Crazy Daddy

Crazy Daddy
cari angin


__ADS_3

Bulan demi bulan pun silih berganti memperlihatkan perut violet yang semakin membesar wajah dan juga tubuh violet pun ikut membesar


Dave kalang kabut dikala violet memegangi perutnya yang kesakitan di hari libur ini mengapa semua dokter pribadinya malah sibuk


Rykel tidak ada disini kemana anak itu sendari pagi ia tidak terlihat


"Dave!.. ahkhh!! Sakit!..." Violet menjambak rambut Dave dengan kencang ia kesakitan


"Sayang... Tahan sayang... Kita ke rumah sakit sekarang juga..."


Dave hendak mengangkat violet tapi


DORR


sebuah balon pecah mengagetkannya membuat nya menoleh dengan cepat ke sumber suara


Disana Rykel tengah membawa sebuah kue dengan lilin di atasnya wajahnya tersenyum lebar


Rykel mulai bernyanyi untuk sang Daddy


Violet berdiri ia bertepuk tangan sembari bernyanyi


Ya ini ulang tahun Dave dimana Rykel dan juga violet sudah mempersiapkan semuanya


"Happy birthday to you"


Dave terharu tapi ia kesal dengan akting violet karena itu sangat nyata violet hebat dalam berakting


Dave meniup lilinnya dan Rykel memberikan pelukan hangatnya begitu pula violet


"Rykel sayang... Kenapa kamu ledakan balonnya?... Mommy kaget..." Rykel tertawa kecil sebelum ia menjawab


"Karena Daddy terlalu fokus pada mommy sampai tidak sadar aku datang..."


Rykel juga melihat bagaimana ekspresi kaget Violet saat mendengar suara ledakan balon


Membuat permohonan lalu meniup lilinnya yang sekarang sudah padam


Mereka bertepuk tangan sederhana tapi Dave tidak akan pernah melupakan ini apalagi dengan akting violet yang sangat keren


"Terima kasih" ujarnya dengan senyum manis yang hanya ia tunjukan pada keluarga kecilnya


"Yeaaaa liburan!.." ujar violet dan Rykel semangat 45 mereka menanti liburan ini karena percaya lah mereka bosan sangat bosan di rumah


"Tidak" semu terdiam dan menoleh pada Dave yang berwajah kesal


"Dave?..."


"Sayang... Kamu lagi hamil besar... Liburan? Kita bisa melakukannya saat kamu sudah lahiran..."


Ya ya Dave tetaplah Dave dan violet tetaplah violet mari kita lihat ibu hamil ini


"Apa aku pernah meminta hal aneh?!... Aku hanya mau liburan melihat suasan di luar sana!... Aku butuh refreshing Dave!..."


Dave tak habis pikir padahal violet selalu meminta yang aneh-aneh misalnya yaitu kemarin saat Dave harus memakan kue ibu hamil milik violet jika tidak violet akan marah seperti hari ini


"Sayang..."


"Sudahlah!..." Violet melewati Dave menarik tangan Rykel yang masih dengan kue di tangannya


"Baiklah-baiklah... Kita akan liburan..."


Violet tersenyum ternyata aktingnya sangat bagus tidak sia-sia ia rencanakan ini bersama Rykel

__ADS_1


"Yes... Baiklah aku akan siap-siap..." Ujar Rykel langsung menyimpan kue tersebut dan berlari menuju kamarnya


Ini juga sebagai hadiah kenaikan kelas untuk Rykel


Mendekat pada violet yang masih cemberut dan memalingkan wajahnya


Mengelus pipi tembem violet yang semakin membesar


"Kita akan kemana?..." Tanya Dave memandang wajah istrinya yang terlihat masih cemberut


Membuat wajah seolah berfikir violet juga bingung ia mau kemana


"Bagaimana jika kita naik roller coaster?"


Membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang Violet katakan sungguh permainan yang sangat menantang bagi ibu hamil


"Sayang... Kamu katakan itu sekali lagi maka akan aku cium kamu sampai pingsan..."


Violet tertawa kecil ia hanya asal bicara saja dasar Dave si baperan


Cup


Dave mengecup bibir Violet dengan penuh cinta dan kasih sayang hanya kelembutan tidak ada nafsu


"Ingat sayang keluar kota saja aku tidak akan mengijinkan apalagi luar negeri..."


Oke Dave sudah mulai menyeramkan Violet tidak berani melawan lagi toh itu tidak akan berguna


"Kalau dekat namanya bukan libu--"


"Kita bukan mau liburan... Hanya cari angin saja..."


Dave membawa Violet ke atas ranjang membantu ibu hamil tersebut untuk bersiap-siap


"Dave..." Rengek violet dengan wajah memelasnya


*


Para bodyguard berjejer rapi di jeoanjang jalan mengikuti sang majikan yang tengah berkendara menuju restoran terkenal disana


Mereka bertiga turun dari mobil lalu berjalan masuk ke dalam restoran yang terlihat sepi


kalian pasti mengerti jika Dave telah menyewa nya


"Anak itu bukannya yang pernah berkelahi dengan preman disini?..."


"Benar! Bagaiman bisa anak semuda itu punya tatapan membunuh seperti itu?..."


"Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya..."


"Ah benar sekali..."


Dave tentu mendengar semuanya ia yakin Violet juga pasti mendengar obrolan dua wanita bodoh di sampingnya


Melirik Petra dengan tatapan dinginnya


Tentu Petra mengerti ia menganggukkan kepalanya setelah Dave masuk ke dalam restoran


"Nona nona maaf mengganggu waktunya... Bisa ikut saya sebentar?... Saya ingin menawarkan kehidupan baru untuk para nona cantik di hadapan saya..."


Hanya ucapan saja mereka sampai tersipu malu seperti itu dasar ***** murahan


Tentang apa yang Petra katakan mungkin itu akan menjadi perkataan terakhir yang akan mereka dengar

__ADS_1


Dave duduk di kursi hadapan violet terlihat jelas jika Violet tengah memikirkan perkataan wanita di luar restoran


"Mereka semua salah orang... Itu bukan Rykel..." Ujar Dave sembari mengelus tangan Violet


"mommy aku tidak mungkin melukai orang..."


Violet tersenyum walaupun ada yang mengganjal di hatinya tapi ia percaya pada perkataan Dave dan juga Rykel


"Ya ampun keluarga yang sangat sempurna..."


Sontak mereka menoleh pada pelayang yang tengah berdiri di samping Violet


"Nona dimana suamimu?... Mengapa kamu datang bersama ayahmu?... Lucunya anakmu... Ayahnya pasti tampan... Pak anda juga tampan... Nona apa boleh kita berfoto?... Anda sangat cantik saya hanya ingin meminta sekali foto saja..."


Violet tak bisa berkata apapun ia hanya mengerjapkan matanya sembari melirik Dave yang menatap datar pelayang di hadapannya


"Paman kau pasti pelayan baru?..." Tany Rykel dan di balas anggukan


"Paman jika mommy ada disini tentu daddyy juga ada disini..." ucapan Rykel sangat tenang tak lupa dengan senyuman manisnya


"Ya Tuhan maafkan aku!... Aku tidak tahu jika anda adalah suami dari nona ini..."


Tuk tuk tuk


Ketukan tangan Dave pada meja makan membuat suasana menjadi sangat menyesakkan


Apalagi hanya tinggal beberapa Senti lagi pelayan tersebut akan bersentuhan dengan Violet


Terus memandang dan apa yang ia tak suka akhirnya terjadi pelayan tersebut menyentuh violet


Dave berdiri "Sayang... Kita pindah ke tempat lain saja..." Violet menurut ia tidak mau ada keributan disini lebih baik mereka pindah saja


"Jika ingin mencoba ramah... Seharusnya kau tau siapa lawan bicaramu..." Dave menggandeng violet ke dalam mobil


Dave tidak akan membunuh pelayan tersebut ia masih punya hati nurani ia masih mengasihani pria tersebut


Sebelum masuk mobil Dave berdiri menatap ke depan dengan wajah datarnya


Petra langsung menghampiri Dave sembari tangan yang ia sembunyikan ia tidak mau jika nyonya besarnya melihat darah atau bahkan mencium bau darah untungnya jarak mereka cukup jauh


"Lidahnya!! Berikan pada anjing jalanan!!"


Dave masuk ke dalam mobil duduk di samping Rykel yang duduk diantara Dave dan juga violet


"Daddy kita akan kemana..." Dave pun bingung akan kemana


"Disini banyak restoran dengan sajian lezat..."


Violet diam ia tidak berbicara sepatah kata pun ia hanya memandang bangunan tinggi di hadapannya


"Sayang?.. apa kamu mau melihat perusahaan ku yang bahkan lebih besar berlipat-lipat dibandingkan dengan gedung yang sedang kamu perhatikan..."


Violet menoleh ia tersenyum ternyata Dave bisa membaca pikirannya


"Apa boleh setelah makan kita ke kantor?..." Dave mengangguk kemauan istrinya itu mutlak harus di laksanakan


Di sisi lain Petra masih bingung siapa yang membuat Dave geram dengan perkataan


Masuk ke dalam restoran dengan bodyguard berjejer di belakangnya


"Yang mana?!!" Tanya Petra dengan dingin pada bodyguard yang tadi menjaga Dave dan Violet


"Pria yang tengah berdiri di depan kasir..." Ujarnya dengan takut

__ADS_1


Petra mengangguk dan di tempat itu juga ia memotong lidah pria berbadan lentur itu hingga ia menjerit keras membuat sensasi aneh yang menjalar di tubuh Petra semakin menyenangkan


Tidak ada yang berani menolong semua hanya bisa diam sembari mengasihani nasib malang pria tersebut


__ADS_2