CRAZY RICH BOSS

CRAZY RICH BOSS
Betapa Menyakitkan


__ADS_3

Abi berjalan dengan langkah gontai nya... Dia terus berjalan menaiki satu persatu anak tangga dengan tangan yang bercucuran darah... Bahkan pelipis sebelah kanannya pun ikut meneteskan darah...


'Bi Lo gak bisa kaya gini terus... Lo harus lanjutin hidup Lo... Daniel menatap iba pada sepupunya itu...


Satu bulan telah berlalu sejak kejadian malam itu... Namun keadaan Abi tak kunjung membaik...


Yang dia lakukan hanyalah minum alkohol dan terus menangis meratap dan menyebut nama Sasa... Bahkan keluar hanya untuk memutari kota dan mencari wanita dengan nama Sasa itu..


Daniel berusaha membuat sepupunya bangkit kembali... Hingga akhirnya Daniel membawa Abi pergi ke Cina agar dapat melupakan masalahnya...


Seiring berjalannya waktu kondisi Abi terlihat lebih membaik... Namun terkadang dia masih suka murung dan melamun...


Daniel menemani Abi selama satu tahun di Cina sambil melanjutkan pendidikannya...


Namun atas perintah orang tuanya Daniel pindah ke Inggris untuk meneruskan pendidikan serta belajar mengelola bisnis keluarganya...


Dan Abi dia menetap di Cina... Hingga akhirnya selama satu tahun terakhir dia di temani oleh teman masa kecilnya... Risa... Wanita yang dulu pernah menghampiri Abi di sekolahnya...


Risa membantu Abi bangkit dari rasa terpuruknya... Dia setia berada di samping Abi meskipun dalam setiap tidur malamnya yang Abi sebut hanyalah nama Sasa..


Daniel tersadar dari lamunannya... Disertai dengan suara Guntur yang menggelegar...


Malam itu hujan turun dengan derasnya... Menambah hawa dingin dan membuatnya semakin pilu...


Daniel mengerti kini... Jika kecurigaannya tiga tahun yang lalu sepertinya memang benar...

__ADS_1


Namun kini Daniel pun tak dapat lagi melepaskan Reta... Dia sudah terlanjur jatuh hati pada wanita itu... Meskipun Daniel tahu jika Reta adalah wanita dari masa lalu Abi yang kini masih di simpan jauh dalam lubuk hatinya...


Abi menekan bel berulang kali... Membuat sang pemilik apartemen terbangun...


Ya... Kini Abi berdiri di depan pintu apartemen Reta... Dia datang dengan keadaan yang sangat kacau...


Luka di pelipis juga tangannya... Mata sayu dan tatapannya yang penuh luka...


Reta membuka pintu apartemennya... Dia sangat tercengang melihat Abi yang berdiri di hadapannya kini tengah menatapnya pilu sambil menangis...


"Sasa..." Abi maju memeluk tubuh Reta... Bahkan Reta sempat terhuyung ke belakang di buatnya... Hingga kini mereka berada di dalam apartemen Reta...


Masih dalam posisi memeluk Reta Abi terus mengatakan maaf, maaf dan maaf... Bahkan tangisnya terdengar semakin pilu...


Reta masih terkesiap tubuhnya bahkan tak dapat bergerak sedikitpun... Kakinya terasa kaku... Dia ingin menjauh namun Isak tangis Abi membuatnya tak tega untuk mendorong tubuh itu...


"Maaf Sa... Maafkan aku... Aku yang bodoh... Aku yang naif... Aku terlalu percaya pada mereka... Maafkan aku Sa.." lirih Abi dengan isakan tangisnya...


Darah dari pelipis kanan Abi terus keluar dan akhirnya menetes pada pundak Reta...


Saat itulah Reta tersadar... Reta memundurkan tubuhnya agar dapat melihat laki-laki di hadapannya itu...


"Bi... Wajah mu..." Lirih Reta sambil menyentuh pelipis Abi yang mengeluarkan darah...


Abi memegangi tangan Reta yang justru membuat Reta semakin terkejut...

__ADS_1


"Tangan mu Bi..." Panik Reta saat menyadari jika darah terus menetes dari tangan Abi...


"Duduk.." titah Reta dan mendorong tubuh Abi untuk duduk di sofa ruang tamu itu...


Reta dengan sigap mengambil baskom yang di isinya air bersih... Dia bahkan mengambil kotak P3K yang ada di kamarnya...


Reta kembali dengan semua peralatan yang di bawanya... Dia mulai membersihkan luka di tangan Abi...


Reta melihat goresan yang cukup dalam pada telapak tangan kanan Abi... Reta menatapnya dengan sendu... Dia lalu membalutnya dengan perban setelah membersihkan dan memberikan luka itu obat...


Usai membalut tangan Abi, kini Reta duduk sejajar dengan Abi... Dia mulai membersihkan luka pada pelipis kanan wajah Abi...


Abi menatap Reta dengan pandangan teduh... Dia dapat merasakan jika Reta masih mengkhawatirkannya...


Dengan telaten Reta mengobati luka itu dan memberikan perekat pada lukanya...


"Terimakasih Sa..." Lirih Abi di iringi dengan sebuah senyuman hangat... Senyuman yang selama tiga tahun ini tak pernah dia tunjukkan pada siapapun...


Rasanya bagaikan mimpi... Melihatmu lagi ada tepat di depan mata ku saat ini... Entah mengapa tapi aku tak kuasa untuk membiarkan mu terluka... Aku bahkan masih merasakan sedih saat melihat kondisi mu saat ini...


Aku tak tahu perasaan apa ini... Mungkinkah sisa dari sebuah rasa... Ataukah hanya sebuah rasa kasihan saja...


Namun yang aku yakini saat ini hanyalah aku harus menolong mu meskipun hati ku tak mau... Tapi hati kecil ini tak sanggup untuk menyuruh mu pergi dengan keadaan yang begitu menyedihkan itu...


Aku harap ini benar-benar rasa kasihan dan kemanusiaan saja... Bukan perasaan yang telah mati dan kembali lagi...

__ADS_1


Saat ini aku sadar jika aku sudah memilih seseorang yang begitu sangat mencintai ku juga tulus pada ku... Aku tak mungkin menyakiti dan mengkhianati perasaan itu...


Semoga saja kamu tak akan salah paham untuk apa yang aku lakukan kini... Karena aku tak mau jika nanti semuanya menjadi rumit untukmu, untuk ku dan untuk dia yang saat ini mengisi hidup kita...


__ADS_2