CRAZY RICH BOSS

CRAZY RICH BOSS
Berusaha Kembali


__ADS_3

Keesokan harinya....


Ting tong Ting tong


Bel apartemen Reta berbunyi... Reta membuka pintunya dan menemukan Risa yang sudah berdiri di sana...


"Haii.." sapa Risa ramah...


"H-haii juga...." Sapa Reta balik dengan kikuk... Jujur saja Reta cukup terkejut karena Risa tiba-tiba mendatanginya lagi...


"Boleh aku masuk..?" Tanya Risa yang di jawab anggukan oleh Reta.. akhirnya mereka berdua duduk bersama dalam diam untuk beberapa saat...


"Maaf kalau aku kesini lagi..." Kata Risa dengan tak enak hati... Reta menggelengkan kepalanya dan tersenyum...


"Gapapa... Kamu bisa ke sini kapan aja kamu mau... Bagiku kamu juga teman ku.." jawab Reta ramah...


Risa tersenyum senang mendengar perkataan Reta...


"Ada yang perlu aku sampaikan pada kamu.." kata Risa lirih... Dia kemudian menyerahkan sebuah berkas...


"Laporan medis kejiwaan..." Lirih Reta sesaat setelah membuka amplop dokumen tersebut...


Reta menatap bingung pada Risa...


"Itu milik Abi..." Kata Risa dengan tersenyum sendu...


Reta membacanya perlahan dan dalam laporan tersebut di jelaskan jika Abi mengalami depresi yang masih bisa di sembuhkan...


"Apa Abi masih mengalaminya hingga kini...?" Tanya Reta lirih... Risa mengangguk...


"Iya... Abi harus selalu minum obatnya... Bahkan saat dia mengalami hal yang menyakitinya lagi dia harus minum obat dengan dosis lebih tinggi..."

__ADS_1


"Bagaimana dengan pengobatan psikoterapi..? Apa Abi juga melakukannya...?" Tanya Reta lagi...


"Sudah... Berjalan selama dua tahun ini... Setelah Daniel membantunya bangkit... Namun beberapa kali kambuh lagi..."


"Sejak saat kehilangan mu, aku sudah membuatnya melakukan segala pengobatan untuk terbebas dari depresinya... Namun hingga kini dia masih belum bisa sembuh..." Lirih Risa dengan air mata yang sudah menggenang...


"Maafkan aku..." Lirih Reta yang mulai merasa bersalah...


"Aku mohon padamu Sa.. bantu Abi untuk sembuh sepenuhnya..." Pinta Risa dengan matanya yang telah basah...


Reta masih terdiam... Dia benar-benar tak tega melihat Risa yang tengah menangis di depannya... Risa terlihat begitu terluka...


"A-apa yang bisa ku bantu..?" Tanya Reta ragu-ragu...


"Aku mohon mulai kisah kalian dari awal... Agar Abi bisa segera kembali pulih..." pinta Risa dengan sungguh-sungguh...


"Apa... Itu... Itu gak mungkin bisa..." Tolak Reta...


"Aku tahu Sa, kamu pasti akan menolaknya... Tapi aku tidak meminta mu untuk kembali padanya... Aku hanya minta kamu bersikap baik seperti saat dulu awal kalian berjumpa..." Kata Risa yang masih di iringi tangis...


Reta terdiam tak dapat menjawabnya... Hatinya masih terlalu sakit jika harus bersikap biasa pada Abi...


Namun kebenaran yang baru saja terungkap membuat Reta kembali sadar jika semuanya bukan sepenuhnya salah Abi...


Orang tua Abi, orang tua Reta semuanya ikut andil dalam kesalahan yang terjadi kini...


"Baiklah, akan aku pikirkan dahulu permintaan mu.." jawab Reta sambil tersenyum tulus pada Risa...


"Terimakasih Sa..." Kata Risa yang lalu memeluk Reta dengan erat... Dalam sorot mata Risa terlihat luka yang sangat dalam, namun nampak juga sebuah kebahagiaan...


Akhirnya Risa pulang sore itu setelah bercengkrama dengan Reta beberapa saat...

__ADS_1


Tiga hari sudah berlalu, sejak kedatangan Risa ke apartemen Reta... Namun Reta masih belum bisa menentukan jawaban untuk permintaan Risa...


0888 9778 xxxx


Bisakah kita bertemu... Aku ingin membicarakan hal penting dengan mu... Abi


Reta menatap ponselnya dengan bingung... Dia meremas ujung bajunya dengan gusar....


Reta akhirnya meyakinkan dirinya dan membalas pesan tersebut...


Malam itu Reta dan Bian pergi ke sebuah cafe kecil yang tak jauh dari apartemen Reta...


"Maaf, kalian lama nunggu yaa.." tanya sebuah suara yang membuat Reta menoleh kearahnya...


Reta berusaha tersenyum tulus, namun Bian terlihat sedikit takut dan memeluk ibunya...


"Gapapa Bi, kita baru aja sampai..." Jawab Reta pada Abi... Ya, kini mereka tengah bertemu di cafe kecil itu atas permintaan Abi...


"Haii Bian.." sapa Abi sambil mengusap kepala Bian lembut... Namun Bian masih diam dan terlihat takut...


Abi menghela nafasnya saat menyadari anaknya masih belum mau mengenalnya...


Reta menatap Abi yang tengah menatap Bian dengan sendu...


"Bian, jangan takut yaa... Dia itu...."


Apakah kini yang tengah aku lakukan dapat di benarkan.. Mungkinkah yang terjadi saat ini sudah benar...


Aku tak tahu harus bagaimana... Yang jelas saat ini aku hanya ingin mempercayai dan memperbaiki semuanya...


Aku hanya tak mau saja membuat semuanya semakin sulit juga menyakitkan... Rasanya sudah cukup selama beberapa tahun ini untuk ku dan dia ada dalam lingkaran kesakitan...

__ADS_1


bukankah ini saat yang baik untuk berusaha memperbaiki dan mengubah semuanya jadi lebih baik lagi...


Aku tak punya pikiran maupun harapan yang lebih... Aku hanya ingin melakukan kebaikan selagi aku bisa... Aku hanya ingin membuat semuanya jadi baik-baik saja setelah semua penderitaan yang kami alami...


__ADS_2