
Sudah cukup lama Rykel bersekolah di sekolah elit ini tapi entah mengapa ia baru sadar jika ia menjadi pusat perhatian bagi para siswi disana
Contohnya hari ini saat ia berjalan menuju kelas para mata terus menatap dirinya sungguh ia tidak nyaman
Mata kagum dan juga mata silau yang tak kuat melihat ketampanan Rykel membuat Rykel merasa risih terus dipandang
Rykel duduk di kursinya "mengapa semua menatapku? Aku tidak nyaman..." Ujar Rykel pada Bryn di sampingnya
"Siapa yang bisa menolak keindahan Rykel..." Bryn juga kagum dengan wajah tampan Rykel
Rykel hanya memutar bola mata malas ia tidak suka jadi pusat perhatian
*
Saat pulang sekolah pun mata mereka terus memandang Rykel bahkan sampai rona merah di kedua pipi mereka terlihat jelas oleh Rykel
'Kau ingin aku mencongkel mata mereka?'
Tentu Rykel menolak.
Sesampainya di rumah Rykel juga merasakan bahwa ia tengah di pandang dan ternyata benar itu adalah Kevin
Sudah berapa hari ini Kevin berada di depan rumahnya ia bersembunyi di balik pagar
Untung saja Petra tengah sibuk jadi ia tidak menangkap Kevin untuk keduan kalinya
Biarkan saja nanti juga Kevin akan pergi yang paling penting adalah bertemu Violet ia ingin melihat perkembangan calon adiknya
"Mommy..." Rykel duduk di samping Violet yang tengah memakan makanan ringan
"Ya sayang... Bagaimana sekolahmu.." Rykel mengangkat bahunya mengingat kejadian di sekolah tadi dimana ia menjadi pusat perhatian
"Tidak ada yang menarik..." Violet mengangguk mengiyakan ia sibuk dengan makanannya
"Sekarang sudah terlihat membesar sepertinya dedek bayi sudah mulai tumbuh..." Violet tertawa kecil
"Kamu ganti pakaian terus makan..." Rykel mengangguk dan pergi ke atas untuk ganti baju
*
Malam pun tiba sebenarnya Dave tidak usah pergi ke kantor tapi anehnya ia merasa ada sesuatu yang janggal
melirik dari kaca spion bagaimana Dave yang memandang ke luar jendela
Wajah Dave memang datar tapi ada sedikit raut kekesalan di wajahnya tentu membuat siapapun yang melihatnya bergidik ngeri
Sesampainya di rumah Dave langsung berjalan mencari ke setiap sudut rumah dimana sang istri berada
"Sayang?..." Dave mencoba memanggil violet tapi tak ada sahutan sama sekali
Mengingat bagaimana elija meminta saat pada anon karena keinginan kandungan Dave teringat bagaimana jika violet pergi keluar rumah itu sangat berbahaya
"Violet!!.." Dave berteriak ia berlari ke arah kamar violet pun tidak ada sana Dave mencari ke kamar Rykel tapi nihil violet masih belum ditemukan
Dave berlari ke ruang tengah "Cari istriku!!" Ujarnya pada Petra yang di balas anggukan
"Dave?"
Dave menoleh ia menatap violet yang keluar dari ruang bawah tanah dibelakangnya ada Rykel dan juga orang asing tidak! Ia pernah melihatnya itu adalah orang mencurigakan yang selalu berdiri di depan rumahnya
__ADS_1
Dave menghampiri violet memeluknya dengan erat sungguh jantung Dave sudah berdegup kencang takut violet kenapa-kenapa
Dave memejamkan matanya ia sangat ketakutan
Detik selanjutnya mata Dave terbuka langsung menatap Rykel dan juga Kevin
"Sayang.. ini sudah malam bagaimana jika kita ke kamar?..." Violet tersenyum ia mengangguk
"Bermainlah dengan Rykel.." ujar violet pada Kevin "ya aunty terimakasih..."
Dave membawa Violet kmebali ke kamar sebelum berjalan Dave berucap pada Petra
"Berikan tamu dan anakku camilan!!" Ujar Dave dengan senyumannya mmebuat Petra merinding dibuatnya
Violet tidak curiga sedikitpun ia menurut pada Dave yang tengah memapahnya menuju kamar padahal tanpa Dave papah pun violet masih bisa berjalan
Dave membaringkan tubuh Violet di atas ranjang lalu duduk di samping Violet
"Dave marah?..." Tanya Violet karena Dave yang sendari tadi hanya diam
Jika boleh jujur Dave memang marah melihat bagaimana violet keluar dari ruangan tersebut dimana terdapat senjata dan juga hal yang seharusnya tidak boleh violet lihat
"Tidak, aku hanya tidak suka kamu dekat dengan orang asing..." Ujar Dave mengelus kepala Violet
"Dia teman Rykel... Kau ingat waktu kita mau berangkat ke rumah anon?... Rykel tengah mengobrol dengan pria tersebut... Ya walaupun mereka beda umur tapi setidaknya Rykel punya banyak teman..."
Dave ingat bagaimana Petra berkata bahwa Kevin adalah seorang pedofil yang mendekati Rykel karena wanita yang ia sukai memberi surat pernyataan untuk Rykel
"Dave?"
Dave tersenyum ternyata ia telah melamun membuat violet khawatir
"Ya sayang?.." violet mempoutkan bibirnya ia merubah posisinya menjadi duduk lalu langsung memeluk Dave
Mungkin jika Dave bermain sebentar dan mengusili violet pasti akan sangat menyenangkan
"Ya aku marah dan apa yang akan kamu lakukan supaya aku tidak marah?..."
Violet melepas pelukannya ia mendongak menatap Dave
"Jangan marah nanti siapa yang beliin aku makanan..."
Dave tertawa sungguh perkataan yang sangat lucu yang telah Violet utarakan
"Hanya itu?" Dave kembali menggoda Violet yang terlihat bingung
Violet menatap Dave ia mendekat dan mengecup bibir Dave yang membuatnya gemas sendari tadi
Dave hanya diam itu perilaku yang sangat manis Dave suka
Violet mengalungkan tangannya di tekuk leher Dave
Duduk di paha Dave lalu mengecup kembali bibir Dave
"Malam ini aku punya Dave..." Ujar violet dengan semburat merah di pipinya
Dave tidak menyangkan jika violet akan seperti ini tadinya ia hanya menggoda violet supaya bisa melihat wajah bingung istrinya
Tapi ternyata hal yang Dave tahan sendari tadi Violet sendiri yang meruntuhkannya
__ADS_1
Dave membaringkan Violet dengan lembut mencubit pipi Violet yang semakin membesar
"Selamanya kamu memang hanya milikku" Dave tersenyum
Dan biarkan pasutri tersebut bermesraan dengan dunianya sendiri
*
Dave berjalan menuruni tangga wajah yang datar dan kameja yang sengaja ia tak kancingkan menandakan bahwa ia telah selsai dengan kegiatannya
Rambut acak-acakan membuat ketampanan seorang Dave semakin bertambah
Rykel dan juga Kevin tengah duduk di sofa dengan menundukan wajahnya terlihat pipi kiri Kevin sedikit membengkak dan Rykel ia tidak apa-apa karena Baran yang membuat Petra tidak bisa berbuat apapun
Dave duduk di hadapan mereka berdua
"Kenapa istriku ada disana?!!"
Rykel mendongak tidak! Itu buakan Rykel melainkan Baran
"Ini hanya kesalah pahaman saja Daddy..." Baran merasa bersalah karena membuat Dave khawatir
Dave menatap Kevin "kau!! Jelaskan!!" Kevin kaget saat nada tersebut sangat dingin ia menelan ludahnya gugup
Flashback on
Violet berjalan menghampiri Kevin yang tengah berdiri bersembunyi di balik pagar
"Kamu menunggu Rykel?..." Kevin menggelangkan kepalanya ia menunduk
"Masuklah... Rykel ada di dalam..." Kevin tersenyum ia mengangguk membuntuti violet dari belakang
Rykel menuruni tangga saat violet memanggilnya ia terkejut dengan kedatangan Kevin
"Sayang... Ini temanmu sendari tadi terus berdiri di depan pagar... Mengobrol lah mommy akan menyiapkan minuman..."
Violet melirik Kevin yang terus menatap pintu ruang bawah tanah sesekali ia meneguk kasar ludahnya
Violet mengerutkan keningnya ia melirik ke arah tersebut pasti ada sesuatu disana
Tanpa menunggu lagi Violet langsung berjalan menuju ruang bawah tanah membuat Kevin dan Rykel harus mengikutinya takut sesuatu terjadi
Flashback off
"Kau ingin mati?!!" Dave geram ini membuatnya khawatir bagaimana jika violet mual atau sebagainya saat ia di dalam sana
"Ma--maaf saya salah.." Kevin takut tatapan Dave sangat mengintimidasi
"Daddy... Sudahlah kasihan dia..." Baran berucap dengan wajah memelasnya
Dave menghela nafasnya "Antar dia pulang!!" Ujar Dave pada Petra di sampingnya
"Daddy tidak!!" Dave menoleh pada Baran yang berteriak padanya
Baran tahu bahkan ia teramat tahu apa yang Dave maksud dengan kata 'pulang' itu artinya kematian bagi Kevin
Dave berdiri ia menatap Baran yang bersiap melakukan apapun agar tidak ada pertumpahan darah lagi untuk Dave
"Baiklah. Petra pastikan dia aman!! Jika tidak kepalamu ku tebas!!"
__ADS_1
Petra menunduk sungguh perkataan yang sangat mengerikan
Dan Kevin pun diantarkan pulang dengan aman tak tersentuh