CRAZY RICH BOSS

CRAZY RICH BOSS
Maaf Bayi Besarku


__ADS_3

Ini sudah satu Minggu Reta menjauhi Daniel dan terus menghindarinya... Bahkan Dina juga Yuni pun sampai ikut terlibat walaupun sebenarnya mereka takut namun mereka juga mengerti bagaimana perasaan Reta...


Reta terus menutup mata juga telinga nya untuk semua kabar buruk yang beredar tentangnya... Bahkan kini semua orang di perusahaan itu tau jika Reta merupakan seorang single mom... Hamil diluar nikah dan tidak diketahui siapa ayah dari anaknya...


Awalnya Reta merasa begitu tertekan... Semua orang mencaci maki dirinya... Bergosip ria di belakangnya... Namun gosip itu selalu di redam oleh Daniel...


Bahkan Daniel secara terang-terangan memberikan pengumuman di forum kantor jika ada yang bergosip tak baik tentang teman satu kantornya maka dia tidak akan segan-segan untuk memecat para penggosip itu...


Dan tentu saja itu membuat banyak orang semakin membenci Reta...


"Enak ya jadi Lo... Sampai di belain segitunya.."


"Gue gak pernah minta di bela sama dia.. gue dah biasa denger semua makian orang.."


"Heran gue, kenapa ya nasib Lo kalo masalah cowok selalu beruntung tapi selalu mengenaskan.."


"Maksud Lo apa Nad..?" Tanya Reta tak mengerti...


Nadia tersenyum miring dengan tatapan menghinanya...


"Dulu gue suka sama seseorang tapi dia lebih milih Lo... Meskipun pada akhirnya Lo di tinggalin.."


"Nad... Maksud Lo..?"


"Iya... Gue juga suka sama dia tapi dia milih Lo..."


"Dan sekarang terjadi lagi, gue suka sama pak Niel.. gue berusaha keras buat dapetin perhatiannya tapi lagi-lagi Lo ambil dia dari gue.."


"Gue gak pernah ngambil apapun dari siapapun... Bahkan Lo gak pernah ada hubungan apapun... Kenapa Lo salahin gue.."


"Karena Lo selalu beruntung sedangkan gue gak.." kata Nadia dengan menatap tajam kearah Reta dan pergi dari toilet itu...


Mendadak kaki Reta menjadi lesu setelah mendengarkan semua pengakuan Nadia.. dia benar-benar tak menyangka jika selama ini sahabatnya itu ternyata menganggapnya seperti itu...


Bahkan Reta juga baru mengetahui dari mbak Yuni juga mbak Dina jika akun yang menyebarkan semua informasi hidup Reta adalah Nadia...


Itulah mengapa Nadia juga Reta bisa sampai ke pembicaraan tersebut...


Meskipun masih ada saja orang yang membicarakan Reta namun Reta terus berusaha mengabaikannya...


Bahkan Ryan pun kini menjauhi Reta... Bukan karena semua fakta tentang Reta, namun karena dia masih tidak bisa menerima kenyataan jika Reta mempunyai hubungan dengan sang CEO..


Brakk


Seperti hari-hari sebelumnya Reta selalu membuang buket bunga tulip putih yang terletak di mejanya...


Yuni dan Dina yang melihatnya hanya menggeleng saja... Bahkan Reta pernah juga akan membuang makanan ataupun minuman dengan note di atas mejanya yang di berikan Daniel...


Namun Dina juga Yuni mencegahnya dengan alih-alih tak baik membuang makanan... Akhirnya semua itu di simpan oleh Dina juga Yuni...

__ADS_1


"Hah.. sudah satu Minggu dia menghindari ku.. aku benar-benar tidak menginginkan semuanya seperti ini..." Lirih Daniel dengan frustasi...


"Aku harus bicara dengannya" kata Daniel lalu pergi keluar dari ruangannya...


Saat ini sedang jam makan siang... Dan semua karyawan sedang berada di kantin kantor...


Reta sedang makan dengan Dina juga Yuni sambil membicarakan perencanaan launching produk yang akan datang...


"Eh itu kan..."


"Sstt diem dan lihat aja bakalan ada drama apa.." bisik salah seorang karyawan yang melihat Daniel berjalan memasuki kantin...


"Kita harus bicara" kata Daniel berdiri di samping meja Reta dan teman-temannya yang sedang makan...


Reta meletakkan sendoknya dan memandang kearah Daniel...


"Maaf pak kalau soal perencanaan penjualan pak Bima akan segera membicarakannya dengan anda..." Kata Reta dengan datar...


"Ini tentang kita.." kata Daniel mencoba sabar dengan sikap dingin Reta selama ini...


Ya Reta benar-benar mendiamkan bahkan menjauhi Daniel... Dari pesan yang tak pernah di balas, panggilan yang tak pernah diangkat, Reta yang selalu menghindar saat di kantor, bahkan Reta yang tak mau menemuinya meskipun Daniel datang ke apartemennya...


Meskipun orang tua Reta dan Daniel tidak tau kondisi saat ini karena Reta selalu berpura-pura semuanya baik-baik saja... Namun Daniel takut jika sampai Reta benar-benar meninggalkannya...


Walaupun Reta juga belum mengakhiri hubungan mereka namun Reta sudah seperti menjauhinya dan itu membuat Daniel merasa sangat gila...


Grep...


Semua karyawan disana hampir tak percaya dengan apa yang mereka lihat... Daniel memeluk leher Reta dan menyeretnya menjauh dari kantin perusahaan...


Antara ingin tertawa dan kebingungan itulah yang di rasakan semua orang yang menyaksikannya...


Bagaimana bisa Daniel membawa Reta dengan cara seperti itu... Ah sudahlah... Semua itu semakin menunjukkan jika memang hubungan mereka bukan hanya sekedar bos dan karyawan...


"Pak... Lepasin saya...bapak apa-apaan sih..!!" Kesal Reta sambil berusaha melepaskan pelukan Daniel di lehernya...


"Kamu tuh susah banget kalo gak di giniin.." jawab Daniel dan terus membawa Reta ke ruangannya...


Begitu sampai di ruangannya Daniel melepaskan Reta yang sudah memasang wajah kesalnya...


"Bapak itu bikin malu saya tau gak sih... Nyeret saya kaya anak kecil aja" kesal Reta dengan wajah memerah...


Ya dia malu juga karena sepanjang jalan semua orang melihat mereka dengan tatapan aneh bahkan ada yang menahan tawanya... Namun Daniel acuh saja pada semuanya...


"Soalnya kamu tuh lebih ngambekan dari pada Bian..." Jawab Daniel...


"Sini duduk dulu... Aku mau ngomong sama kamu.." kata Daniel sambil menepuk bagian sofa yang kosong di sebelahnya...


"Saya duduk sini aja.." kata Reta dan duduk di sofa depan Daniel...

__ADS_1


"Hah...." Daniel menghela nafasnya lagi... Dia harus lebih sabar menghadapi Reta sepertinya dari pada menghadapi Bian...


Bahkan Bian saja selalu tidak pernah bisa berlama-lama jika marah... Namun Reta astaga dia marah sudah berhari-hari...


"Ta.. kenapa kamu terus menghindari ku..." Tanya Daniel sambil memandang kearah Reta...


"Saya tidak menghindar dari bapak.." elak Reta...


"Kalau kamu tidak menghindari ku, lalu kenapa kamu gak angkat telepon ku..?"


"Gak denger.."


"Kenapa gak balas pesan ku..?"


"Kelelep sama pesan yang lainnya..."


"Hah... Kenapa kamu gak mau temuin aku..?"


"Eemmm..."


"Kamu ngehindar kan dari aku..."


"Engg...enggak kok...ya emang gak ada waktu aja... Sibuk kerja..."


"Apa kamu gak sayang lagi sama aku..?" Tanya Daniel dengan wajah sendu...


Reta terdiam tanpa bisa menjawab pertanyaan dari Daniel... Daniel nampak tersenyum sekilas... Dengan Reta tak menjawab berarti menunjukkan jika sebenarnya Reta masih menyayangi Daniel...


Daniel pindah duduk di belakang Reta... Dia memeluk Reta dari belakang...


Reta sedikit kaget dengan apa yang di lakukan Daniel...


"Maafin aku ya Ta... Aku tau aku salah...aku gak cerita dari awal sama kamu..."


"Tapi sejak awal aku tau dan kenal kamu aku udah jatuh hati sama kamu Ta...cuma setelah aku tau kalau kamu punya trauma sama laki-laki kaya aku jadi takut buat cerita yang sebenarnya..."


"Berarti udah sejak lama bapak mata-matai kehidupan saya kan.. hah..." Reta menghembuskan nafasnya kesal...


"Gak Ta... Aku gak maksud buat mata-matai kehidupan kamu... Aku cuma pengen kamu bisa terima aku..." Jawab Daniel jujur...


"Lalu kenapa gak dari awal mas bilang kalau mas itu CEO disini... Kenapa aku harus tau dari orang lain.." lirih Reta sambil menunduk...


Saat mendengar perkataan Reta yang memanggilnya 'mas' lagi Daniel yakin jika Reta sudah tak begitu marah lagi padanya...


"Karena aku takut kamu bakalan kaya gini... Aku mohon Ta... Jangan ngehindarin aku lagi... Jangan jauhin aku lagi... Tetap di samping ku ya... Karena aku gak bisa hidup tanpa kamu..." Kata Daniel sambil mengecup ujung kepala Reta...


Reta hanya terdiam dan tak mampu menjawab... Dia bohong jika mengatakan tak lagi menyayangi Daniel, namun dia juga gengsi untuk mengatakannya karena saat ini dia masih ada pada mode marah...


Namun bukan hanya karena hal itu saja.... Jujur saja Reta memang masih terpikirkan jika suatu saat Daniel juga akan meninggalkan Reta seperti laki-laki itu...

__ADS_1


__ADS_2