
Malam ini Reta termenung duduk di sofa ruang tamunya sendirian... Telivisi di hadapannya menyala, namun bukan dia yang sedang menontonnya... Melainkan telivisilah yang melihat dia terdiam dalam pikirannya...
Tiga hari sudah Reta terus memikirkan perkataan Abi... Dia berusaha tak mempercayai apa yang di katakan Abi... Namun hal itu terlalu sulit dan menakutkan...
"Hah..." Lagi dan lagi Reta hanya mampu menghela nafasnya... Setiap malam pula Abi terus mengirimkan pesan padanya... Menanyai bagaimana keputusan Reta... Abi terus mendesak agar Reta segera mengambil keputusannya...
Reta kembali masuk kerja, wajahnya terlihat pucat... Bahkan kantung matanya menunjukkan jika dia tak dapat istirahat dengan baik selama beberapa hari ini...
Daniel yang melihatnya pun merasa cemas...
"Ta, kamu sakit..?" Tanya Daniel sambil menepuk pelan bahu Reta... Reta yang tersadar dari pikirannya tersenyum kaku dan menggeleng...
"Saya baik-baik saja pak... Permisi.." pamit Reta dan segera menaiki lift bersama karyawan yang lainnya...
Daniel merasa jika Reta sangat menghindarinya beberapa hari belakangan ini...
"Apa yang Lo lakuin ke Reta.." tanya Daniel to the point saat memasuki ruangan Abi...
"Apa maksud mu..?" Tanya Abi tak mengerti...
"Tak usah pura-pura bodoh..." Tukas Daniel yang tahu jika Abi hanya berpura-pura tak tahu...
"Hmm, gue gak ngerti apa maksud Lo... Lagi pula bukannya hubungan Lo dan Sasa juga udah berakhir.." jawab Abi dengan santai...
"Jadi apapun yang gue lakuin sama Sasa, itu adalah privasi kita.." jawab Abi seraya tersenyum menang...
Daniel menatap Abi dengan tajam...
__ADS_1
"Gue gak akan biarin Lo nyakitin Reta lagi.." tegas Daniel dan keluar dari ruangan Abi...
Abi mengepalkan tangannya...
"Kita lihat apa Lo bisa... Karena Sasa pasti akan balik sama gue.." monolog Abi pada dirinya sendiri...
Siang ini Reta duduk di pantry dengan segelas kopi hitamnya... Dia merasa pusing... Bukan karena pekerjaannya, namun karena perkataan Abi yang terus terngiang di telinganya...
"Aku tak bisa menunggu terlalu lama lagi sayang.." bisik sebuah suara yang membuat Reta terkejut dan berbalik...
Abi menangkap tubuh Reta yang hampir oleng karena terkejut...
"Hati-hati Sa... Kau bisa terluka.." kata Abi dengan tersenyum...
Reta segera melepaskan pelukan Abi dari tubuhnya...
"Untuk apa kau kesini.." tanya Reta dengan wajah tak sukanya...
Reta terdiam... Tubuhnya terasa dingin, lidahnya kelu, otaknya tak dapat berpikir... Degupan jantungnya sangat cepat...
"A--aku..." Abi mulai tersenyum menang...
"A--aku..."
"Jangan..." Teriak sebuah suara yang membuat keduanya terkejut....
Tiba-tiba Daniel sudah ada di depan pintu pantry dan menghentikan Reta yang akan memberikan jawabannya...
__ADS_1
Daniel berjalan mendekati Reta dan menggenggam kedua tangannya...
"Ta, aku mohon... Apapun yang dia katakan jangan pernah kembali padanya.." kata Daniel dengan menatap Reta dalam...
Reta tersentak... Matanya berkaca-kaca...
"Ta-tapi mas.. aku gak mau kamu di buat susah olehnya.." jawab Reta lirih...
"Aku gak perduli.." jawab Daniel dengan lantangnya...
Reta menatap Daniel dengan lekat...
"Aku gak perduli dengan apapun yang akan menimpaku Ta... Aku cinta kamu... Aku ingin hidup bersama kamu dan Bian... Meskipun jika itu artinya kehilangan semua milikku yang berharga..." Jawab Daniel yakin...
Reta pun akhirnya meneteskan air matanya... Dia tak dapat mengatakan apa-apa lagi... Ucapan Daniel membuat hati terdalamnya sadar jika Daniel sangat mencintainya...
Sama halnya seperti Daniel, Reta pun sangat mencintai Daniel... Hingga dia hampir saja membuang rasa cintanya itu demi melihat Daniel baik-baik saja...
Pengorbanan yang hampir di lakukan Reta telah di hentikan oleh Daniel... Karena Daniel tak mau jika Reta menyesal nantinya...
Abi mengepalkan kedua tangannya... Dia melihat dengan penuh kebencian pada sepupunya itu...
"Apapun yang terjadi... Jika itu artinya aku harus menghadapi segala kesulitan.. aku akan tetap mempertahankan mu di sisiku Ta... Jadi aku mohon jangan berpikir untuk meninggalkan ku dan kembali padanya..." Pinta Daniel dengan tulus...
Reta mengangguk dengan matanya yang basah... Kini dia menatap Abi dengan sorot mata yakin...
"Aku menolak tawaran mu itu... Dan sampai kapanpun aku tidak akan pernah kembali padamu.." kata Reta dengan teguh...
__ADS_1
Kamu tahu ada beberapa hal yang tidak akan pernah bisa di paksakan dan di dapatkan dengan cara-cara yang kotor...
Karena tidak semua hal mampu kamu beli dengan uang ataupun ancaman... Terkadang mungkin kamu lupa jika kekuatan yang sebenarnya akan muncul setelah badai yang begitu dahsyatnya...