
"sudah berapa tahun kau bekerja disini?..." Tanya Rykel setelah akhirnya mereka duduk di meja yang sama "saya sudah lama bekerja disini sekitar lima tahun..." Rykel mengangguk
"Apakah kau memiliki dendam pada ibuku?..." Sindy dengan cepat menggelengkan kepalanya "lalu kenapa kau mengambil uang ibuku?..." Lihatlah betapa to the point sekali Rykel berbeda dengan Baran 'lucu sekali caramu Rykel! Kenapa kau tidak langsung menghabisinya?!' Rykel seolah tidak mendengar apapun dan terus menatap sindy
"Sa..saya tidak pernah mengambil uang milik Violet--" Sindy membungkam mulutnya "maksud saya milik bu bos..." Rykel menaikan satu halisnya "sepetinya ada yang aneh denganmu... Bicaralah sebelum aku keluarkan sisi lainku..." Sindy gemetar kenapa anak seperti ini memiliki hawa yang menyeramkan
'apa yang baru saja kau katakan? Kau akan mengeluarkanku? Kau yakin?' Rykel tidak menjawab apa yang Baran tanyakan "sepertinya sudah mulai ramai saya permisi..." Sindy langsung berdiri meninggalkan Rykel walaupun pengunjung memenga mulai ramai tapi Rykel masih ingin mengobrol dengan sindy "aku hanya mengancamnya... Aku tidak akan pernah mengeluarkanmu!..." Baran murka ia sangat ingin membuang jiwa Rykel tapi Rykel adalah jiwa abadi milik raganya tentu Baran tidak akan pernah bisa membunuh Rykel
Rykel duduk sembari melihat pengunjung yang semakin lama semakin banyak Rykel melirik seorang anak kecil yang sepertinya setahun lebih muda darinya tengah berjalan dengan tenangnya menuju ruang? Ruangan Violet?! "Siapa dia?..." Rykel berdiri ia langsung berjalan menuju ruangan Violet
"Aunty juga kangen sama kamu..." Violet memeluk anak kecil tersebut membuat Rykel menggenggam erat kenop yang tengah ia genggam 'betapa mirisnya hidupmu baru beberapa hari bertemu langsung mendapatkan saingan' Baran sangat ingin menghancurkan hari Rykel karena penasaran Rykel berjalan mendekat "mommy?..."
"Eh Rykel?... Sini mommy kenalin..." Rykel mendekat ia berhadapan dengan orang pertama yang ia benci "Dia grizelle... Dan grizelle dia Rykel..." Mata itu menatap tak suka pada Rykel "dia siapa aunt?... Risel gak suka sama dia..."
Deg!
'Sangat lancang bukan? Biarkan aku keluar dan akan aku habisi anak tersebut'
"Risel sayang... Kamu gak boleh gitu!..." Grizelle menundukan wajahnya "yauda sebelum ke sekolah kamu makan kue stroberi dulu ambil aja di depan..." Grizelle mengangguk lalu berbalik menatap tajam Rykel "awas kamu..." Ujarnya lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut
__ADS_1
"Rykel dia memang seperti itu... Tapi kalo udah kenal grizelle orangnya asik loh..." Rykel tersenyum "ya mommy aku akan berteman baik dengannya..."
'bodoh! Kau sangat bodoh Rykel! Apa kau tidak sadar?! Ibumu membandingkan kalian berdua lihatlah bagaimana ia menyebut kata sayang dengan lembut pada anak perempuan tadi! Lalu jika padamu? Dia malah langsung memanggil namamu!" Rykel duduk di samping Violet "Rykel sayang mommy..." Ujarnya sembari memainkan jarinya dan Violet hanya mengangguk
"Mommy?... Apakah mommy ingat orang yang bernama Dave?..." Violet melongo saat sesuatu melintas di pikirannya "kamu barusan ngomong apa?..." Rykel mengerti ternyata daddynya bisa mengembalikan ingatan Violet dan saat Violet sudah ingat semua Violet pasti akan menyayanginya dengan sepenuh hati karena Violet sudah ingat jika Rykel adalah anaknya
'bagaimana jika tidak? Bagaimana jika mommymu malah lebih membencimu? Dan bagaimana jika orang tuamu tidak akur?' Baran memang hebat bisa menghancurkan harapan Rykel
"Aku akan tetap mencobanya..." Ujar Rykel dengan berbisik
¶∆¶
Bugh!..
Satu apel melesat dengan cepat ke kepala anon "sialan!... Itu sakit bodoh!.." anon heran mengapa lemparannya sangat tepat ke hidungnya Dave memang ahli dalam banyak hal "kau berisik..." Ujar Dave menyandarkan tubuhnya dan beberapa detik suasana hening
"Dave?... Apakah kau tidak ada niatan menjemput keluargamu?..." Tanya anon di tengah keheningan "untuk apa?... Mereka yang membuangku..." Dave masih ingat bagaimana Violet dan Regan menyuruhnya pergi "waktu sudah berlalu dan semuanya pasti sudah berubah... Tunggu..." Anon melirik Dave "apakah kau berfikir sama dengan apa yang aku pikirkan?..." Dave menyeringai "aku hanya akan menunggu mereka mendatangiku... Jika tidak maka jangan salahkan aku yang akan membuat masa lalu terulang kembali..."
"Apa kau gila?!... Sekarang saja Violet sedang hilang ingatan!.. dan kau berniat menghilangkannya lagi dan hanya akan mengingat dirimu saja?!... Kau benar-benar gila!..." Anon menggeleng segila inikah temannya terkadang ia menyesal telah berteman dengannya
__ADS_1
"Itu hanya keinginanku saja... Jangan terlalu cemas lagian kau bisa menolaknya bukan?..." Anon berdecih "pertama! apa yang kau inginkan pasti kau akan miliki... Dan kedua! tentu saja aku tidak bisa menolaknya aku masih sayang keluargaku..." Dave terkekeh kecil "bagus memang itu jawaban yang ingin aku dengar... Baiklah aku akan pergi..." Dave berdiri dan langsung meninggalka anon
¶∆¶
Sindy sangat terkejut dengan semua ucapan Rykel sekarang ia tengah di kamar mandi ia menatap dirinya si pantulan cermin "kenapa anak dan ayah sangat menyeramkan?..." Tanya nya pada diri sendiri "hanya Violet yang waras..." Sindy tertawa kecil "maksudku... Hanya Violet yang bodoh..." Sindy tertawa terbahak-bahak "setelah kehilangan orang yang kucintai bagaimana bisa aku membiarkanmu bahagia?..."
Sindy berjalan ke luar kamar mandi dan ia kaget saat melihat Rykel tengah tersenyum padanya "hai?.. sepetinya puas sekali kau tertawa di dalam sana... Apakah ada sesuatu yang menarik?..." Rykel mengangkat kedua halisnya meminta jawaban pada sindy "mau temani aku lagi?..." Sindy menggeleng "saya sibuk... Sepetinya saya sangat sibuk hari ini..." Ujarnya menolak dengan cara lembut
"Sebentar lagi waktu makan siang... Aku akan menunggumu di meja tadi..." Ujar Rykel berjalan menuju mejanya tadi Rykel melambaikan tangannya pada sindy "dia sangat menyeramkan.." ujarnya lalu kembali ke kasir
'membosankan! Kau tidak ada niatan untuk membunuhnya? Kau sanga tidak menyenangkan' Rykel tertawa "aku tidak akan pernah berani membunuh siapapun... Tapi jika membuatnya down aku bisa..."
'terserah apa katamu! Yang penting tahanlah selalu emosimu jika tidak ingin tangan indahmu mencekik seseorang'
Dan seperti dugaan Rykel setelah waktu makan siang sindy langsung duduk di hadapan Rykel "aku akan bertanya sekali... Berapa jumlah yang kau ambil?..." Sindy membeku "apa maksud anda..." Rykel tersenyum "uang yang kau curi itu berapa jumlahnya..." Sindy melirik sana-sini ia menelan salivanya "apakah kamu bisu?... Baiklah aku tidak akan tanya lagi... Sebaiknya kau segera kembalikan... Sebelum aku bilang hal ini pada Daddy..." Mata sindy membulat tangannya bergetar cukup hebat keringat dingin mengalir deras di tubuhnya "saya bersumpah saya akan mengembalikannya..." Sindy menunduk "jadi benar kau mencuri?..." Sindy mengangguk "baiklah sindy ingat aku terus mengawasimu..." Rykel berdiri meninggalkan sindy
"Ternyata Daddy memang ditakuti semua orang..." Ujar Rykel di perjalanan menuju ruangan Violet 'ini yang kau sebut cara cantik? Haah ini membosankan! Sangat membosankan!'
"Aku akan makan siang bersama mommy... Senangnya bisa berduaan dengan mommy..." Rykel loncat girang lalu masuk ke ruangan Violet "Rykel ayo makan..." Rykel mengangguk dan duduk di samping Violet
__ADS_1