Crazy Daddy

Crazy Daddy
semoga jera


__ADS_3

Dave membalikan tubuhnya ia memunggungi Violet


"Kau sudah puas bukan?!! Sekarang kau boleh pergi!!" Anon menatap Dave apa maksudnya boleh pergi apakah Dave benar-benar akan melepas Violet


"Dave kau serius?" Tanya anon memastikan


"Untuk apa aku berbohong?!! Kau sudah boleh pergi!! Dan anon antar dia kembali ke tempat yang selalu ia bilang rumah!!" Dave pergi meninggalkan anon yang tak berbicara apapun begitu pula Violet yang hanya diam


Anon membantu Violet berdiri "Dave tidak serius kamu jangan khawatir..." Anon berusaha menetralkan suasana


"Ia serius..." Timpal Violet dengan mata berkaca-kaca "aku membuat kesalaha lagi" Violet melirik Baran


"Mungkin ini memang sudah takdir... Baran mommy akan pergi--"


"Yasudah pergi saja!! Aku tidak membutuhkan siapapun!! Kalian semua tidak berguna!! Aku menyukai kesendirianku!!"


Jika hati Violet terbit dari kaca mungkin sekarang sudah hancur menjadi sangat kecil


"Baiklah..." Violet berbalik ia masih kesusahan berjalan


"Anon apakah kamu bisa mengantarku pulang?..." Anon mengangguk lemah ia merasakan kesedihan Violet bagaimana pun kini Violet seorang ibu


"Maaf merepotkan lagi bisakah kamu menapaki?..." Anon memegang tangan Violet jalan Violet sangat lambat Dave pasti sangat menyakiti Violet


Anon dan Violet memasuki mobil sekarang mereka tengah menuju bandara diantar oleh supir pribadi Dave


Hanya bangunan tinggi yang Violet lihat ia tak henti meneteskan air matanya rasanya sangat sakit tapi ia tidak bisa berbuat apapun


Ingin sekali anon memeluk Violet mengurangi kesedihan Violet tapi itu akan sangat lancang


"Anon sampai sini saja aku akan pulang sendiri..."


Itu ucapan Violet saat mereka sudah berada di tangga pesawat

__ADS_1


"Tidak apa aku memang sudah rindu istriku..." Violet berbalik menatap anon wajahnya terlihat sangat lelah


"Aku mohon tinggalah sebentar saja disini... Aku tau aku egois tapi aku mohon aku tidak ingin Dave menyakiti lagi Rykel... Kamu pasti tahu bagaimana sikap Dave pada Rykel... Jaga dia.. Hanya kamu yang bisa aku percaya..." Anon dilema ia tidak tega meninggalkan Violet tapi ia juga tidak bisa meninggalkan keluarganya


"Baiklah... Jaga kesehatanmu hati-hati dijalan..." Violet mengangguk ia menaiki pesawat dan anon pun kembali ke rumah Dave


Pemandangan diluar sangat indah awan putih menghiasi indahnya langit sangat indah tapi tidak bisa membuat Violet menghentikan tangisnya


Salah satu pramugari cantik menghampirinya "nyonya apakah anda mau saya bawakan makanan?..." Violet tidak menoleh ia masih setia menatap keluar


"Tidak biarkan aku sendiri..." Pramugari itu menurut dan memilih pergi


"Kenapa aku sampai berkata seperti itu?... Pantas jika Dave marah maaf jika aku memang istri yang selalu membantah suami... Maaf jika aku memang bukan ibu yang sempurna bagi Rykel... Maaf hikss... Aku memang selalu menjadi tidak berguna hikss... Aku memang tidak berguna hikss... Maaf hikss... Seandainya papa masih ada mungkin aku sedang berada di pelukan papa hikkss... Maaf aku memang tidak berguna hikkss... Aku hanya akan menjadi beban untuk semua orang hikks... Aku selalu egois pemikiran ku selalu sempit aku memwng tidak berguna hikkss... Aku lemah! Aku sangat lemah hikss... Tidak bisa menjadi wanita tangguh bagi semua hikss... Beban! Aku hanya beban hikkss... Sampah tidak berguna aku hanya sampah!... Hikss.... Sampah tetap sampah!... Hikss... Aku harus bagaimana hikss..."


"Sampah tetap sampah aku harus bagaimana" suara itu menggema di telinga Dave mungkin ia terlalu kejam pada Violet tapi ini hanya sekedar membuat Violet jera dan menjadi wanita penurut lagi


Dave menoleh pada anon yang tengah berjalan padanya


"Kau bilang padaku kita hanya akan berpura-pura saja!... Tapi kau malah menyuruh Violet untuk pergi! Aku sudah susah-susah mengarang cerita tentang Baran tadi dan ternyata ini yang kau mau?!" Dave berdiri ia menghadap anon kekesalan masih bergejolak amarahnya masih membara


"Kau tau apa?!! Kau tidak tau apapun!! Lebih baik kau bunuh anak itu!! Aku tidak mau melihatnya lagi!!" Dave berjalan keluar rumah ia butuh hiburan


Anon tidak mungkin membunuh ia mendatangi Baran mensejajarkan tubuhnya dan menutup mata Baran dengan tangannya


Dengan kemampuan yang luar biasa anon berhasil membuat Rykel kembali Sekarang mata hijau itu sudah menjadi milik Rykel sudah tidak akan ada lagi Baran berkata hijau tapi anon tidak bisa menghilangkan Baran ia hanya bisa menidurkan Baran itu saja


Anon melepas rantai yang mengikat Rykel membawanya ke ruang tamu mendudukan Rykel dan mengobati lukanya ia harus membawa Rykel sebelum Dave benar-benar membunuh Rykel


"Apartemen?... Tapi untuk apa?... Dan dimana mommy?..." Logak manja dan wajah lucu yang pasti sangat Violet rindukan


"Paman akan menceritakan semuanya disana..." Rykel mengangguk lucu ia ikut anon ke apartemennya


Sudah banyak mata di depan Dave ia memainkannya seakan itu kelereng

__ADS_1


"Hanya untuk beberapa hari saja... Setelah itu aku akan menjemputmu pulang lagi kemari..." Dave berdiri ia meninggalkan tempat tersebut sudah banyak mayat tergelatak di lantai


*


"Apa?!... Tapi mengapa paman tidak memberi tahu mommy jika aku bisa kembali?... Aku sangat merindukan mommy..." Anon tau ia tau jika ia salah tapi ia juga tidak ingin kehilangan keluarganya


"Maaf paman takut pada Daddymu..."


Tidak seharusnya anak kecil seperti Rykel mendengar pertengkaran kedua orang tuanya tapi inilah takdir dimana Rykel memang harus menjadi korban


"Kasihan mommy hikss... Setidaknya biarkan aku pergi dengan mommy... Aku sendiri yang akan meminta izin pada Daddy..."


Anon menggeleng "Daddymu sedang tidak waras... Dia ingin kau mati... Makanya jangan bertemu dengannya..." Rykel tidak masalah jika ia mati tapi ia tidak mau Violet tenggelam dalam kesedihan


"Aku sangat rindu mommy..." Rykel sudah berkaca-kaca ia sangat merindukan Violet


"Maaf Rykel paman tidak bisa berbuat apapun... Paman tidak ingin kehilangan keluarga paman..." Rykel mengangguk ia tau ia tidak boleh egois


"Daddy bodoh hikss... Sekarang mommy pergi lagi!" Rykel meremas bajunya ia kesal sangat kesal


*


Violet berjalan dengan lambat di bandara ia mencari taksi setelah itu langsung menuju rumahnya ia tidak mengabari Regan jika sekarang bisa tengah diperjalanan pulang ia tidak ingin bertemu siapapun ia sedang mau sendirian


Setelah beberapa jam ia pun sampai di depan rumahnya Violet mengambil uang dan langsung membayarkannya pada taksi tersebut


Violet lelah ia belum makan dan karena menangis itu membuat tenaganya terkuras habis


Violet berjalan menuju kamarnya ia harus berbaring ia sangat susah untuk berjalan kakinya gemetaran seakan setiap menit tubuhnya menjadi sangat berat


Brugh


Di depan pintu kamarnya Violet tumbang ia tak bisa menahan berat tubuhnya semuanya gelap Violet pingsan

__ADS_1


__ADS_2