
Daniel termenung di ruang kerjanya... Setelah kepergian Reta tadi, dia meminta mamahnya untuk kembali menemani sang papah saja yang masih terbaring sakit...
Hari sudah sangat larut, waktu menunjukkan pukul sepuluh malam... Namun Daniel masih diam duduk di kursi kerjanya...
Di tangannya terdapat cincin yang Reta kembalikan tadi... Dia melihat cincin itu dan menggenggamnya dengan erat...
"Aku akan segera mencari tahu kebenarannya.." lirih Daniel dengan tatapan yakin...
Reta kini duduk di bangku taman... Meskipun hari sudah sangat larut namun Reta tak kunjung beranjak dari sana...
Setelah Reta mengantar motornya ke bengkel dan mengembalikan seluruh barang-barangnya ke apartemen dia kembali ke taman itu...
Dia terus teringat dengan semua kenangan manis yang ia lalui bersama Daniel... Pertemuan mereka, kebersamaan mereka, cara mereka menghadapi masalah, cara mereka bekerjasama menyelesaikan semuanya...
Semua terus berputar di kepala Reta... Reta bahkan belum mengganti bajunya sedari siang tadi... Udara malam semakin dingin menusuk hingga ke tulang...
Bahkan hati Reta terasa lebih dingin lagi saat mengingat jika kini dia tak lagi bisa bersama Daniel... Wajah Reta terlihat pucat, bahkan kepala Reta terasa mulai sakit...
Namun tetap saja semua itu tak dapat mengalahkan rasa sakit di hatinya kini... Sekarang dia sadar jika dia benar-benar sudah kehilangan Daniel...
Apakah itu tindakan yang benar.?
Benar bagi Reta, namun tidak bagi dunia... Di mata dunia Reta meninggalkan dan mencampakkan Daniel karena laki-laki lain...
__ADS_1
Tapi kebenarannya, Reta menyudahi hubungan itu karena tak mau membuat Daniel dan keluarganya semakin menderita... Tanpa Reta sadari, Reta mulai mempercayai kata-kata orang yang menyebutnya pembawa sial...
Reta mulai meragukan dirinya sendiri... Dia hanya tak mau membuat Daniel semakin kesulitan karena dirinya... Itulah alasannya dia menyudahi semua ini...
Dengan langkah gontai nya Reta berjalan menuju unit apartemen miliknya... Dia hendak naik melalui lift namun saat ini lift itu sedang dalam perbaikan... Hingga akhirnya Reta berjalan dengan lemah menaiki satu persatu anak tangga...
Bian, dia tidur di rumah orang tua Reta... Reta tadi sudah menelepon ibunya dan mengatakan jika menitipkan Bian malam ini saja... Karena motor Reta rusak dan tidak dapat menjemputnya...
Dengan langkah tertatih Reta menaiki tangga... Hingga dia kehilangan keseimbangan karena sakit kepalanya yang tak tertahan lagi...
Grep
Sebuah tangan kekar memeluk tubuh Reta yang nyaris jatuh dan terguling... Reta mencoba menajamkan pandangannya...
Reta terus berjalan hingga sampai di unit miliknya... Abi, laki-laki itu sedari tadi terus mengikuti Reta dari belakang... Meskipun Reta berulang kali mengusirnya...
"Sebenarnya apa mau mu..?" Tanya Reta dengan tatapan tak sukanya...
Abi tersenyum dan mencoba membelai kepala Reta yang segera di tepisnya...
"Sa, aku cuma mau jagain kamu aja... Kamu kelihatannya lagi gak enak badan..." Jawab Abi dengan lembut...
"Pergi... Aku tidak butuh di jaga oleh siapapun..." Kata Reta tajam...
__ADS_1
"Sa, sampai kapan kamu mau terus sendiri... Kamu dan anak kita butuh aku Sa..."
"Cukup... Jangan sebut dia anak mu lagi... Dia hanya anak ku.."
Reta mencoba menguatkan dirinya dan menajamkan pandangannya...
"Pergi dari sini sekarang juga... Atau aku akan laporkan kamu ke polisi.." Reta hendak mengambil ponselnya...
"Oke, aku pulang... Tapi kalau ada apa-apa kamu hubungi aku yaa.." Abi beranjak meninggalkan Reta...
Setelah memastikan Abi pergi, Reta masuk ke dalam apartemennya... Baru saja hendak meraih sofa, namun tubuhnya tak kuat lagi menahan rasa dingin, menggigil juga rasa pusing yang di rasakan nya sedari tadi...
Reta akhirnya terkapar jatuh di lantai...
Bahkan seluruh rasa sakit yang ku rasakan kini tak ada artinya lagi... Aku telah kehilangan dia yang telah menjadi semangat ku...
Aku sebenarnya belum dapat merelakan perasaan ini, namun aku tak mau jika dia terus berada dalam masalah... Terlebih apabila dia terluka karena ku... Aku mungkin tak akan pernah memaafkan diri ini...
Aku tahu mungkin keputusan yang aku ambil terkesan sangat egois... Namun lebih baik aku nampak egois dari pada aku melihatnya selalu menderita apabila dia bersama ku...
Biarkan kini ku bawa semua luka hati ini... Biarkan kini hanya aku yang akan menanggung seluruh rasa pahitnya... Biarkan dia berbahagia dan melanjutkan hidupnya kembali...
Aku akan berusaha merelakan dia bersama yang lain ataupun meninggalkan ku selamanya... Asalkan dia akan benar-benar bahagia dalam hidupnya...
__ADS_1