
Reta mulai berangkat kerja seperti biasanya... Dia sudah menemui Bian, namun Bian justru tak mau menemuinya...
Bian terlihat marah karena Reta yang pergi cukup lama tanpa dia... Bahkan orang tua Reta pun tak mengajaknya bicara sejak kepulangannya..
Sepertinya mereka tahu dari Daniel jika Reta berbohong... Reta sudah berusaha meminta maaf, namun orang tuanya menyuruh Reta minta maaf pada Daniel saja...
Siang harinya Reta menemui Daniel di roof top perusahaan Daniel...
"Mas, maafkan aku.." kata Reta dengan rasa bersalahnya...
"Apa kamu pergi dengannya..?" Tanya Daniel yang mengetahui dari informannya...
"Iya mas... Maaf..." Lirih Reta dengan rasa bersalah... Daniel menghela nafasnya...
"Kenapa..?" Tanya Daniel lagi... Kali ini Reta tertunduk semakin dalam...
Akhirnya Reta menceritakan awal mula kenapa Reta bisa terhubung lagi dengan Abi... Juga kenapa Reta harus merawat Abi kini...
"Ta, apa kamu gak tau selicik apa Abi... Kenapa kamu bisa masuk dalam perangkapnya.." kata Daniel dengan kesal...
"Mas, jangan keterlaluan... Aku melihatnya... Abi sangat kacau kondisinya..." Bantah Reta yang memang jelas melihat kondisi Abi...
Daniel menggenggam bahu Reta... Dia berusaha menyadarkan kekasihnya itu atas apa yang telah diperbuat Abi dan tunangannya...
"Ta, aku mohon percaya padaku... Abi tak selemah itu... Mungkin dia pernah depresi... Tapi dia sudah sembuh... Dia kini hanya ingin membuatmu kembali padanya dan menghancurkan hubungan kita.." kata Daniel menjelaskan...
__ADS_1
Reta tertunduk... Dia merasa bimbang... Siapa yang harus ia percaya kini...
"Sa, Niel benar... Kau tak perlu merawat ku lagi..." Kata Abi yang tiba-tiba saja ada di sana...
Reta dan Daniel sama terkejutnya saat melihat Abi di sana...
"Sa, Niel benar... Ini penyakit ku... Aku yang harus berusaha sendiri... Aku juga tak mau mengganggu hubungan kalian.." Abi berbalik meninggalkan Reta dan Daniel...
"Mas, mas lihatkan keadaan dia.. Abi gak baik-baik aja... Gimana kalau dia sampai.... Aku udah janji sama Risa mas.." kata Reta dengan air matanya...
"Ta, sadar... Abi hanya sedang berusaha menarik simpati mu..." Jelas Daniel lagi...
Namun Reta menghempaskan kedua tangan Daniel yang menggenggam tangannya...
"Mas, maaf... Tapi aku harus menepati janji ku.." kata Reta dan beranjak dari sana... Meninggalkan Daniel yang terlihat frustasi...
Reta mengabaikan semua itu, dia bahkan membawa Bian ke apartemen Abi agar bisa merawat Abi...
Awalnya Bian tak terbiasa, namun lama kelamaan Bian mulai terbiasa dengan sosok ayahnya itu...
Reta tersenyum saat melihat Abi dan Bian yang tidur bersama dengan saling berpelukan... Tanpa sadar air mata mengalir di sudut matanya...
"Rasanya masih seperti mimpi saat melihat kalian berdua.." lirih Reta sambil mengusap kepala sang anak...
Hubungan Daniel dan Reta pun menjadi renggang karenanya... Bahkan Reta tak pernah terlihat bersama Daniel belakangan ini...
__ADS_1
Reta duduk di balkon apartemen Abi... Melihat suasana malam dari atas sana... Cahaya rembulan, kelap kelip lampu yang mempercantik pemandangan malam di kota...
Semilir angin malam membawa rasa dingin yang mampu membuat tubuh Reta bergetar...
"Pakai ini... Udaranya sangat dingin..." Kata Abi seraya memasangkan selimut pada tubuh Reta...
"Kenapa kamu tak tidur..?" Tanya Reta saat Abi malah duduk di sampingnya...
"Aku tak bisa tidur... Aku terus memikirkan mu.." kata Abi jujur...
Jantung Reta mendadak terasa berdebar... Debaran itu... Degupan itu... Semua kembali lagi seperti dulu...
Debaran yang biasanya hanya dia rasakan pada Daniel... Kini dia mulai merasakan hal itu lagi pada sosok laki-laki yang pernah menyakitinya...
"Kenapa memikirkan ku..?" Kata Reta berusaha bertanya...
"Karena aku berharap kita masih bisa bersama..." Jawab Abi dengan tenang...
Benar.... Perasaan itu kembali lagi dalam pikiran dan hati ini... Meskipun tak sekuat dulu namun masih mampu menggetarkan hati ini...
Tapi entah mengapa meskipun rasanya berdebar namun tetap ada rasa sakit yang tak bisa di hindarkan...
Aku tahu mungkin ini salah tapi kenapa aku tak dapat memberontaknya... Mengapa aku merasa jika semua ini hanyalah sebuah rekayasa saja...
Benarkah yang dia katakan... Mungkinkah mereka hanya ingin membuat ku jatuh kembali dan terjebak selamanya...
__ADS_1
Aku tak bisa terus begini... Aku harus mulai menggunakan logika ku untuk melawan hati ku sendiri... Sebelum semuanya terlambat...