
Violet membuka matanya ia seperti mendengar suara bising dari bawah ia melihat ke samping ternyata Rykel sudah tidak ada kemana Rykel
Violet bangun ia berjalan menuju dapur dan terlihat Rykel yang sedang memasak dengan lihainya ini sangat tidak terduga ternyata ia bisa memasak "mommy?.. apakah aku terlalu berisik?.." Violet tersenyum "tidak... Kamu sedang apa Rykel?..." Violet mendekat ia berdiri di samping Rykel "aku hanya ingin membuat sarapan untuk mommy..."
"Baiklah mommy tunggu di meja makan..." Rykel senang ia kira ia akan dimarahi karena seenaknya masuk dapur orang lain ternyata tidak "dan hati-hati.." Rykel mengangguk dan Violet pun berjalan menuju meja makan "ini harus enak..." Dan saat inilah bakat Rykel harus ia perlihatkan pada mommynya
"Ini sangat enak..." Ujar Violet setelah menghabiskan sarapannya membuat pipi chubby Rykel memerah menahan malu "pokoknya kamu harus bikinin mommy lagi nasi goreng buatan kamu..." Rykel mengangguk bahkan tanpa disuruh pun ia memang sangat ingin memasakan sesuatu untuk Violet "Rykel sebentar lagi mommy mau ke toko..."
Ia ingat Regan pernah bilang jika Violet mempunyai toko kue di pinggir jalan dan toko itu sangat ramai pengunjung itulah mengapa sang bigbos yaitu Violet sendiri sering mengunjungi tokonya untuk menghandle toko tersebut
"Apakah aku boleh ikut?.." tentu saja boleh Violet bahkan memang ingin mengajaknya karena Rykel pasti akan merasa bosan jika sendirian di rumah "kenapa tidak?... Tentu saja boleh.." Rykel bersorak di dalam hati ini sangat menggembirakan tapi ia lupa jika ia belum beli baju baru sekarang ia harus pakai apa "oh.. iya kemarin mommy pesen baju buat kamu... Mungkin sebentar lagi datang... Nanti kamu ambil ya...." ujar Violet sembari pergi ke kamarnya dan Rykel terharu ternyata mommynya sudah mempersiapkan semuanya tapi tunggu apakah Violet membelikan celana dalam untuknya?
Pintu diketuk Rykel langsung meluncur ke pintu utama dan ternyata ia mendapatkan lima paper bag yang berisi pakaian dan ya ampun ia sangat malu ternyata Violet juga membelikannya pakaian dalam "silahkan tanda tangan disini..." Rykel melihat total harga pakaiannya dan itu sangat murah bahkan tidak sampai tiga juta ini hanya uang jajan Rykel untuk satu jam setelah persiapan selsai Rykel langsung turun menghampiri Violet yang sudah cantik tengah duduk di sofa putihnya
__ADS_1
Rykel mendekat entah mengapa ia merasa sepertinya Violet tengah memikirkan sesutu terlihat dari raut wajahnya mommynya menatap kosong ke arah depan "mommy?..." Violet terkejut ia langsung tersenyum dan memegangi kedua pundak Rykel "kamu sudah tampan... Ayo kita berangkat..." Violet hendak berdiri tapi Rykel menahannya dan membuat Violet kembali duduk
"Apakah ada sesuatu?... Kenapa mommy terlihat murung?..." Rykel mengedipkan matanya dengan lucu membuat Violet tak bisa berkata apakah ia sangat memperlihatkan jelas ekspresi wajahnya "ah.. tidak apa-apa mommy hanya sedang menunggu kamu..." Rykel tidak ingin tanya lebih jauh lagi karena ia akan mencari tahu sendiri apa yang terjadi
Violet bangun sembari menggandeng tangan Rykel menuju parkiran dan mereka pun melaju ke toko kue milik Violet "mommy jika ada sesuatu bisakah mommy lebih terbuka padaku?..." Violet mengerutkan keningnya ia melirik Rykel dan tentu saja Rykel tau apa yang Violet pikirkan Rykel terlalu ikut campur urusan Violet "maaf seharusnya aku tidak mengatakan itu..." Ujar Rykel memalingkan wajahnya
"hei.. lihat mommy Rykel..." Senyuman hangat dan wajah ceria yang Rykel lihat dari bidadari di hadapannya ini "maaf mommy hanya kaget karena kamu ternyata peduli sama mommy... Mommy akan lebih terbuka begitupun kamu harus terbuka jangan merahasiakan sesuatu dari mommy..." Rykel mengangguk tentu saja ia peduli apakah seorang anak tidak akan peduli jika ibunya sedang banyak pikiran? "Aku menyayangimu mommy..."
Rykel mengerti, ada satu hal yang ia sembunyikan yaitu keberadaan Baran di dalam tubuhnya lalu Entah mengapa mereka menjadi sedekat ini padahal mereka baru bertemu kemarin siang dan sekarang sudah bisa saling mencurahkan kasih sayang memang ikatan anak dan ibu sangat luar biasa
Banyak pegawai yang bertanya-tanya siapakah anak itu setahu mereka Violet memang janda tapi mereka tidak tahu jika Violet sudah mempunyai anak
"Mommy kita mau kemana?..." Tanya Rykel karena ia terus masuk ke dalam toko "kita ke ruangan mommy..." Violet membuka pintu ruangan ini sangat sederhana tapi sangat nyaman inilah kehebatan mommynya diamana kesederhanaan bisa membuat hati Rykel tenang
Rykel duduk di sofa begitu pula Violet yang duduk disamping Rykel yang bedanya adalah Violet langsung menghadap laptop dan memeriksa pengeluaran dan juga penghasilan tokonya yang ia rasa ada keanehan Violet mengambil handphonenya
__ADS_1
"Bawakam dessert utama" ujar Violet lalu telpon pun dimatikan "mommy?.. apakah ada sesuatu?.." Violet melirik Rykel ia hanya menggeleng dan tersenyum "tidak ada masalah kamu tunggu sebentar lagi makanannya datang..." Bawahan Violet pun datang dan langsung mengumpan dessert tersebut di atas meja
Rykel terus memperhatikan laptopnya entah mengapa ia teringat Dave apakah ia rindu Dave? Mungkin, ia ingin bertemu Dave tapi ia tidak ingin meninggalkan Violet 'jangan!' ujar Baran terdengar jelas oleh Rykel 'aku tau pikiranmu, jangan bawa wanita ini pada ayahmu bodoh!' kenapa? Rykel yakin Violet pasti akan sangat sempurna jika berdampingan dengan Dave lagi
"Sebanyak mommy tinggal ke toilet dulu..." Rykel mengangguk dan ia langsung menghadap laptop Violet tangan Rykel begitu lihai mengotak-atik laptop tersebut dan bingo! Rykel tau permasalahannya ini sama seperti yang Dave alami hanya seekor cecunguk yang korupsi dengan cara rapi pasti mommynya mendapatkan kerugian besar
Rykel melacak sang cecunguk tersebut dan kabar baiknya sekarang cecunguk tersebut ada di toko ini Rykel mengembalikan laptop ke posisi semula saat Violet kembali dan duduk di samping Rykel "Mommy apa aku boleh keliling toko?.." Violet tersenyum lalu mengangguk "jangan jauh-jauh nanti mommy cari kalo pekerjaan mommy sudah beres..."
Semua pelayang menunduk hormat pada Rykel dan itu memang wajib mereka lakukan "ah ketemu.." sangat aneh jika biasanya sang koruptor adalah pria kini ia melihat wanita yang akan menjadi korbannya "permisi?.." Rykel tersenyum dengan lembut "iya?.. apakah ada sesuatu?..."
Bukannya ia harus menanyakan 'apakah ada yang bisa saya batu?' terlihat jelas ia ketakutan tapi kenapa masih melakukan sih?! Ini malah membuat Rykel geram 'jaga emosimu jika tidak ingin aku keluar' ujar Baran dan tentu Rykel akan bermain cantik "bolehkan aku tau siapa kamu?.." wanita itu mengangguk Rykel melihat ia menelan ludahnya sendiri sepertinya ia memang benar-benar ketakutan "sa-- saya sindy..."
Rykel mengangguk "mommy sedang bekerja di dalam ruangannya dan aku bosan... Bisakah kamu menemani aku ngobrol di kursi sana?..." Rykel menatap sindy yang terlihat sangat gugup "tapi tidak baik jika atasan dan bawahan duduk bersama..." Ujarnya berusaha menolak apakah wanita ini menantang Rykel
"Dan akan sangat tidak sopan bukan jika kamu menolaknya..."
__ADS_1