
Setelah hari itu Violet sudah mulai membaik Violet tidak mencurigai siapapun ia tidak mempermasalahkannya dan ia juga masih tidak tahu siapa yang melakukannya dan Dave tidak memberi tahu siapa pelaku sebenarnya
Dave membiarkan Baran berbuat semaunya Baran tidak akan bisa melawan dirinya Baran hanya bocah nakal yang baru saja puber tentu Baran masih dibawah kendalinya
Dan Baran ia menunggu waktu yang pas untuk kembali meluncurkan aksinya untuk saat ini ia tengah bersahabat dengan Violet ia bertingkah layaknya Rykel tapi tidak pada Dave mereka masih seperti dulu
Seminggu setelah hari itu semua berjalan seperti biasa
Dave membuka matanya ia juga sedikit kesal karena saat tadi malam harusnya ia mendapatkan jatahnya tapi Violet bersikeras menolaknya dengan alasan besok masih mau berjalan bebas dan itu sangat menjengkelkan
Dave melirik kesamping ia mengerutkan keningnya seharusnya Violet ada disampingnya "Vi?..." Tidak ada sahutan Dave bangun dari ranjangnya
Dave masih memakai baju tidurnya ia menuruni tangga mencari sang istri tercinta tak biasanya ia menghilang
Dave mencari ke setiap sudut rumah Dave menoleh ke dapur ternyata benar Violet tengah memasak
"Sayang... Apa yang kamu lakukan?!..." Violet berbalik apakah memasak sebuah kesalahan "bagaimana jika kamu terluka?!..." Nada bicara Dave meninggi
"Apa? Tapi aku hanya buat sarapan buat kita..." Violet merasa familiar dengan situasi ini mungkin ingatannya susah mulai kembali
"Untuk apa?!... Banyak maid disini!..." Violet kaget saat bentakan Dave semakin menakutkan "haah..." Helaan nafas Dave lalu menarik Violet kedekapannya "Sekali ini saja" ujar Dave membuat Violet mengembangkan senyumnya dan Violet mengangguk
"Hati-hati... Pakai celemeknya dengan benar..." Dave membenarkan celemeknya yang sedikit miring "Aku tunggu disini aja... Sambil bantuin kamu..." Dave melipat kedua tangannya "kenapa? Ayo masak katanya mau masak..." Violet memutar matanya malas "kamu ngomong terus... Bawel..." Ujar Violet mengejek
"Yauda jangan masak" Dave berniat menarik membuka celemek yang Violet kenakan dan dengan cepat Violet berbalik ia menggeleng dengan wajah memelas "Katanya boleh.." Violet mengeluarkan puppy eyes nya dengan wajah yang sangat menggoda "Jangan seperti ini kamu seperti minta dimakan saja..." Violet terkekeh lalu mengecup pipi Dave
*
Baran tengah duduk di kursi makan ia berhadapan langsung dengan Violet yang tengah makan
"Sangat enak..." Ujar Baran dengan wajah berseri "Siapa dulu yang masak..." Violet bangga akan masakannya "ini masakan mommy?... Benarkah?... Kalau begitu aku mau makan ini setiap hari..."
__ADS_1
Baran mendengar dengan jelas pentengkaran kecil Violet dan Dave di dapur dan tentu dengan membiarkan Violet memasak lagi akan memicu amarah Dave Baran suka jika Dave marah pada Violet
"Jangan aneh-aneh!!" Dave membanting sendoknya "aneh? Bukannya normal jika mommy memasak untukku?..." Baran tersenyum senyuman yang begitu memuakkan "Kau menantang ku?!! Kau ingin memulai lag--"
"Sudahlah... Jangan seperti ini..." Violet memandang Dave yang perlahan merubah ekspresinya "Rykel... Mommy akan masak buat kamu tapi tidak tiap hari..." Dave mengerutkan keningnya
"Dan disaat itu juga aku akan membuatmu tidak bisa berjalan"
Violet melirik tajam Dave ini di depan Rykel bagaimana bisa ia berkata semesum itu
"Jangan dengarkan Daddy... Dia gila..." Dave terkekeh Violet tidak tahu jika Baran yang mendengar ucapan Dave tadi hanya berwajah datar tidak peduli dengan obrolan tidak penting seperti itu
Dave memandang Baran "Kau pasti mengerti kau sudah besar..." Dave menyunggingkan senyumannya "aku tidak mengerti..." Baran harus polos layaknya Rykel tapi mengapa ******** di hadapannya ini terus memancingnya
"Haruskah aku jelaskan dengan detail?..." Satu pukulan mendarat di perut Dave "berhenti!..." Dave terkekeh dan mengangguk Violet sangat menakutkan
"Rykel besok lusa mommy daftarkan kamu sekolah..." Baran melirik Violet "Apapun kemauan mommy akan aku turuti..." Baran melanjutkan makannya yang begitu elegan tidak ada suara dentingan sendok makannya pun tegap
'si brengsek ini sangat memuakkan! Sudah cukup aku dipermainkan seperti ini!'
"Mommy hari ini aku akan main keluar... Aku sudah lama tidak bertemu temanku..." Violet tersenyum "Kamu punya teman?... Kalau begitu ajak main kesini..." Tentu Violet senang anaknya punya teman "baiklah aku akan membawanya kemari..."
*
Setelah Baran pergi Dave malah bermanja-manja pada Violet Sekarang mereka berada di dalam kamar dengan Dave yang tertidur sembari memeluk perut Violet sedangkan Violet tengah duduk sembari membaca bukunya
"Dave bukannya mau ke kantor?... Kerja sana cari uang..." Dave menggeram dengan Dave bermalas-malasan seperti ini uangnya mengalir terus ke rekeningnya
"Sejak kapan kamu suka baca buku?..." Violet menutup bukunya ia menyimpannya di atas laci "Sejak aku lupa sama kamu..." Violet menciumi wajah Dave gemas dengan suaminya sendiri
Violet mencubit kedua pipi Dave yang sepertinya sedikit kecil "Kemana pipinya?... Kenapa kecil kayak gini?..." Dave terkekeh melihat wajah kecewa Violet itu sangat lucu
__ADS_1
Dave membalikan posisi mereka sekarang Violet yang berada di bawah kendalinya Violet tak bisa melakukan apapun "Masih ada yang kamu... Bahkan lebih chubby..."
Hap
Dave menyedot pipi Violet yang pas di mulutnya Violet tentu hanya bisa tertawa apalagi saat lidah Dave mengenai pipinya itu sangat geli
"Ahahahhahahhhh.... Udah geli... Dave!... Nyerah udah... SAYANGG..." Dave memperhatikan wajah Violet yang sudah memerah dan sekarang Dave yang menciumi seluruh wajah Violet
"Udahan..." Dave berhenti wajah Violet sangat berseri-seri wajah ceria itu sangat menyegarkan Dimata jika boleh ingin sekali Dave menusuk tulang wajah Violet agar senyuman itu tidak pudar tapi itu hal gila
"Rykel kesepian..." Violet mengerutkan keningnya apa yang Dave ucapkan sangat tiba-tiba "vi... mari buat adik untuknya.." Violet tertawa pembicaraan Dave pasti tidak akan jauh dari sana memang seorang Dave kelewat mesum
"Oya sayang... Tadi waktu di meja makan kenapa kamu panggil Rykel dengan nama Baran?..." Violet membenarkan poni Dave yang sedikit panjang dan Dave ia menyimpan dagunya di dada Violet membuat wajah mereka sangat dekat
"Aku hanya salah bicara..." Dave selalu ingin tahu apa yang anak itu lakukan sejauh apa anak itu bisa membuat kebodohan lainnya
Violet tak menjawab ia sibuk dengan poni Dave "Kapan kamu mau potong rambut?..." Tanya Violet mengusap poni Dave ke atas membuat kening nya terlihat
Dave tak ia malah balik bertanya "Kapan kita buat anak?..." Dave sangat menghasilkan membuat Violet memeluk erat Dave "malam ini" bagaikan terbang ke langit ke tujuh Dave sangat senang ia membalas pelukan sang istri
¶∆¶
"Kau tidak bisa melacaknya?!!" Ejek Sang anak kecil dengan muka angkuhnya
"Melacak bukan keahlianku.."
"Bodoh!"
"Jangan mentang-mentang kau anaknya aku akan berbaik hati padamu!"
"Sangat bodoh! Aku yang menjemputmu tentu kau harus baik padaku!!"
__ADS_1