
Sekarang adalah hari ke empat sebelum hari pernikahan Reta dan Daniel...
Reta merasakan sesuatu yang membuatnya tak bisa tenang namun dia sendiri tak tahu apa penyebabnya...
Setelah pesan Daniel saat itu, Daniel benar-benar tak mengunjungi Reta lagi... Akhirnya Reta memilih pindah ke rumah orangtuanya sampai hari pernikahannya tiba...
"Bu, kenapa perasaan ku gak karuan gini yaa..." Tanya Reta pada sang ibu...
Malam ini setelah Bian terlelap Reta mencoba mengungkapkan apa yang dia rasakan pada ibunya...
"Itu karena kamu akan menikah Ta... Mungkin kamu merasa gugup..." Jawab sang ibu coba menenangkan...
Reta menghembuskan nafasnya perlahan... Ya, mungkin dia hanya merasa gugup saja...
Namun saat dia berada di kamarnya, dia bahkan tak dapat memejamkan matanya... Dia melihat kearah ponselnya berharap ada pesan balasan dari Daniel...
Sedari pagi tadi Daniel sama sekali belum menghubungi Reta, tak seperti biasanya... Itulah yang di pikirkan Reta kini...
Belum lagi teman-teman Marketing yang juga tak membalas pesan Reta bila berhubungan dengan pekerjaan...
Bahkan forum kantor pun di tutup untuk sementara waktu... Semuanya membuat Reta semakin gusar... Ia merasa jika ada sesuatu yang tak beres...
__ADS_1
Di dalam ruangan kantornya Daniel sibuk membaca proposal baru yang akan dia serahkan pada partner barunya esok...
Setelah hari itu Daniel bukan hanya kehilangan dua partner bisnisnya yang sudah bertahun-tahun menjalin kerjasama... Namun dia juga kehilangan tiga tender baru yang cukup besar...
Bahkan beberapa stasiun TV telah memutuskan kontrak secara sepihak juga... Mereka bilang jika akan menghentikan memasang iklan produk perusahaan Daniel di stasiun TV mereka...
Daniel di buat pusing saat ini... Jika menghitung kerugian jangka panjangnya maka itu sangat berpengaruh pada perusahaan Daniel...
Bahkan semenjak hari itu Daniel jarang pulang ke rumah... Dia tidur di ruangan kerjanya... Dia tak ingin membuat orang tuanya cemas sehingga dia memilih tidur di kantor saja...
Keesokan harinya Reta yang melihat tak ada pesan di ponselnya semakin dibuat khawatir...
"Reta, sini cepat... Itu bukannya merk produk kecantikan perusahaan tempat kamu kerja yaa..." Teriak sang ibu yang membuat Reta segera menghampiri ibunya yang sedang melihat televisi...
"Selamat pagi ibu R, apakah hal tersebut sudah terkonfirmasi.?"
"Ya, saya memakai krim HFY kemarin dan saat ini wajah saya menjadi melepuh karenanya..."
"Lalu bagaimana bisa ibu mengetahui jika krim HFY mengandung bahan berbahaya..?"
"Saya pergi ke dokter dan memeriksakan wajah saya setelah melepuh... lalu dokter mengatakan jika saya salah memakai krim atau bedak... Karena lepuhan itu berasal dari bahan berbahaya yang seharusnya tidak di gunakan sebagai campuran dalam krim atau bedak tersebut..."
__ADS_1
"Bu aku harus ke kantor sekarang..." Kata Reta berpamitan... Dia segera melajukan motornya begitu mendengar kabar tersebut...
Reta sampai di kantor dan segera memasuki lobby... Di sana terlihat semua orang sedang sibuk menangani kasus yang baru terjadi...
"Rossy, dimana pak Niel..?" Tanya Reta dengan khawatir...
"Mbak Reta... Emm.. An-anu mbak..." Rossy terbata-bata saat menjawab pertanyaan Reta...
"Dimana..?" Sergah Reta segera..
"It-itu pak Niel mbak.." jawab Rossy seraya menunjuk kearah lift...
Astaga.... Kenapa semuanya mendadak menjadi seperti ini... Ada apa sebenarnya....
Aku tak menyangka jika ternyata ada masalah yang begitu besar yang kini harus di hadapinya...
Namun kenapa dia tak memberitahu ku... Apakah dia tak mempercayai ku... Ataukah dia hanya tak mau membuatku khawatir... Tapi kenapa... Aku justru merasa terluka karenanya...
Aku harap semuanya baik-baik saja... Aku benar-benar takut jika sampai sesuatu buruk terjadi padanya.... Terlebih ini mendekati hari bahagia bagi kami...
Kumohon jaga dia dan keluarganya... Mereka orang baik... Jangan biarkan mereka terluka... Apa lagi jika itu terjadi karena ku...
__ADS_1
Aku berharap felling ku salah... Aku berharap semuanya tidak terjadi karena laki-laki itu... Aku sangat takut jika ternyata ketakutan ku itu benar adanya....