
Saat ini adalah Minggu terakhir di bulan itu yang membuat semua orang tengah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing... Terlebih untuk tim marketing yang terus melakukan rapat beberapa hari belakangan ini... Bahkan juga lembur hingga malam hari untuk menyelesaikan dateline akhir bulan mereka...
"Hah gila nih... Sial banget sih... Masa iya kita lagi yang kena imbasnya..." Teriak mbak Dina yang baru saja memasuki ruangan marketing...
"Lo kenapa sih Din kaya orang kesetanan gitu... Masuk-masuk teriak gak jelas gitu.." kesal mbak Yuni yang kaget karena mbak Dina yang tiba-tiba masuk dan marah-marah tak jelas...
"Gimana gue gak emosi Yun.. tim kreatif tuh ngabarin kita dadakan kaya gini.." kesal mbak Dina dengan wajahnya yang memerah padam...
"Mbak... Pelan-pelan... Jelasin dulu ada apa..?" Tanya Reta coba meredakan suasana tegang saat itu...
Dina menarik nafas lalu menghelanya perlahan...
"Gini Ta... Barusan tim kreatif ngabarin gue kalo kita harus undur launching produk balsem bayi itu... Karena aktrisnya gak bisa take iklan bagian terakhirnya.. katanya sih dia ijin karena ada keluarganya kena musibah dan belum tau sampai kapan.. gila kan.." kesal Dina dengan dadanya yang naik turun mengisyaratkan kemarahan..
"Wah enak aja mereka main minta kita undur launching.. kalau kaya gitu kita dong yang kena imbas semuanya.. terus kita juga bakal di salahin tim accounting.. karena kalau sampai di undur jadwal launching nya otomatis target pasar kita harus di ubah ulang mengikuti waktu nya... Belum lagi kita pasti di salahin karena biaya yang udah keluar tapi produk gak bisa terjual.." kata Yuni yang ikut panik...
Semuanya mengangguk bersama dengan lesu... Reta terduduk sambil menampukan kepalanya di tangan... Reta lalu mengetuk-ngetuk kepalanya dengan jari-jarinya...
Berharap dengan cara seperti itu mampu membuatnya mendapatkan ide yang bisa meringankan beban semua tim saat ini...
"Ah mbak biar gue minta rapat dadakan siang ini ke pak Bima..." Kata Reta tiba-tiba pada seluruh rekannya...
"Reta.. Lo mau apa..? Jangan ambil resiko yang gak menguntungkan Lo.." kata Ryan memperingati... Karena hal ini belum pernah terjadi sebelumnya...
__ADS_1
"Kalian percaya kan sama gue..?" Tanya Reta yang diangguki oleh seluruh timnya...
Saat ini pak Bima juga tengah melakukan rapat dengan Kabag juga pak Niel sang CEO... Itu semua karena hal ini akan berimbas pada seluruh bagian sehingga membuat semuanya kacau..
"Baiklah saya tunggu hasil rapat besok sore.. Saya tidak mau jika semua divisi mengalami masalah karena hal ini.." kata pak Niel dengan tegas lalu meninggalkan ruangan rapat...
Begitu pak Bima masuk kedalam ruangan kerjanya Reta langsung mengikuti beliau dan mengajukan rapat dadakan dengan semua divisi yang bersangkutan...
Akhirnya rapat dadakan pun diadakan jam 10.00 siang ini... Saat ini setiap orang yang mempunyai peranan dalam peluncuran produk pun mengikuti rapat...
"Oke semuanya... Saya mewakili tim marketing akan mengajukan beberapa pemecahan masalah untuk apa yang saat ini kita alami..." Reta memulai rapat itu dengan suasana sangat tegang...
Reta memberikan beberapa masukkan pada seluruh divisi...
"Tapi kita tetap harus membayar ganti rugi jika kita yang membatalkan kontrak tersebut bagaimana..?"
"Saya yakin kalau penghasilan penjualan produk kita nanti lebih tinggi dari uang ganti rugi tersebut... Jadi kita harus berani mengambil resiko.."
"Lalu jika apa yang kamu katakan meleset bagaimana..? Bukannya kita akan mengalami kerugian besar...?"
"Saya yang akan menjaminnya..." Kata Reta dengan bersungguh-sungguh...
Akhirnya setiap divisi pun menjalankan tugasnya masing-masing...
__ADS_1
Divisi keuangan memperhitungkan pengeluaran dan ganti rugi.. lalu juga memperhitungkan anggaran...
Sedangkan divisi planning mengatur kembali bagaimana iklan yang akan di gunakan untuk menggantikan take iklan sebelumnya...
Dan divisi kreatif mengatur ulang untuk pembuatan iklan yang menuju sesuai dengan target pasar yang telah di gambarkan oleh tim marketing...
Semuanya bekerja dengan sangat keras... Terlebih Reta sebagai pencetus ide dan orang yang di tunjuk sebagai penanggung jawab...
Hari berikutnya di adakan rapat ulang untuk membahas kelengkapan dan kepastian perencanaan...
Saat ini perusahaan sudah mengeluarkan beberapa juta sebagai ganti rugi atas pembatalan kontrak... Dan itu membuat Reta memikul beban yang begitu berat..
Setelah di peroleh hasil rapat dari seluruh divisi, masing-masing divisi memberikan hasil akhir kepada Kabag mereka... Kemudian para Kabag pun mengadakan rapat dengan sang CEO...
"Baiklah... Saya rasa keputusan ini bisa jadi solusi juga.. jika memang nanti pendapatan akan melebihi dari apa yang sudah kita keluarkan maka saya akan memberikan hadiah untuk semuanya.. tapi jika ternyata semuanya lolos dari perkiraan maka saya akan menuntut orang yang bertanggung jawab atas hal ini.." kata pak Niel dengan tajam membuat seluruh Kabag bergidik ngeri bahkan kesusahan menelan salivanya..
Usai rapat Reta di panggil keruangan pak Bima yang membuat semua rekannya sangat khawatir...
"Reta.. saat ini pekerjaan kamu dipertaruhkan.." kata pak Bima sambil menepuk pundak Reta..
Reta mengangguk yakin...
"Saya yakin pak.. pasti semua akan berjalan baik.." kata Reta meskipun sebenarnya dia juga punya keraguan dalam dirinya...
__ADS_1