
Pagi ini seperti biasanya Reta kembali berangkat kerja... Namun sedari pagi dia sama sekali tak melihat Abi... Reta tak begitu memikirkannya...
Hingga akhirnya sebuah pesan dari Risa masuk... Risa meminta bertemu dengan Reta siang nanti saat jam istirahat...
Reta pun menemui Risa di cafe seberang kantornya...
"Makasih ya Sa udah mau datang... Maaf kalau aku mengganggu waktu mu... Tapi ada hal penting yang harus aku bicarakan..." Kata Risa dengan tersenyum...
"Iya gapapa kok... Kenapa..?" Tanya Reta pada Risa...
"Abi sakit Sa... Depresi yang dia alami kembali kambuh hingga dia harus di rawat di apartemennya..." Kata Risa sambil menangis...
"A-apa..? Tapi kenapa...?" Tanya Reta tak mengerti...
"Entahlah.. tapi aku mohon... Tolong bantu aku... Rawat dia.." mohon Risa pada Reta...
Reta terdiam tak dapat menjawab... Dia mengetuk-ngetuk jarinya pada meja... Dia masih berpikir, apa dia harus melakukannya atau tidak...
"Aku mohon Sa... Aku takut jika dia sampai..." Kata Risa tak sanggup melanjutkan perkataannya...
Risa menggenggam tangan Reta berusaha meyakinkan agar Reta mau menolongnya...
Reta menghela nafasnya dan akhirnya menganggukkan kepalanya... Risa tersenyum senang...
Akhirnya sepulang kerja Reta pergi menuju apartemen Abi... Risa berkata jika akan menyusulnya ke sana...
Reta sampai di depan gedung apartemen Abi, mewah itulah kata pertama yang dapat di ucapkan... Berbanding dengan apartemen Reta yang sangat sederhana...
__ADS_1
Reta memasuki lobby dan menyapa penjaga disana... Kemudian Reta menuju ke lift untuk naik ke lantai 15 dimana unit Abi berada...
Reta menghela nafasnya begitu sampai di depan pintu... Dia berusaha menyiapkan dirinya untuk menemui Abi...
Ting tong Ting tong
Seseorang membukakan pintu apartemen... Reta dapat melihatnya, Abi dalam kondisi yang sangat kacau...
"Sasa..." Lirih Abi dengan tersenyum sendu... Yang tak Reta bayangkan adalah Abi yang tiba-tiba menariknya masuk lalu memeluknya...
Reta terkesiap... Dia sangat terkejut bahkan ketika Abi mulai terisak..
"Bi... Kamu kenapa...?" Tanya Reta perlahan... Abi justru semakin menangis dan terisak...
"Sa... Aku sangat takut... Aku takut kamu kenapa-kenapa.." kata Abi dengan bergetar...
Reta menjauhkan Abi dari pelukannya..
"Kemarin alergi kamu kambuh... Dan aku baru sadar kalau ada asparagus di dalam sup setelah kamu makan... Aku merasa itu semua salah ku.." kata Abi dengan tertunduk...
"Kenapa bisa itu salah mu..?" Tanya Reta balik...
"Kalau saja kemarin aku lebih cepat mengetahuinya, kamu pasti baik-baik saja dan tidak akan sampai pingsan..." Kata Abi dengan penuh rasa bersalah...
Reta menggelengkan kepalanya...
"Ini bukan salah kamu Bi... Lagi pula aku baik-baik saja..." Jawab Reta dan tersenyum...
__ADS_1
Setelah terdiam cukup lama Reta mencoba mencairkan suasana...
"Apa kau sudah makan..?" Tanya Reta pada Abi yang di jawab dengan gelengan...
"Tunggulah, akan ku masakan..." Reta berjalan menuju dapur Abi dan mulai memasak dengan bahan-bahan yang tersedia...
Abi melihatnya dengan tersenyum lebar... Ternyata Risa benar-benar menepati kata-katanya... Mungkin itulah yang kini sedang Abi pikirkan...
Reta membuatkan omelette kesukaan Abi... Ya, Reta sangat ingat jika Abi menyukai omelette buatannya...
Reta menyajikan omelette itu di piring dan membawanya pada Abi yang hanya duduk memandanginya...
"Ini makanlah... Setelah itu minum obat mu yaa.." kata Reta dan tersenyum...
Abi mengangguk dan mulai makan...
"Sa, aku ingin sekali pergi ke puncak... Seperti saat kita sekolah dulu..." Kata Abi yang membuat Reta terdiam...
"Bi, kau tinggal pergi jika menginginkannya.." kata Reta...
"Aku ingin kita berdua kesana..."
Permintaan macam apa ini... Kenapa rasanya aku seperti sedang di jebak untuk masuk ke dalam sarang Buaya...
Dan lebih parahnya kenapa aku mengiyakan semua permintaan gadis itu... kenapa aku begitu lemah ketika melihat air matanya...
Tapi kini rasanya aku telah terjebak dalam kolam lumpur yang begitu menahan kaki ku dengan kuat...
__ADS_1
Aku mohon jangan biarkan aku sampai salah mengambil keputusan... Aku tak ingin menyakiti siapapun lagi...
Aku hanya ingin bahagia saja tanpa menyakiti siapapun juga... Mengapa rasanya sesulit ini...