Crazy Daddy

Crazy Daddy
mommy?


__ADS_3

*flashback on


"jangan nangis... Mommy cuman tidur dia pasti bangun..." Dave mengusap pipi anaknya ia mencium bertubi tubi keningnya berharap Violet akan terbangun kembali tapi nyatanya itu harapan yang tidak berguna Violet sudah tiada


Apa yang Dave pikirkan sendari tadi ternyata salah! Violet belum mati detak jantungnya kembali lagi dengan cepat Regan menekan tombol merah dan para dokter pun juga terkejut dengan kejadian yang baru pertama kali mereka lihat


Darah begitu deras mengalir di kening Violet suhu tubuhnya memang dingin tapi perlahan kedinginan itu berubah menjadi hangat betapa bahagianya Regan saat mendengar suara detak jantung Violet


"Kak! Violet kembali..." Ingin sekali Dave meneteskan air matanya tapi apa yang Dave lihat? Ia melihat tatapan dingin Regan "lalu jika ia kembali kau mau apa?!!.. membuatnya menderita lagi?!!... Setidaknya dengarlah perkataan Violet!... Pergilah bawa anakmu!!..." Perkataan Regan seakan mengatakan jika anak di pangkuan Dave itu bukan darah daging Violet padahal baru beberapa waktu anak itu lahir dari rahim Violet


"Ini hanya sementara!!.. pergilah untuk sementara dan kau boleh kembali lagi!!.." betapa hancurnya harga diri seorang Dave dan orang yang menghancurkannya bukan orang asing melainkan kakak kandungnya sendiri


Dave begitu mencintai Violet tapi jika ini yang Violet inginkan maka ia akan lakukan "akan aku lakukan kemauan kalian!!" Dave hendak berbalik "namanya Rykel.." ujar Regan dengan dingin "kenapa? Dia anakku kenapa harus kau yang memberikannya nama?!" Dave melirik Violet yang sekarang sudah memakai selang oksigen "karena nama itu juga pemberian dari Violet.." Dave tak habis pikir jika memang mereka tidak peduli pada anaknya untuk apa memberikannya nama "baiklah" Dave pergi


"Ada satu hal yang terjadi pada pasien.."

__ADS_1


Flashback off*


"Nggak... Vi cuman mau lihat kakak... Tapi ternyata kakak lagi ada tamu... Emm Rykel kamu orang yang selalu kakak ceritakan padaku..." Rykel mengerutkan keningnya bagaimana Regan bisa menceritakan tentang dirinya selagi ia masih berada di luar negri


Regan tau kenapa Rykel bingung "anon yang memberi tahuku... Dan Vi bisakah kita ngobrol lagi nanti?.. kakak ingin berbicara berdua dengannya.." Violet mengangguk "baiklah sampai jumpa Rykel..." Violet tak lepas dari tatapan Rykel hingga Violet hilang di telan pintu pun Rykel masih menatap pintu itu


"Ikatan anak dan ibu memang sangat luar biasa.." Rykel melirik Regan "paman bilang apa?" Regan tertawa kecil lalu wajahnya berubah menjadi serius "ya, dia ibumu..."


Rasa bahagia meluap! Rykel membulatkan matanya ia melirik pintu hendak berdiri menyusul Violet "tidak, jangan susul dia.." ujar Regan dengan tenang "kenapa?.. aku sangat ingin memeluknya... Dan apa mungkin karena aku yang tinggal di luar negri mommy jadi lupa padaku?... Ah ya! Mommy pasti lupa itu semua karena Daddy yang memisahkan aku dengan mommy!!.."


"Berhentilah bicara... Dan dengarkan aku.." suasana mendadak ekstrim karena Regan mengingat masa lalu hawa di ruangan itu menjadi mencengkam "satu hal yang harus kamu tahu bahwa mommymu yang membuangmu bukan Daddymu..."


"Lalu kenapa aku yang menjadi korban?... Apakah sesulit ini untuk mendapatkan pelukan hangat dari orang tuaku?.." Rykel menangis air matanya menetes di pipi putihnya "hei hei jangan menangis ternyata sifatmu sama seperti mommymu... Kalian sama-sama cengeng..."


'ya aku cengeng tapi Baran tidak.' batin Rykel

__ADS_1


"Benarkah?" Regan mengangguk "ada satu hal yang harus kamu ketahui... Mommymu terkena amnesia... Seberusaha apapun aku untuk mengingatkan keberadaanmu ia tidak pernah ingat siapa kamu... Awalnya ia tidak ingat siapapun tapi seiring berjalannya waktu ia percaya jika aku kakaknya ingatlah Rykel bahwa tidak ada yang mustahil di dunia ini... Mungkin dengan adanya kamu mommymu akan mengingatmu..."


Rykel mengerti inilah mengapa mommynya pergi begitu saja padahal ia sudah senang Violet mengetahui namanya "sekarang aku harus apa paman?.. " Rykel bertanya dengan mengusap air matanya "aku punya rencana... Tapi setelah itu kamu harus menjalaninya sendiri.."


¶∆¶


"Ha?.. tapi kenapa harus rumah Vi kenapa tidak rumah kakak biar grizelle ada temen..." Ujar Violet di luar ruangan "Vi kamu gak boleh gitu... Kita harus saling membantu oke.." Violet menghela nafas panjang "baiklah..." Regan masuk ke dalam ruangannya "pulang dan istirahatlah.." ujar Regan di alas anggukan oleh Rykel "aku pulang dulu kak..." Violet berjalan menuju mobilnya sebenarnya ia suka sendiri di rumah karena ia bisa bebas melakukan apapun


Saat di dalam mobil "apakah tidak apa-apa aku menginap?.. aku hanya akan menginap beberapa hari..." Violet yang fokus pada jalanan melirik Rykel "kenapa tidak boleh?.. tentu saja boleh.." Rykel tersenyum sesenang inikah ia hanya sekedar berbicara beberapa patah kata pada mommynya "terima kasih mom-" ucapan Rykel terputus ia bingung harus memanggilnya apa "mom?... mommy?..."


Regan pernah berkata jika Rykel hanya tinggal dengan ayahnya dan mungkin ia ingin memanggil mommy dan hati Violet luluh saat melihat Rykel menundukan wajahnya mungkin ia rindu sosok ibu "kamu boleh panggil mommy kok..." Rykel tersentak "benarkah??.." mata Rykel berbinar membuat Violet terkekeh kecil "terima kasih mommy..." Violet mengusap kepala Rykel membuat Rykel nyaman dan menutup matanya merasakan elusan lembut mommynya


"Sudah sampai..." Ujar Violet memarkirkan mobilnya di bagasi 'ini sangat berbeda dengan Daddy' batin Rykel melihat rumah milik Violet rumahnya sederhana hanya memiliki dua lantai desain yang sederhana tapi terlihat sejuk bunga-bunga yang menggantung lucu di teras dan lihat bahkan kesetnya saja sangat lucu membuat Rykel tak enak hati jika menginjaknya "injak aja itu gunanya memang buat diinjak..." Rykel mengangguk lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah barunya


Rykel duduk di sofa ruang tamu ia menghadap televisi "apa kamu mau nonton sesuatu?.." tanya Violet sembari duduk di samping Rykel "tapi aku sedang tidak mau melihat darah..." Ha? Violet mengerutkan keningnya "darah?.." Rykel mengangguk "biasanya Daddy akan memutarkan film sycopat..."

__ADS_1


"Astaga!... Apakah dia tidak waras?.. mulai sekarang lupakan film itu lupakan jika kamu pernah menonton film itu... Sekarang lebih baik kamu bermain ini.." Rykel melihat Violet yang seperti tengah mengambil sesuatu di dalam lemari kecil 'bermain? Apakah pisau? Pistol?' Rykel setia menunggu Violet dan Violet pun datang dengan membawa kotak


"Lebih baik kamu bermain Vidio game..." Rykel pernah mendengarnya tapi ia tidak pernah memainkannya karena tidak ada waktu untuk bermain Vidio game di hidupnya yang penuh dengan didikan keras dari Dave "tapi bagaimana cara memainkannya mommy?.." Violet juga tidak tahu.


__ADS_2