CRAZY RICH BOSS

CRAZY RICH BOSS
Acara Makan


__ADS_3

Dina, Reta, Yuni, dan Rian tengah berbincang mengenai acara makan malam yang akan diadakan hari ini...


Seperti biasanya Daniel telah memesan restoran langganan kantor mereka... Namun beberapa saat yang lalu ada perubahan jam acara...


"Gue kira bakal sepulang kerja kaya biasanya..." Kata Yuni setelah membaca pengumuman yang di berikan jika jamnya di undur jadi jam 08.00 malam... Bahkan acara malam itu di wajibkan memakai dress untuk perempuan dan setelan jas untuk laki-laki...


"Ta, Lo ikut kan...?" Tanya Dina yang melihat Reta tak bereaksi apapun mengenai perubahan jam acara...


"Hhhhmmm, kayanya gue mau absen deh mbak..." Jawab Reta sambil tersenyum lebar...


"Kebiasaan kan..." Gerutu Yuni dengan nada sewotnya...


"Reta, malam ini kamu harus ikut acaranya yaa.." kata pak Bima yang baru saja masuk ke ruangan marketing...


"Tapi pak... Kan.."


"Ini perintah dari pak Daniel dan pak Abi..." Jawab pak Bima sebelum Reta menanyakan alasannya...


"Kamu harus datang, kalau gak saya yang bisa kena hukum nanti... Jadi tolong ya Reta.." kata pak Bima sambil tersenyum dan memasuki ruangannya..


Reta menghela nafasnya dan tertunduk lesu...


"Ckckckck, sebenarnya di kehidupan sebelumnya Lo pernah berjasa apa sih Ta... Menyelematkan negara apa yaa... Bisa-bisanya dua cogan, pebisnis sukses jatuh hati sama Lo.." kata mbak Dina sambil tertawa...


"Mbak, jangan ngledek sih.." gerutu Reta dengan wajah kesalnya...

__ADS_1


"Ya habisnya gimana ya..." Yuni pun ikut terkikik geli melihat ekspresi Reta yang tak senang...


Sore harinya sepulang kerja, Reta kembali ke apartemennya... Dia sudah ijin pada orang tuanya jika harus menghadiri acara makan malam perusahaan...


Tentu saja orang tua Reta mengijinkan, karena Daniel pun bahkan sudah mengabari dan meminta ijin terlebih dulu...


Reta baru saja selesai mandi, dan kini dia melihat ke dalam almari pakaiannya...


Reta memperhatikan semua gaun yang ada di almarinya...


"Pakai yang mana yaa... Haiishh" Reta meremas rambutnya kesal...


"Kenapa harus pakai dress sih... Ribet.." gerutu Reta lalu terduduk di ujung tempat tidurnya..


Reta melihat ada pesan dari Yuni dan Dina yang memamerkan foto mereka tampak siap untuk berangkat...


Reta menghela nafasnya lalu mengambil salah satu gaun yang ada di ujung bagian dalam almarinya itu...


Reta pun menyiapkan dirinya, hanya dengan make up tipis, sepatu heels warna putih juga tas kecil warna putih...


"Oke Reta, Lo siap..." Gumamnya lalu keluar dari apartemen...


Reta menaiki lift untuk sampai di lantai bawah... Sesampainya di sana Reta tertegun saat melihat dua sosok laki-laki yang tengah duduk bersebrangan di dalam ruangan itu...


Dengan menggunakan setelah jas putih yang ternyata senada dengan gaun putih milik Reta...

__ADS_1


Kedua lelaki itu berjalan mendekati Reta dan mengulurkan tangannya...


"Ayo berangkat bersama.." kata mereka serempak...


Reta menghela nafasnya jengah...


"Maaf pak, ini acara kantor saya rasa tidak etis jika saya berangkat dengan salah satu dari kalian... Saya sudah memesan taksi... Permisi.." pamit Reta meninggalkan kedua laki-laki itu dengan wajah masam mereka...


Ya, Daniel dan Abi datang ke apartemennya untuk mengajak Reta berangkat bersama... Namun ya sifat profesional Reta membuat tak ada satupun dari mereka yang berhasil membawanya bersama...


Setelah bertatapan sengit kedua laki-laki itu lantas berjalan keluar menuju ke mobil mereka masing-masing...


Reta melambaikan tangannya begitu memasuki restoran... Dia melambai kearah Yuni dan Dina yang tengah melambai padanya juga...


Tak lama Daniel dan Abi pun sampai juga dan langsung menyusul Reta yang masih di ambang pintu...


Semua karyawan menatap dengan heran pada ketiga orang tersebut...


"Mereka kaya lagi rebutan pengantin yaa.." bisik Yuni pada Dina dan keduanya pun tertawa..


Reta yang merasa canggung segera berjalan menghampiri meja tim marketing...


Sedangkan Daniel dan Abi berjalan ke meja besar di mana ada para Kabag yang sudah menunggu mereka juga...


Lagi dan lagi... Mereka berulah seperti anak kecil di depan para karyawannya... Aku merasa kesal sebenarnya dengan sikap dan kelakuan mereka...

__ADS_1


Namun aku hanya bisa diam karena mereka adalah atasan ku... Aku hanya berharap jika semuanya akan baik-baik saja dan tidak akan menyebabkan masalah apapun lagi...


Jujur saja aku lelah jika harus terus berhadapan dengan masalah... Namun aku tahu jika masalah itu adalah ujian yang di berikan agar kita menjadi lebih baik dan kuat lagi...


__ADS_2