
Setelah kejadian di ruangan Daniel tadi Reta sudah kembali ke ruangannya lagi... Seperti biasanya mbak Dina dan mbak Yuni langsung melemparkan seribu pertanyaan pada Reta...
Namun seperti biasanya Reta mampu mengatasi keingintahuan mereka dengan mudah...
Tiga hari sudah Reta dan Daniel berbaikan... Ya meskipun selama tiga hari itu Reta tak lagi menjauhi Daniel namun dia masih enggan untuk menyapa Daniel terlebih saat makan siang di kantin... Seperti siang ini...
"Makan siang hari ini apa ya..?" Kata Yuni begitu melihat jam sudah menunjukkan pukul 12.00
"Gue berharap ada Zuppa hari ini" kata Dina dengan tersenyum lebar...
"Gue berharap bisa makan salad hari ini..." Lirih Reta yang membuat mbak Yuni dan mbak Dina menoleh melihatnya...
"Salad lagi..? Lo diet Ta..?" Tanya mbak Yuni...
Reta menggeleng...
"Gue cuma mau makan yang enteng aja mbak..." Yuni dan Dina hanya menggeleng tak mengerti karena jawaban Reta...
Ya sudah tiga hari ini Reta tidak mau makan siang dan hanya makan sayur-sayuran saja... Untuk nasi dan lauk yang lainnya selalu dia berikan pada mbak Yuni ataupun mbak Dina...
Tok tok tok
"Iya...si...eh pak Niel.." sapa ramah Dina yang baru saja menoleh di ikuti kedua temannya...
"Kalian gak makan siang.?" Tanya pak Niel ramah...
Dina yang paham pun menyenggol kaki Yuni memberikan tanda untuk segera keluar ruangan...
"Ini kami baru mau turun pak... Permisi pak.. mari.." sapa Dina yang di ikuti Yuni... Kemudian keduanya pun pergi meninggalkan Reta juga Daniel disana...
"Kamu gak makan siang.?" Tanya Daniel dan berdiri di samping meja Reta...
"Saya lagi gak laper banget pak..." Jawab Reta acuh...
"Ayo ikut saya..." Kata Daniel dan menggenggam tangan Reta...
"Pak jangan kaya gini.." kata Reta sembari melepaskan genggaman tangannya... Dia merasa tak enak jika di kantor mereka terlalu dekat... Namun seperti biasanya Daniel acuh saja... Karena dia merasa toh semua orang juga sudah tau jika Reta adalah kekasihnya...
"Makanya ayo ikut..." Kata Daniel lagi dan terus membawa Reta sampai ke ruangannya...
"Duduk" kata Daniel dan mendudukkan Reta di sofa yang ada di ruangan itu...
Tok tok tok
"Masuk" kata Daniel begitu pintu di ketok oleh seseorang... Tak lama beberapa orang pengantar makanan pun datang dan menaruh beberapa menu di atas meja yang ada...
__ADS_1
"Ini tips kamu.. terimakasih" kata Daniel setelah memberikan uang pada pengantar makanan itu...
Setelah pengantar makanan itu pergi Daniel duduk di depan Reta dan membuka semua bungkus makanan yang ada...
Reta yang melihatnya pun sampai memelototkan matanya dan ternganga...
"Pak... Kenapa beli makanan sebanyak ini.." tanya Reta tak paham...
"Buat kamu makan... Saya denger tiga hari ini kamu gak mau makan... Jadi sekarang kamu bisa makan menu yang kamu mau..." Kata Daniel dengan senang dan bangga...
Reta justru menatap tajam kearah Daniel dan menghela nafasnya kesal...
"Pak, ini tuh namanya mubazir... Saya memang lagi gak nafsu makan tapi bukan berarti bapak bisa beli makanan sebanyak ini cuma untuk saya... Lagian saya emang lagi gak mau makan..."
"Ya kan sisanya bisa kita kasih ke orang yang mau..."
"Itu namanya gak menghargai orang lain pak... Kalau ngasih orang itu ya bukan apa yang kita gak mau... Udahlah saya mau balik kerja.." kata Reta kesal pada Daniel...
"Dan satu hal yang harus bapak ingat, saya tidak suka di perlakukan berbeda dari karyawan lainnya... Di sini saya cuma staff marketing... Tidak lebih.." jelas Reta yang akhirnya pergi dari ruangan Daniel...
"Saya cuma mau bikin kamu senang, tapi saya rasa cara saya memang salah...hah..." Daniel menghela nafasnya berusaha sabar... Dia hanya merasa terlalu khawatir saat tau Reta tidak makan dengan baik selama tiga hari ini... Bukannya ingin membuat Reta marah lagi seperti ini...
Akhirnya Daniel pun menelepon mamanya dan meminta agar mengundang Reta makan malam agar segera bisa membahas rencana mereka....
Malam ini Reta sampai di rumah Daniel... Dia terlihat begitu gugup karena sore tadi mamah Daniel tiba-tiba menelponnya meminta untuk makan malam keluarga bersama...
"Ini rumah om... Dan akan jadi rumah kamu juga nantinya.." jelas Daniel sambil menggendong Bian...
"Wah acciikk..." Senang Bian saat mendengarkan perkataan Daniel...
"Mari Bapak, Ibu masuk..." Kata Daniel sopan... Begitu masuk ke dalam rumah keluarga Reta langsung di sambut hangat oleh keluarga Daniel...
Mereka semua makan sambil membicarakan hari pernikahan Reta... Setelah menimbang-nimbang akhirnya kedua keluarga sepakat akan menikahkan Reta dan Daniel bulan depan...
Meskipun itu sangat cepat bagi keluarga Reta namun memang karena keluarga Daniel yang terus mendesak agar mereka bisa menikah secepatnya... Hingga akhirnya keluarga Reta pun menyanggupi....
Bahkan keluarga Daniel yang akan menyiapkan segalanya... Meskipun keluarga Reta berusaha menolaknya namun lagi-lagi mereka tidak bisa karena permohonan dari pihak keluarga Daniel...
Usai kesepakatan antara kedua keluarga itu, Daniel mengantar orang tua Reta pulang... Kemudian kini dia mengantarkan Reta dan Bian kembali ke apartemennya...
"Makasih ya mas udah nganterin bapak dan ibu, sekarang juga nganterin Bian dan aku..." Kata Reta tulus...
Daniel duduk di sofa dan tersenyum pada Reta yang baru saja duduk membawakannya minuman...
"Iya, kamu kan sekarang calon istri ku... Jadi kamu itu sudah jadi tanggung jawab ku juga.." kata Daniel...
__ADS_1
"Mas, apa mas yakin kalau mau menikahi seorang perempuan yang punya anak kaya aku..." Lirih Reta yang merasa dirinya tak pantas mendapatkan seorang Daniel...
"Ssstt..." Daniel meletakkan telunjuknya pada bibir Reta... Saat itu rasanya jantung Reta berdetak sangat cepat... Terlebih tangan hangat Daniel yang membelai pipinya...
"Ta, kamu tau kan kalau aku suka kamu apa adanya... Aku sayang kamu dan juga Bian... Apapun yang aku pilih untuk hidup ku, aku yakin itu adalah yang terbaik..." Ucap Daniel tulus...
Reta tersenyum mendengar perkataan Daniel... Dia dapat menemukan sebuah ketulusan dari sorot matanya...
Tiba-tiba Daniel jadi gugup saat melihat Reta tersenyum... Baginya Reta terlihat sangat cantik saat tersenyum seperti itu...
Perlahan tanpa sadar Daniel terus memandang kearah bibir Reta yang membuatnya bahkan susah menelan ludah saat ini...
Tangan Daniel tiba-tiba bergerak menyentuh bibir Reta yang membuat Reta menegang seketika...
Jantung mereka saling berpacu satu sama lain... Mereka sama-sama gugup di situasi saat ini...
Perlahan Daniel mulai mendekati Reta tanpa melepaskan pandangannya pada bibir sang kekasih...
Daniel menarik pinggang Reta dan memperpendek jarak diantara mereka... Reta bahkan dapat merasakan deru hangat nafas dari Daniel yang membuatnya kini memejamkan mata...
Daniel yang mengerti pun tersenyum... Ternyata bukan hanya dirinya yang ingin saat ini... Tapi kekasihnya itu sepertinya juga menginginkannya...
Daniel ikut menutup matanya dan mulai mendekati bibir Reta...
Dugh
"Hah..." Daniel tersentak saat Reta tiba-tiba mendorongnya... Reta kemudian berdiri dengan wajah ketakutannya...
Dia membelakangi Daniel berusaha tidak memperlihatkan ekspresinya saat ini...
"Mas ini sudah malam... Lebih baik mas segera pulang... Besok kita juga harus kerja lagi.." kata Reta berusaha meminta agar Daniel pulang...
Daniel yang tak mengerti pun berusaha mencari sebuah penjelasan...
"Ta, kamu kenapa..?" Tanya Daniel sambil berusaha membalikkan tubuh reta agar menghadapnya...
"Saya capek mas..." Kata Reta singkat... Daniel yang mengerti pun akhirnya berpamitan pulang... Daniel awalnya masih berusaha membalikkan tubuh reta agar menghadapnya... Namun karena Reta yang terus menerus tak mau akhirnya Daniel pun mengalah...
Dia pulang meskipun tanpa diantar sampai depan pintu oleh Reta... Reta terduduk lemas di Sofanya dengan mata berkaca-kaca...
Dia berusaha tak menangis meskipun rasanya saat ini dia ingin menangis...
Daniel sedikit merenung di dalam mobilnya karena perubahan sikap Reta yang tiba-tiba...
Namun dia berusaha mempercayai perkataan Reta...
__ADS_1
"Mungkin dia emang lagi capek... Aku harus sabar... Sebentar lagi kami juga akan menikah.." kata Daniel bermonolog pada dirinya sendiri sambil tersenyum...