
Reta berusaha menyadarkan dirinya... Dia mengirimkan pesan pada Yuni dan juga Dina...
"Ta, kamu mau kemana..?" Tanya Daniel saat melihat Reta yang beranjak ke tepi jalan...
"Aku mau pulang mas..." Jawab Reta sambil memesan ojol dari ponselnya...
"Aku antar.." pinta Daniel namun Reta menepis tangannya...
"Maafin aku mas, tapi aku mau sendiri dulu... Jujur aku masih gak nyangka setelah kamu tahu semua kebenarannya kamu masih tak menceritakan semua itu padaku.." lirih Reta dengan nada kecewa...
"Ta, bukannya aku gak mau cerita sama kamu... Tapi aku ingin kamu dengar langsung dari orang tua mu saja.." jawab Daniel memberi alasan...
"Aku tahu... Tapi kalau aja kamu memberitahu ku dulu, mungkin aku gak akan seterluka ini.." jawab Reta lagi... Kemudian dia meninggalkan Daniel saat melihat ojol pesanannya telah datang...
Daniel hanya terdiam melihat kearah Reta yang sudah pergi menjauh...
Daniel pulang ke rumah dan memberitahu orang tua Reta... Ibu Reta menangis dia takut jika Reta akan membenci orang tuanya...
"Mas Yuda gimana... Gimana kalau Reta jadi benci sama kita..." Isak ibu Reta dalam pelukan suaminya...
"Kamu tenang... Kita pulang dulu sekarang yaa.." akhirnya orang tua Reta pulang dari rumah Daniel di antar oleh sopir keluarga Daniel...
"Niel, Reta pasti marah juga yaa sama kamu.." tanya mamah Daniel pada Daniel yang hanya duduk terdiam di sofa...
__ADS_1
"Iya mah... Tapi dia berhak marah... Salah ku juga karena gak berusaha memberitahu dia..." Jawab Daniel dengan lesu...
Rina menggelengkan kepalanya...
"Ini bukan salah kamu Niel... Ini salah kami sebagai orang tua... Harusnya kami tak menutupi kebenaran seperti apapun... Karena itu pasti akan menyakiti..." Rina tak dapat lagi melanjutkan kata-katanya...
Reta sampai di apartemennya bertepatan dengan Dina dan Yuni yang membawa Bian kesana juga...
"Makasih ya mbak..." Dina dan Yuni pulang, setelah itu Reta membawa Bian masuk ke dalam apartemennya...
Reta terus memikirkan kebenaran yang di ungkapkan orang tuanya tadi... Dia kini merasa bersalah pada Abi... Bagaimanapun juga dia pernah mengira Abi melakukan drama yang ternyata di buat oleh orang tuanya sendiri...
Abi terduduk di ruang kerjanya... Abi terus memikirkan semua kebenaran yang dia dengar di rumah Daniel tadi...
"Aku harus bisa mendapatkan hatinya kali ini..." Lirih Abi sambil tersenyum penuh arti...
"Bi, apa kau mencari ku..?" Tanya Risa yang baru saja masuk ke ruangan itu...
"Hai Risa... Kemarilah sayang..." Pinta Abi sambil melambaikan tangannya pada Risa...
Risa pun tersenyum dan mendekati Abi... Abi mendudukkan Risa di meja yang ada di depannya...
"Risa, kau menyayangiku bukan..?"
__ADS_1
"Tentu saja Bi... Sedari kita kecil aku sudah menyayangi mu.."
"Kalau begitu mari tepati janji mu yang akan membuatnya kembali pada ku..." Abi tersenyum...
Sedangkan kini wajah Risa berubah muram...
"Apa yang harus ku lakukan..?" Tanya Risa dengan nada sendu...
Abi tersenyum lalu memeluknya...
Reta masih belum dapat menutup matanya... Dia masih terus memikirkan kebenaran yang baru di dengarnya...
Bahkan Reta pun tak menyentuh ponselnya sedari tadi... Dia hanya menengok saat ada panggilan dari orang tuanya maupun Daniel... Dia sama sekali tak berniat untuk mengangkatnya...
"Maafin aku Bi.."
Rasa sesal... Rasa kecewa amarah semuanya kini bercampur menjadi satu... Namun yang paling membuatku merasa terluka adalah mereka yang tak mengatakan semua kebenaran ini sejak awal...
Seandainya mereka menceritakan semuanya lebih cepat aku yakin semuanya tak akan jadi seperti ini... Tapi kini semuanya sudah sangat terlambat...
Rasanya aku ingin marah dan berteriak kepada semua orang yang telah membuat hidupku berantakan... Namun aku tersadar kembali jika mungkin memang ini adalah takdir yang harus aku jalani...
Mungkin memang ini adalah jalan yang harus aku lalui saat ini... Jika saja aku baik-baik saja sejak awal dan mengetahui semua kebenaran itu lebih cepat mungkin juga aku tak akan pernah bertemu dengan malaikat kecil ku ini...
__ADS_1