CRAZY RICH BOSS

CRAZY RICH BOSS
Jatuh Sakit


__ADS_3

"Permisi pak Bima... Bisa saya bicara sebentar.." ijin Reta disela-sela obrolan ringan para Kabag...


"Oh iya.. ayo kesana.." kata pak Bima dan mengajak Reta ke tepi ruangan yang agak sepi...


"Kenapa Reta..? Kok wajah kamu pucat sekali.. itu juga kenapa kamu pegang sapu tangan di hidung seperti itu..?" Tanya pak Bima khawatir...


"Begini pak... Saya mohon maaf sebelumnya tapi sepertinya saya tidak bisa ikut acara malam ini pak.. saya benar-benar tidak enak badan.. barusan saja saya mimisan pak.." kata Reta sambil menunjukkan darah di sapu tangan yang di pegang nya...


Bahkan saat ini hidung Reta masih terus mengeluarkan darah dan membuatnya semakin pusing...


"Ya ampun.. itu pasti karena kamu terlalu memaksakan diri untuk pekerjaan ini.." kata pak Bima tak tega...


"Gapapa pak.. yang penting perusahaan tidak mengalami kerugian besar..." Kata Reta dengan tersenyum..


"Ya sudah kamu pulang saja dan istirahat.." kata pak Bima sambil menepuk bahu Reta...


"Ah baik pak.. terimakasih banyak" kata Reta lalu berpamitan...


Setelahnya Reta kembali ke meja teman-temannya dan mengambil tasnya...


"Semuanya gue pamit pulang duluan yaa... Gue lagi gak enak badan soalnya.." pamit Reta yang membuat Ryan seketika menempelkan telapak tangannya pada dahi Reta...


"Ta Lo kenapa..? Badan Lo panas.." kata Ryan dengan khawatir...


"Gue gapapa yan.." kata Reta menyingkirkan tangan Ryan yang justru memperlihatkan hidung Reta yang masih mimisan..

__ADS_1


"Astaga Reta Lo mimisan ya.." heboh mbak Yuni yang melihat sapu tangan Reta penuh darah juga darah yang masih mengalir dari hidungnya...


"Hehehe gapapa mbak.. ntar juga berhenti sendiri.. gue pulang dulu yaa.." pamit Reta..  semuanya mengangguk...


"Hati-hati ya.." pesan semua rekan kerjanya... Namun baru berjalan sampai depan lobi restoran tangan Reta di tahan oleh Ryan yang memegangnya...


"Gue anterin pulang yaa.." kata Ryan memohon..


"Gak usah yan.. Lo balik aja nikmatin acaranya.. gue bisa balik sendiri.."


"Tapi Ta.. Lo tuh lagi sakit.."


"Gue gapapa yan.. Lo tau kan gue gak suka di paksa.." tajam Reta lalu meninggalkan Ryan yang terdiam dengan mengepalkan tangannya menahan kesal...


Kenapa Reta begitu menolaknya... Padahal dia hanya ingin bermaksud baik saja... Namun lagi-lagi di tolak...


Hanya saja Ryan tak dapat melihat dengan jelas siapa orangnya... Karena saat ini mereka membelakangi Ryan...


Ryan terus memperhatikan mereka hingga melihat Reta memasuki mobil dan laki-laki itu berjalan memutari mobil dari belakang dan menuju kursi kemudi...


"Sialan.. siapa tuh cowok.. pantes Reta nolak gue anterin.." kesal Ryan yang tak terima karena Reta lebih memilih diantarkan orang lain...


Di lain ruangan saat ini seluruh orang sedang menikmati acara makan-makan itu... Dengan tertawa dan bercerita... Ada juga yang menggosip ria...


"Loh pak direktur, pak Niel nya kemana..?" Tanya Bu Anya selaku HRD...

__ADS_1


"Oh pak Niel tadi bilang sama saya kalau beliau tidak bisa ikut acara makan malam kali ini... Katanya keluarga beliau ada yang sakit sehingga harus menemaninya dulu.." kata pak Bagas selaku direktur di perusahaan itu... Juga sebagai wakil dari pak Niel sang CEO...


"Oh begitu.." semua Kabag mengangguk mengerti lalu melanjutkan acara...


Ryan sedari tadi sangat tidak menikmati acara... Dia masih terus berkutat dengan Pikirannya... Tentang siapa laki-laki yang mengantar Reta tadi... Dia hanya melihat sosok belakang sang laki-laki sehingga membuatnya begitu penasaran...


Reta saat ini duduk sambil menengadahkan kepalanya keatas seperti perkataan Daniel...


"Darahnya udah berhenti.?" Tanya Daniel yang sambil fokus menyetir...


"Udah kok mas.." jawab Reta yang menundukkan kepalanya dan benar saja tidak ada darah lagi yang keluar...


"Kamu itu jangan forsir kerjaan.. meski sepenting apa kerjaan itu tapi lebih penting kondisi tubuh kamu.." kata Daniel menasehati... Reta hanya mengangguk saja...


"Oh ya tadi kenapa mas Daniel bisa di restoran itu juga..?" Tanya Reta yang sedari tadi ingin tau bagaimana bisa mereka bertemu secara kebetulan...


"Tadi saya lagi ada acara makan malam sama teman-teman kerja.." jawab Daniel sambil tersenyum... Reta mengangguk lagi seperti anak kecil...


"Loh terus kok mas tinggal gitu aja..? Emang nanti mas gak di marahin bos nya mas..?" Tanya Reta sungguh-sungguh...


Daniel menggeleng dan tersenyum..


"Bos ku pengertian kok orangnya.." dengan tenang Daniel menyanggah perkataan Reta...


Tanpa terasa Reta tertidur di dalam mobil... Daniel yang saat ini sedang berhenti di lampu merah menatap Reta dengan tersenyum...

__ADS_1


Tanpa terasa tangannya terulur untuk merapikan helaian rambut yang menutupi wajah Reta... Hingga akhirnya mereka sampai di depan rumah orang tua Reta dan Reta masuk kedalam...


Daniel pergi dari sana dengan tersenyum senang... Dia begitu bahagia bisa melihat wajah teduh Reta saat sempat tertidur tadi...


__ADS_2