
Bian ada di gendongan seorang laki-laki yang tengah membelakangi Reta...
Reta berlari mendekati dan memanggil Bian...
"Bian..."
"Ibuk..."
Laki-laki yang menggendong Bian berbalik saat mendengar suara dari arah belakang tubuhnya...
Reta terkesiap melihat siapa laki-laki yang tengah menggendong Bian saat ini...
Jantung Reta berdebar dengan sangat kencang... Seketika rasa takut menjalar di seluruh tubuhnya...
Reta menajamkan pandangannya... Dia mengeraskan rahangnya dan segera mengambil Bian dari gendongan laki-laki itu...
"Ibuk..." Bian berpindah ke gendongan Reta dan memeluk serta menciumnya...
"Sasa..." Laki-laki itu terkejut saat anak yang ia gendong tadi memanggil Reta dengan sebutan ibu...
Ya, Abi... Dialah laki-laki yang menolong Bian saat terjatuh tadi... Dia juga yang membawa Bian untuk duduk ke tepi danau... Karena dia tak tahu harus mengembalikan Bian pada siapa...
Karena sedari tadi Bian hanya memanggil ibu saja...
Reta segera berbalik dan hendak berjalan pergi... Namun dengan cepat Abi menghalangi langkahnya...
"Sasa, dia..." Lirih Abi yang tak yakin...
"Dia bukan siapa-siapa... Dia tidak ada hubungannya dengan mu.." dingin Reta dan berjalan lagi...
__ADS_1
Namun Abi menggenggam tangan Reta dan membuatnya berhenti melangkah karena perkataannya...
"Dia anak kita bukan.." tanya Abi memastikan... Karena sedari tadi mereka menunggu di sana banyak sekali pejalan kaki yang selalu mengatakan jika mereka mirip...
Abi dia terus melihat Bian dan menemukan kemiripan wajah namun ia tak yakin karena belum mengetahui ibu dari anak itu...
Namun kini Abi yakin jika anak itu adalah buah cintanya dengan Reta...
Reta terdiam... Wajahnya sangat terkejut saat mendengar perkataan Abi... Dingin... Tubuh Reta serasa membeku saat mendengar kata-kata Abi...
"Bukan... Dia anak ku... Hanya anak ku..." Kata Reta dengan nada suara yang meninggi...
"Sa... Dia anak kita kan... Wajahnya, hidungnya, matanya, bibirnya bukankah semuanya mirip dengan ku... Katakan Sa... Dia anak kita kan.." kata Abi dengan nada suara yang tak kalah tinggi...
Tatapan matanya tak kalah tajam menatap Reta di depannya... Bian yang tak mengerti pun mulai menangis karena takut...
"Ibuk... Hua...Hua...." Isak Bian saat Abi memegang bahu Reta dan mencengkeramnya...
"Bukan... Dia hanya anak ku... Karena selama ini aku yang ada untuknya.." jawab Reta yang kini telah meneteskan air matanya...
Abi tertunduk... Dia sadar apa maksud dari perkataan Reta... Matanya mulai memerah dan berkaca-kaca...
"Maafkan aku Sa... Maafkan aku..." Lirih Abi lagi...
"Jangan ganggu kami..." Kata Reta dan berjalan pergi... Abi lagi-lagi berusaha menahan Reta....
"Berhenti..." Daniel datang mencegah Abi yang hendak menggenggam tangan Reta lagi...
Reta menoleh dan mendapati Daniel yang sudah berdiri di sampingnya...
__ADS_1
"Om iel...Hua...Hua..." Bian menangis dan meraih tubuh Daniel dengan tangan kecilnya...
Daniel menggendong Bian dan menenangkannya...
"Mas..." Lirih Reta dengan matanya yang basah... Daniel tersenyum dan mengangguk... Dengan tangan satunya dia merengkuh Reta ke dalam pelukannya...
Abi mengepalkan tangannya melihat kejadian di depannya... Dia terbakar oleh rasa cemburunya... Melihat wanita yang di cintainya... Juga buah hatinya yang justru memeluk laki-laki lain... Bukan dirinya...
Dia merasakan hatinya sakit... Sangat sakit...
"Jangan pernah ganggu Reta ataupun Bian... Mereka adalah keluarga ku..." Tajam Daniel dengan tatapan matanya...
"Dia anakku.." akuh Abi yang di acuhkan oleh Daniel...
"Aku bersumpah akan mengambil kembali apa yang seharusnya jadi milikku..." Teriak Abi saat Daniel, Reta dan Bian mulai berjalan menjauh...
Demi apapun aku tak dapat merelakan jika wanitaku bahkan anak ku memilih laki-laki lain...
Aku sadar aku salah namun bukankah ini juga sebuah kesalahpahaman... Bukan sepenuhnya kesalahan ku... Tapi mengapa aku yang harus menanggungnya sendirian...
Sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan hal ini... Mereka adalah milik ku.. Hanya milikku...
Aku tak perduli meskipun dia saudara ku... Aku tak akan pernah merelakan cinta ku juga buah hati ku bersamanya...
Mungkin aku memang terlihat egois namun aku yakin jika siapapun itu ada dalam posisi ku.... Dia pasti akan melakukan hal yang sama...
Aku akan tetap memperjuangkan perasaan ini... Aku yakin jika dari dalam lubuk hatinya dia masih mencintai ku... Bahkan sangat mencintai ku...
Terlebih anak kami... Aku yakin jika anak itu selalu membuat dirinya teringat pada ku... Hingga dia pasti akan kembali lagi padaku...
__ADS_1
Tunggu aku sayang... Aku akan melakukan segalanya untuk kamu dan dia...