Crazy Daddy

Crazy Daddy
berlalunya waktu


__ADS_3

Mobil mewah nan mengkilat terparkir di parkiran kampus ternama membuat para mahasiswi disana memberhentikan kegiatan mereka dan menunggu seseorang yang keluar dari mobil tersebut


Membuka pintu dan keluar dengan santainya diiringi para jeritan sang wanita di sekitar sana membuat Rykel berdecih karena hari-harinya selalu mebosankan seperti ini


Ini sudah semester tiga ia berada di kampus ini dan semua rutinitas nya selalu di iringi teriakan para gadis Disana


"Berisik!!" Rykel berjalan menuju kampus Dimana ia ingin segera mengakhiri kuliahnya dan ingin segera bertemu Violet


*


Sepulang kuliah Rykel tidak langsung pulang karena ia harus menjemput adiknya yang cengeng dimana adiknya terus merengek supaya dijemput oleh Rykel


Bergenti di depan pagar sekolah dimana para murid sudah mulai pergi meninggalkan sekolah


Dengan langkah gontai vykel membuka pintu mobil lalu duduk di samping Rykel yang hanya memandangnya bingung


"Ada apa denganmu vey?..." Tanya Rykel sembari menjalankan mobilnya menuju rumah


"Aku makan cilok..." Rykel sesekali menoleh pada vykel yang tengah berbicara dengan pandangan kosong ke depan


"Lalu kesel... Temanku memukul punggungku dan sialnya cilok itu terbang ke masuk kembali ke dalam mangkokku... Aku malu... Ingin sembunyi... Di lubang tikus... Yang sangat kecil... Bisakah kakak menyembunyikanku?... Atau ubah saja aku menjadi upil dan tempelkan pada bawah meja..."


Fftt


Tentu Rykel tak bisa menahan tawanya vykel sangat tidak memiliki gairah hidup setelah kejadian cilok tersebut membuatnya malu setengah mati


"Kau memang bodoh..." Ujar Rykel dengan senyumannya


"Ya dan sayangnya kau menyayangi nya..." Rykel terkekeh kecil itu memang kenyataannya


Bisa dibilang Rykel adalah kakak yang banyak di impikan oleh beberapa adik di luaran sana


Kakak yang sekaligus bisa menjadi teman curhat kakak yang bisa menjaga keselamatan adiknya dan lain sebagainya


"Dari mana cilok?"


"Aku pesan cilok online.."


Rykel sang calon direktur utama dari berbagai cabang perusahaan yang Dave miliki hanya mengangguk mengerti


Mereka berdua sangat dekat karena apa? Sat lahirnya vykel violet pernah berkata jaga dia jangan pernah buat dia kecewa dan itu yang akan Rykel lakukan permintaan violet telah menjadi sumpah baginya


Seberusaha apapun Rykel untuk menjadi Rykel yang dulu yang akan bersikap lemah lembut dan juga penyayang karena memang tulus ia tidak akan pernah bisa karena di dalam dirinya bukan hanya Rykel seorang tapi ada satu jiwa lagi yaitu Baran


Flashback on


Di tengah lapangan dimana vykel tengah mengobrol dengan beberapa teman lelakinya tanpa di duga beberapa pria dewasa menghampirinya


"Aku memang sangat akur dengan kakakku bahkan saat kecil aku pernah memberinya hadiah berupa kotoranku yang tak sengaja aku keluarkan saat akan memberikannya kentut thanos..."


BRAKKK


Vykel dan beberapa teman sebayanya kaget dengan gebrakan meja yang membuat beberapa makannya jatuh ke lantai


"Hei paman... Ada apa denganmu?... Kau ingin membuatku kehilangan jantungku?... Tapi tak apa nanti aku tinggal membelinya di pasar..."

__ADS_1


Vykel terkekeh kecil itu lelucon yang memang sangat kering tapi entahlah baginya itu lucu


"Kau vey?!.. kau yang telah membuat barku hancur berantakan!!.. ulah kakakmu bar ku hancur!!"


Vykel hanya mengedipkan matanya ia melirik kesana kemari lalu mendekat dan sedikit mendongak


"Paman... Kau tak malu berteriak di depanku?... Apalagi di tengah lapangan seperti ini... Kau sangat pemberani... Atau lebih tepatnya tidak tahu malu?"


Dengan kasarnya kerah seragam milik vykel di cengkram begitu tinggi membuat vykel harus sedikit berjinjit


"Hanya karena bawahanku mengganggu kau membuat bangkrut bar ku?!! Kau sangat berani sekali!! Jangan karena kau anak orang tinggi aku akan takut padamu!!"


Vykel dengan wajah gelisahnya berusaha melepaskan cengkraman lelaki tersebut ia melirik kesana kemari meminta bantuan


"Paman jangan menakutiku... Aku akan memberimu pilihan lepaskan ini dan kita damai--"


"Hei bocah tol*l!! Kau pikir aku bocah?!... Aku akan puas jika sudah menyiksamu!!..."


Vykel menghela nafasnya detik selanjutnya vykel tersenyum ramah jika saja dirinya Rykel mungkin ia akan langsung menghajar lelaki di hadapannya


Sayangnya ia vykel kemampuan nya sangat berbeda dengan Rykel yang sudah bisa bela diri sendari kecil


"Paman... Jangan mengganggu anak macan yang tengah bermain... Paman belum tentu akan selamat dari terkaman induknya... Ah tidak jangan induknya... Karena paman pasti tidak akan bisa menanganinya... Berhadapan saja dengan kakaknya... Aku yakin paman juga tidak akan sanggup..."


"Kau menyentuh adikku?!!" Jika violet mendengar berita bahwa vykel di bully orang dewasa pasti violet akan khawatir dan Rykel tidak mau itu terjadi


Tidak ada perkelahian hanya saja Rykel membawa preman tersebut menjauh dari sekolah dan ya disana lah pembantaian terjadi Rykel tidak suka jika adiknya memperlihatkan senyum seperti itu


Dimana vykel pasrah dengan keadaan padahal Rykel akan selalu datang dan menolongnya


Dave sudah tahu apa yang dilakukan anaknya ia tidak mempermasalahkan bagaimana Rykel membunuh dengan bengisnya


Ia hanya akan marah jika violet mengetahuinya dan disanalah violet dan Dave akan kembali beradu argumen


Dan yang pasti Dave akan menang karena anak-anaknya menjadi kelemahan bagi violet


"Jangan memberi lawan senyum seperti itu... Kakak akan datang... Terus lah berharap... Jangan putus asa... Kakak pasti akan membantumu..."


"Hei hei... Sejak kapan kakakku ini menjadi baperan seperti ini?... Apa kakak salah makan?... Sepertinya kakak lupa minum sampai-sampai otak kakak loading di film yang terakhir kakak tonton..."


Rykel terkekeh kecil adiknya memang selalu berkata hal yang tidak masuk akal tapi Rykel pasti akan tertawa setelah mendengarkannya


Flashback off


Memarkirkan mobil di dalam garasi lalu keluar dan masuk ke dalam rumah dimana violet tengah membaca majalah ditemani Dave di sampingnya


"Teruslah berduaan jangan hiraukan kami yang baru pulang dan lelah ini... Dan kami juga sangat butuh kecupan hangat di kening kami... Jika tidak mungkin gairah hidup kami akan hilang..."


Violet tersenyum ia berdiri dan mengecup kening vykel dengan kasih sayang begitu juga Rykel mereka berdua sangat senang jika violet sudah memberi kecupan hangat di kening


"Bagaimana hari ini apa ada cerita menarik?..." Tanya violet pada vykel yang dibalas anggukan


"Makan... Keselek... Malu..." Ujar vykel memeluk violet menyembunyikan wajahnya di perut buncit violet


"Kasihannya anakku... Ganti baju lalu kita makan..." Vykel mengangguk lalu berlari menuju kamarnya

__ADS_1


"Rykel... Bagaimana kuliah mu?..." Tanya violet sembari menepuk pundak Rykel yang sekarang sudah tinggi melebihi dirinya


"Tidak ada yang berubah mommy..." Violet mengangguk dan mengelus kepala Rykel


"Bersiaplah kita akan makan..." Rykel mengangguk dan pergi meninggalkan violet berjalan menuju kamarnya yang sekarang bersebelahan dengan vykel


"Sayang... Lihatlah mereka sudah besar bukan?... Dan kapan kita akan pergi berlibur berdua?... Bagaimana kalau lusa?..."


Dave yang tengah memeluk violet dari belakang dihadiahi pukulan siku yang sangat kencang oleh violet


"Besar apanya?... Di mata orang tua anak itu gak akan pernah besar... Mereka tetap anak kecil yang harus kita perhatikan dengan kasih sayang..."


Dave kembali memeluk violet jika saja vykel dibesarkan oleh dirinya seorang mungkin vykel akan sama seperti Rykel


Tak kenal takut mempunyai kemampuan di atas rata-rata ekspresi wajah yang tidak seharusnya anak kecil perlihatkan


Cukup keren bukan? Sayangnya sekarang Dave harus mendidik anaknya bersama Violet


Mereka menjadi lebih manja pada violet sungguh Dave pun ingin di manjakan oleh violet dan sudah berapa ratus atau bahkan juta kali Dave mengajak violet berlibur berdua


"Dave?.. kamu itu udah tua jangan banyak maunya..." Violet tertawa dengan perkataan nya sendiri membuat Dave hanya menggeram mendengar kata tua dari violet


"Itu menyakitiku.." Dave menciumi pundak violet memberi kode berat bahwa Dave ingin bercumbu mesra dengan violet


"Sana pergi aja sama selingkuhan kamu... Bukannya kamu punya selingkuhan?... Udah sana--"


"Jangan mulai lagi sayang..." Dave memberi tanda di leher violet membuat violet meronta karena ia tidak mau jika anak anaknya melihat tanda tersebut


*


"Kak ayo aku lapar!... Kenapa aku harus menunggu kebo yang sangat lambat ini?... Lihatlah wajah tampannya mengapa aku iri dengan kakakku sendiri?.. ya Tuhan turunkan tingkat ketampanan kakak dan juga Daddy..."


Rykel yang tengah berjalan mendekat hanya tertawa mendengar semua celotehan tidak bermakna vykel


"Vey... Kau imut sama seperti mommy... Baik penuh kasih sayang.. lemah lembut... Kau memang tidak mempunyai apa yang kakak punya... Tapi kakak tidak mempunyai apa yang kau punya... Jadi bersyukur lah..."


Salah. Dulu Rykel mempunyai apa yang vykel punya tapi semenjak hilangnya Baran semua itu bagaikan hilang ditelan bumi


Vykel mengangguk setuju itu memang benar mengapa ia selalu mengeluh


"Kakak sangat menyeramkan sama seperti Daddy... Walaupun Daddy tidak pernah memarahiku jika aku salah... Tapi tatapannya sangat mengintimidasi... Kalian sangat berkarisma!!..."


Ujar vykel dengan semangat di Kalimat terakhir apalagi tangannya ia angkat ke atas menandakan ia sangat kagum


"Oya kakak jangan terlalu tampan... Nanti jika sudah nikah bisa saja kakak di suruh selingkuh... Mommy selalu melakukannya pada Daddy..."


Lagi dan lagi Rykel tertawa dengan perkataan vykel adiknya entah sangat bodoh atau memang suka melawak


"Baiklah jika nanti jika ada hal mendesak kakak akan Operasi plastik agar jelek..." Ujar Rykel sembari menyisir rambutnya ke belakang


Vykel langsung memejamkan matanya ia memalingkan wajahnya


"Sudah cukup ketampanan itu menyilaukan!!..."


Rykel memukul pelan kepala vykel "sudahlah cepat kita makan..." Vykel dan Rykel berjalan menuju meja makan diiringi tawa ringan

__ADS_1


__ADS_2