akhirnya violet mengangkatnya


"Anon? Ada apa?"


Anon sedikit lega karena nada bicara violet sangat lembut berbeda jauh dengan di bedebah Dave


"Elija baru saja melahirkan"

__ADS_1


Hening cukup la membuat anon menatap ponselnya


"Benarkah?! Sekarang bagaimana keadaan elija? Yang lahir perempuan atau lelaki? Anon sekarang kalian di rumah sakit mana? Aku pasti akan segera kesa--"


Tuuuttt


Anon memandang handphonenya yang tiba-tiba sambungan mereka terputus


Menghela nafasnya pasti itu perbuatan Dave biarlah toh ia sudah memberi tahu mereka


*


"Dave!.. jangan seperti itu!.. itu gak sopan aku lagi bicara sama anon jangan sembarang ambil aja!..."


Dave baru sadar jika ia merampas handphone violet itu karena ia kaget dengan ucapan violet yang katanya akan pergi


Apalagi Setelah mendengar semua pertanyaan violet ia yakin jika violet akan pergi ke Indonesia untuk bertemu elija yang baru melahirkan


Dave sedikit kesal bawahannya yang menjaga anon di Indonesia sudah memberi tahu hal tersebut pada Dave


sebelum anon memberitahu bahwa elija melahirkan Dave sudah tahu dari pesan yang baru saja bawahannya kirim


"Sayang... Gak baik ibu hamil berpergian jauh... Apalagi kehamilan kamu sudah besar..."


Violet mengerutkan keningnya "jadi maksud kamu aku gendut?..."


Dave diam apa maksud violet? Gendut? Siapa yang mengatakan itu ia hanya berkata bahwa kehamilan violet sudah besar


"Siapa bilang?... Kamu imut sayang... Pipi chubby seperti ini sangat menggemaskan... Istriku sangat menggemaskan..." Violet yang kesal akhirnya luluh dengan usapan dan juga ucapan Dave yang begitu manis


Violet menelusupkan wajahnya ke dada bidang Dave ia hanya ingin di peluk dan di elus


Dave paham Ia mengelus dan juga menciumi kening violet


"Kita bisa melihatnya nanti..." Ujar Dave dengan lembut dan dibalas anggukan oleh violet


"Dave.."


"Ya sayang?..."


"Mau telor dadar..."


"Baiklah... Elly.."


Violet melepas pelukannya ia menatap Dave yang tengah memandangnya


"Ada apa sayang?.." tanya Dave melihat violet yang seperti ingin mengatakan sesuatu


"Tapi aku mau buat sendiri..." Wajah Dave menjadi datar ia tidak suka perkataannya tidak di dengarkan sudah berapa kali Dave melarang violet untuk menginjak dapur


"Bisa katakan lagi?.." tanya Dave dengan senyumannya


Violet mengerti jika dave marah ia memasang wajah sedihnya


Dave mengelus pipi violet


"Baiklah.."


"Yeaaaa..." Violet langsung berdiri dan berjalan menuju dapur di susul Dave di belakangnya ia harus menjaga sang istri agar tidak terluka

__ADS_1


__ADS_2