
Pintu terbuka dimana Regan tengah menggendong grizelle dengan Alena disampingnya
"Aunty.." grizelle langsung turun dari gendongan Regan ia berlari menuju Violet dan melepas rindu
"Aunty kemana saja hikss?... Jangan pergi lagi hikss..." Violet membalas pelukannya tak kalah erat
"Iya maaf..." Hanya itu jawaban dari Violet
Dave mendongak ia melirik Regan
Terakhir kali saat Regan tiba-tiba menelpon Dave agar Violet kembali dan disitu Dave marah besar tentu sekarang mereka berdua sedang tidak dalam suasana yang baik
"Tidak berguna!" Dave hanya menatap datar Regan yang tengah memarahinya
Alena menggapai tangan Regan ia menggenggamnya erat ia tidak ingin lebih lama lagi disini
"Sayang... Bagaimana kalau kita pulang?... Lagian kita sudah jenguk..."
Plak
Tepisan kasar membuat Alena terdiam
"Kak?..." Violet menahan Regan yang sepertinya hendak mendekat pada Dave
Alena masih kaget ia menunduk sembari memegangi tangannya yang sedikit memerah
Tentu grizelle yang tidak mengerti apapun hanya diam dan memperhatikan sekitarnya
"Ada apa dengan kakak?... Udah cukup!... Jangan seperti ini lagi... Kita bisa bicarakan semuanya..."
Regan mengangguk lalu mundur dan menoleh pada Alena lalu pada grizelle
"Sepertinya kakak harus pergi..." Violet mengerti Regan pasti ingin ngobrol dengan keluarganya
"Sayang... Ayo kita main keluar..." Regan begitu lembut pada grizelle dan grizelle pun langsung naik ke gendongan Regan
"Cepat ikut aku!" Bisikan Regan begitu menyeramkan di telingan Alena
Mereka kembali keluar dari ruang rawat
"Kenapa?" Tanah Dave memeluk Violet dari belakang
"Bukan apa-apa..." Dave mencium tekuk leher Violet
"Kamu kecewa karena mereka pergi lagi?..." Violet menggeleng walaupun apa yang Dave katakan benar tapi ia tidak boleh terlalu memperlihatkannya bisa-bisa Dave marah karena dianggap tidak ada
Tok tok
Dave mengambil bubur ayam yang baru saja bawahannya berikan padanya mereka berdua duduk di sofa
"Sekarang kamu makan... Karena nanti siang kita akan pulang..."
Violet mendongak menatap Dave
"Ngedadak banget..." Ujar Violet sembari membuka mulutnya menerima suapan pertama
"Kamu gak rindu anak kita?... Kasihan dia cuman berdua sama pembantu asing..."
Violet mengerutkan keningnya bingung
"Pembantu asing?..." Dave mengangguk
"Udah jangan banyak bicara dulu habiskan sarapannya.."
__ADS_1
*
"Rykel!..." Anon duduk disamoing Rykel yang tengah memandang lurus ke arah jendela
"Kau kenapa?" Tanya anon
"Kapan mommy dan Daddy pulang?..." Anon tersenyum tentu ia tahu apa yang baru saja Dave dan Violet alami toh Dave sendiri yang mengirim pesan padanya bahwa mereka sudah berbaikan
"Besok... Mereka akan pulang besok..." Rykel membinarkan matanya
"Benarkah?" Rykel sangat senang akhirnya mereka bisa berkumpul bersama lagi
"Tentu... Sekarang bersiaplah kita akan pulang ke mansion Daddymu..." Rykel mengangguk dan mempersiapkan diri untuk pulang
Anon menyandarkan tubuhnya ia rindu istrinya kapan ia bisa pulang ke Indonesia
Kenapa diluar sangat berisik banyak kendaraan yang datang
Deg
Anon menajamkan tatapannya apakah barusan ia mendengar suara senjata api
Anon mengintip jendela dan sialnya puluhan orang dengan senjata api tengah mengepung tempatnya
"Apakah ada yang sedang terlibat sesuatu?... Malangnya orang itu tapi siapa?..."
Anon mencari handphonenya ia menelpon Dave
"Apa?!!" Itu suara Dave
"Banyak orang dibawah Apakah mereka mencari ku? Cepatlah datang bodoh aku ketakutan!"
"Apa yang kau katakan?!!"
Brak!
Anon memberhentikan ucapannya saat ia mendengar pintunya sedang di dobrak
"Apakah mereka benar-benar sedang mencariku?" Anon menelan ludahnya
"Apa yang terjadi?" Tanya Dave di seberang sana
"Mereka berusaha mendobrak pintu!.." shit! Anon panik ia sangat ketakutan
"Jelaskan mereka memiliki tato apa?!!" Dave ikut panik pasalnya Rykel juga tengah bersama anon
"Tato mereka itu seperti lambang hanya tulisan MJ..." Anon berusaha tenang walaupun pintunya sudah beberapa kali di dobrak
"MJ? Sial!! Kenapa gerakan mereka sangat cepat?!! Diam disana bantuan akan segera tiba!!..."
Anon paham sepertinya Dave memiliki Masalah dengan anggota MJ? Anon mendatangi Rykel yang tengah bercermin
"Paman?" Rykel tersenyum "kita dalam masalah besar ada orang jahat diluar kamu jangan takut kita hanya harus menunggu dan kita akan selamat...." untuk pertama kalinya Rykel melihat wajah Anon yang tengah menyembunyikan kekhawatiran nya
"Tapi kenapa?"
"Paman tidak tahu tapi kita harus tenang sekarang kamu bantu paman untuk menahan pintu..." Mereka berlari menuju pintu utama menahannya dengan sofa besar
"Dan bantu paman menutup jendela dengan lemari..." Rykel menurut mereka mendorong lemari bertujuan menghalau orang masuk
Duagh!
Gedoran di pintu sangat kencang membuat Rykel kaget
__ADS_1
"Paman aku takut..." Rykel memeluk anon "Tidak apa paman ada disini..." Anon takut tapi ini bukan saatnya ia ketakutan
"Buka pintunya!! Ini semua karena pria sialan itu!! Perusahaan ayahku hancur!! Buka pintunya!!"
Brakk!
Pintu terbuka anon membulatkan matanya orang di hadapannya sangat sangat penuh dengan amarah sekarang apa yang telah Dave lakukan sehingga pria dihadapannya ini penuh amarah seperti ini
"Kau anon?..." Sangat tidak sopan memanggil orang yang tidak seumuran denganmu dengan memanggil namanya langsung
"Akhirnya aku menemukanmu!.. kau tahu aku keliling apartemen sangat melelahkan bukan?..." Sendata api ditangannya membuat anon menelan ludahnya dan beberapa orang bertubuh besar dengan tato di lehernya memiliki aura yang sangat menyeramkan
"Kau mencariku?!.." tanya anon dengan mata tajamnya
Rykel takut ia bersembunyi di belakang anon
Pria tersebut tertawa "Aku mencarimu?..." Lagi. Ia kembali tertawa
"Aku mencari anak itu..." Tunjuknya pada Rykel yang menyembunyikan tubuhnya
"Ayahku mengalami kebangkrutan... Sangat menyedihkan bukan?..." Ia mendekat berdiri di hadapan anon
"Walaupun mereka semua tidak pernah menganggapku... Tidak pernah mengasihani ku... Tidak pernah melirikku... Tapi aku harus berbakti pada ayahku kan?... Aku tidak peduli kakakku yang mereka banggakan itu mati ditangan sahabatmu aku hanya ingin berbakti..."
Anon mendongak saat pistol itu sudah berada tepat di bawah rahangnya
Anon tertawa "Kau masih bisa tertawa disaat ajalmu sudah dekat?... Aku suka orang sepertimu..."
"Pantas saja jika orangtuamu membuangmu!!.. Kau sangat serakah!!... Bukan berbakti yang kau maksud tapi mengambil alih perusahaan!!..."
Anon mendengar gertakan gigi pria dihadapannya
"Sepertinya begitu!.. Danielle Michael joenic di buang karena serakah akan harta itu sangat menarik bukan?... Aku memang haus akan kekuasaan kau puas?!!"
"Paman..." Danielle melirik Rykel
"Nak ikutlah aku..." Rykel menggeleng ia takut
Wajah Danielle menjadi datar ia menarik tangan Rykel dengan kasar
"Hei apa yang ka--"
DOR!!
"Paman!..."
Rykel berusaha melepas pegangannya tapi cengkraman pria tersebut sangat kuat
Anon terduduk ia kesakitan dara di perutnya sudah membasahi lantai
"Ugh.. sialan ah.." anon yang berusaha berdiri terus terjatuh
"Kenapa kau sangat berisik?!! Aku hanya akan menyekapnya untuk jadi sandera!!" Danielle pergi begitupun bawahannya semua menjadi hening untuk sesaat hingga bawahan Dave datang
"Tuan anon!.."
"Bawahan bodoh!! Cepat kejar Rykel!!... Mereka belum jauh!!"
"Baik"
Anon berdiri ia harus kuat ia berjalan menuju mobilnya mengejar Rykel
Anon mengaktifkan GPS yang ia pasang pada cincin Rykel ini hanya untuk jaga-jaga tapi ternyata itu sangat berguna
__ADS_1
Anon melirik perutnya ia mengambil jaket kulit berwarna hitam di bekang lalu memakainya agar pendarahannya sedikit tertekan oleh jaket tersebut