CRAZY RICH BOSS

CRAZY RICH BOSS
Bukti ?


__ADS_3

Reta pulang dengan berjalan kaki... Tiba-tiba saja sore itu motornya mogok... Entah apa masalahnya... Namun dia mulai merasa jika dia mungkin memang membawa sial... Bahkan untuk dirinya sendiri...


Reta terus berjalan dengan menundukkan kepalanya... Langkahnya mulai terhuyung sesaat dia kehilangan fokusnya...


Untunglah ada seseorang yang menolongnya sebelum dia terjatuh...


"Sa, kamu gapapa..?" Tanya sebuah suara di depan Reta... Reta mencoba mengangkat kepalanya dan melihat sesosok di depannya...


"Abi..." Lirih Reta... Abi tersenyum... Dengan posisi seperti sedang memeluk Reta, Abi membawanya berjalan ke tepi untuk duduk di bangku yang ada di tepi jalan...


"Kamu kenapa Sa..? Kamu sakit..?" Tanya Abi cemas... Reta menggeleng...


"Aku gapapa... Makasih udah nolongin... Tapi aku harus pulang..." Reta kemudian beranjak meskipun dengan tertatih...


Ya, Reta hampir saja jatuh karena sedari pagi dia tak makan... Dia terus bekerja dan memikirkan perkataan semua orang di sekitarnya... Hingga membuatnya tak berselera... Dia bahkan pulang tanpa pamit ke Daniel karena memikirkan perkataan orang-orang...


Anehnya kali ini Abi tak menahan Reta... Dia justru tersenyum melihat Reta melangkah pergi...


Keesokan paginya Reta kembali berangkat ke kantor dengan naik taksi... Begitu masuk ke lobby semua orang menatapnya dengan tak suka...


Bahkan ada yang mengatainya secara langsung... Bukan lagi menggosipkan dia secara diam-diam...


"Dasar cewek murahan.." cerca beberapa karyawati dan melihatnya dengan jijik...


Reta mengerutkan keningnya... Dia benar-benar tak mengerti apa maksud mereka semua...

__ADS_1


Tak berselang lama mamah Daniel memasuki lobby kantor Daniel juga dengan wajah murka...


"Reta..." Panggil mamah Daniel di depan seluruh orang yang ada di sana...


Reta berbalik dan tersenyum saat menemukan mamah Daniel berada di sana...


"Tante.." jawab Reta dengan tersenyum ramah dan menghampirinya untuk mencium tangan...


Plakkkk!!!


Suara tamparan terdengar menggema di ruangan itu... Bahkan semua mata dibuat terbelalak olehnya...


Reta memang mendapatkan tangan mamah Daniel... Namun bukan untuk di ciumnya melainkan untuk ditamparkan ke pipinya...


Reta terdiam... Dia tak dapat berkata-kata atau bahkan bertanya... Kenapa... Kenapa dia di tampar oleh calon ibu mertuanya itu...


Seperti mimpi... Itulah yang dia rasakan kini... Wanita yang sesaat lalu masih sangat mengasihinya kini memakinya... Bahkan di depan banyaknya orang yang berkerumun...


"Mamah..." Daniel terkejut saat mendapati banyak orang berkumpul melihat ibu juga calon istrinya...


Namun sang ibu terlihat sedang sangat marah...


"Mamah kenapa..?" Tanya Daniel begitu mendekati keduanya...


"Daniel... Putuskan hubungan mu dengan perempuan ****** ini... Dia benar-benar tidak tahu diri..." Kata mamah Daniel dengan marahnya...

__ADS_1


"Mah apa maksud mamah, kenapa mamah bicara seperti itu..." Tanya Daniel tak paham...


Mamah Daniel membuka ponselnya dan menunjukkan foto Reta yang sedang di peluk oleh laki-laki di tepi jalan...


"Itu Abi sepupu kamu kan... Gimana bisa calon istri kamu malah pelukan sama sepupu kamu..." Kata mamah Daniel dengan nada tingginya...


Daniel yang melihat semua karyawannya semakin banyak untuk menonton meminta kepada mamahnya agar berbicara di tempat lain saja...


Pada akhirnya Daniel menyuruh semua orang yang sedang berkerumun untuk bubar... Dia membawa ibunya juga Reta ke ruangannya...


"Ta, ini gak bener kan..?" Tanya Daniel sambil menunjukkan foto yang dia dapatkan dari sang ibu tadi...


"Daniel untuk apa kamu tanya sama dia... Dia gak mungkin ngaku..." Marah mamahnya...


"Lagi pula dia memang perempuan gak tahu diri... Saat kamu ada dalam keadaan terpuruk dia justru merayu sepupu kamu karena tahu jika perusahaannya sedang berkembang..."


"Lalu untuk apa kamu tanya kebenarannya... Dia pasti tak akan mau mengakuinya... Karena dia ingin mendapatkan dua mangsa secara sekaligus.." tajam mamah Daniel...


Benarkah semuanya ini... Mengapa... Kenapa...


Aku tak yakin jika dia melakukan semuanya itu... Pasti ada kesalahpahaman... Aku yakin dia akan menjelaskan semuanya padaku... Dia tidak akan pernah mengkhianati ku... Aku yakin cintanya padaku begitu tulus...


Kini aku hanya mampu terdiam tanpa bisa menjawab... Haruskah aku menjawab dan menjelaskan semuanya...


Ataukah lebih baik aku diam dan tak memberikan penjelasan... Aku tak tahu kini harus berbuat apa... Yang aku pikirkan kini hanyalah aku tak ingin menambah beban masalahnya...

__ADS_1


Aku tak ingin dia menjadi semakin kesulitan karena diriku... Aku hanya ingin melihat dia baik-baik saja... Aku hanya ingin semua masalahnya segera berakhir... Aku tak akan mampu melihatnya terus berada dalam masalah....


__ADS_2