CRAZY RICH BOSS

CRAZY RICH BOSS
Pembohong


__ADS_3

Reta berjalan mendekat kearah meja sang CEO... Daniel yang masih belum menyadari siapa orang yang ada di hadapannya itu masih sibuk melihat kearah dokumen-dokumen di mejanya..


"Permisi pak... Saya mau menyerahkan dokumen perencanaan dari divisi marketing.." kata Reta dengan penuh penekanan...


Daniel terdiam... Bahkan pena yang di pegangnya pun terlepas... Dia sangat mengenali suara wanita itu... Seketika Daniel langsung mendongak dan melihat siapa orang di hadapannya itu... Dan betapa terkejutnya dia jika orang itu adalah Reta...


"Reta.." gumam Daniel dengan terkejutnya...


"Ya saya Alfareta.." kata Reta dengan sorot mata tajam...


"Kalau begitu saya permisi.." kata Reta berbalik dan hendak melangkah pergi dari ruangan Daniel...


Namun dengan cepat Daniel sadar dari keterkejutannya dan menggenggam tangan Reta...


"Tungga Reta.. aku bakal jelasin semuanya.." kata Daniel dengan wajah bersalahnya...


"Penjelasan seperti apa lagi pak... Saya rasa semuanya sudah jelas..." Kata Reta dengan dingin...


"Enggak... Aku gak bermaksud bohong sama kamu... Aku cuma belum bisa cerita..."


"Ya saya mengerti... Mungkin memang seperti itulah cara orang kaya seperti anda mempermainkan wanita biasa seperti saya.."


"Reta aku gak mempermainkan kamu... Aku.."

__ADS_1


"Maaf pak.. saya harus segera kembali bekerja..." Reta menghempaskan tangan Daniel dan berjalan lagi...


Namun dengan cepat Daniel memeluk Reta dari belakang... Reta cukup terkejut dengan apa yang di lakukan Daniel...


"Apa yang anda lakukan... Ini tidak pantas pak.. anda seorang CEO bagaimana bisa anda memeluk karyawan biasa seperti saya.." kata Reta yang berusaha melepaskan pelukan Daniel...


"Inilah yang aku takutkan Reta... Jika kamu tau kebenarannya maka kamu akan memperlakukan ku seperti ini..." Lirih Daniel dengan lemah...


"Maafin aku karena belum sempat menceritakan ini semua pada mu... Tapi aku tidak bermaksud untuk membohongi kamu.."


"Jika anda memang tidak bermaksud membohongi saya kenapa anda bisa menutupi kebenaran ini selama berbulan-bulan... Kenapa setiap pertemuan kita anda buat seperti sebuah kebetulan... Kenapa juga anda selalu mengalihkan pembicaraan setiap saya menanyakan keberadaan anda di kantor ini..."


"Anda selalu membuat seakan-akan anda hanya seorang tamu dan pekerja dari perusahaan lain yang sedang melakukan tugas disini... Tanpa saya tahu jika sebenarnya anda adalah orang yang berkuasa disini..." Jelas Reta dengan nada kecewa...


"Itu.."


"Itu karena anda memang sudah merencanakannya bukan... Memang anda berniat untuk mempermainkan karyawan rendahan seperti saya..." Kata Reta dengan nada meninggi...


Daniel menggeleng dia membawa Reta agar menghadapnya...


"Reta dengarkan aku... Aku tidak pernah bermaksud membohongi mu... Aku hanya takut jika aku jujur pada mu maka kamu akan menjauhi ku... Aku tau kamu menganggap semua pria kaya sama seperti dia yang telah menyakiti mu..." Lirih Daniel...


Reta hanya menatap Daniel dengan tatapan datarnya...

__ADS_1


"Reta aku mohon percaya aku..."


"Percaya hal yang seperti apa lagi.. percaya jika anda hanya karyawan biasa yang di utus untuk rapat di sini.. atau percaya jika anda hanya kebetulan bertemu saya disini.. hah.." Reta tersenyum miris...


"Saya rasa anda sudah sangat paham... Namun anda memang sengaja membuat saya seperti orang bodoh..."


"Saya merasa benar-benar seperti orang bodoh hari Ini... Saya tidak pernah tau jika CEO saya adalah laki-laki yang saya sukai selama ini... Saya tau jika anda seorang CEO melalui orang lain... Saya di pandang menyedihkan oleh orang-orang karena saya dianggap wanita yang mengejar harta juga kedudukan.."


"Saya benar-benar seperti benalu di mata banyak orang.." lirih Reta dengan menahan amarah juga tangisnya...


"Gak Reta... Bukan kaya gitu.."


"Tolong berhenti pak... Saya mohon... Saya harus kembali bekerja... Permisi.." Reta keluar dari ruangan Daniel dengan tatapan penuh tanya dari semua karyawan disana...


Reta meremas jarinya dengan erat... Dia merasa benar-benar bodoh dan menyedihkan saat ini... Semua orang memandang tak suka bahkan bergosip di depannya...


Semua orang berkata jika Reta lebih licik dari pada yang terlihat... Dia lebih mematikan dari pada wanita di sekitarnya... Dia seperti laba-laba yang menjerat mangsanya...


Gosip kembali beredar di forum kantor... Ada yang mengatakan jika Reta keluar dari ruangan Daniel dengan menangis... Pasti karena Reta memohon-mohon agar bisa mempublikasikan hubungan mereka....


Reta hanya diam saja semenjak kembali dari ruangan Daniel... Dia memilih berfokus pada pekerjaannya..


"Ta.. Lo harus ceritain semua ke kita.."

__ADS_1


__ADS_2