
Setelah semua di pastikan akhirnya semua divisi membuat ulang iklan yang akan mereka gunakan sebagai media pemasaran... Dan yang lebih mengejutkan adalah Reta sendiri yang turun sebagai pemeran ibu dalam iklan tersebut...
Awalnya konsep yang digunakan adalah seorang aktris yang berperan menjadi apoteker dan memberikan produk balsem anak milik perusahaan itu kepada ibu si anak...
Namun Reta meminta mengubah konsepnya dengan sang ibulah yang memilih produk balsem tersebut agar meyakinkan masyarakat luas jika memang produk balsem mereka adalah pilihan ibu setiap anak...
Reta yang memang sudah mengalami hal seperti itupun melakukan take iklan dengan sangat baik... Bahkan terlihat begitu Natural...
Reta berperan sebagai ibu sang anak yang mempercayakan balsem penghangat serta obat bagi anaknya yang sering mengalami hidung mampet, batuk maupun kedinginan...
Reta benar-benar berperan sangat baik... Bahkan iklan itu tidak perlu take berulang kali... Dan sudah selesai dalam waktu 5 hari...
Sudah seminggu ini Reta menjadi sangat sibuk... Bukan hanya dengan pekerjaannya saja namun juga dengan tanggung jawab iklan yang di jalankan nya...
Reta bahkan selalu berangkat pagi sekali dan pulang malam sekali... Dia bahkan juga sering melupakan makan yang membuat dirinya terlihat tak begitu baik saat ini...
Akhirnya hari yang di nantikan semua orang tiba... Hari dimana iklan produk tersebut ditampilkan secara perdana... Serta hari penjualan produk yang akan menentukan nasib pekerjaan Reta...
Malam ini semua orang berkumpul di sebuah restoran yang di pesan oleh CEO perusahaan untuk melihat penjualan produk juga target pasar yang di lakukan oleh tim marketing...
Dan benar-benar di luar dugaan semua orang, produk itu benar-benar sampai pada targetnya... Dimana banyak sekali para ibu yang menyukai dan membeli balsem anak tersebut karena menurut para customer apa yang dikatakan dalam iklan benar adanya... Serta manfaat dari produk tersebut memang sangat dirasakan oleh ibu yang memiliki anak kecil...
Bahkan bukan hanya anak kecil yang memakai produk tersebut beberapa orang dewasa pun menyukai nya karena menurut mereka produk itu cocok untuk segala usia... Hanya saja tinggal mengatur kadar penggunaan produk...
__ADS_1
Dalam satu hari launching produk bagian produksi sudah memproduksi sedikitnya 30.000 balsem... Sedangkan saat ini penjualan sudah mencapai sedikitnya 20.000 balsem...
Dan itu membuat keuntungan yang sangat besar... 3x lipat dari biaya yang di keluarkan untuk ganti rugi beserta produksi iklan yang di ganti tersebut...
Reta terduduk lemas di kursinya... Dia merasa sangat lega atas pencapaiannya saat ini...
"Wuihh gila... Keren Lo Ta.." Puji Dina juga Yuni... Reta tersenyum lega setelah mengetahui hasil penjualan produk tersebut... Dia merasa sudah benar-benar menargetkan dengan tepat sasaran pasarnya...
"Selamat yaa Ta... Gue tau Lo emang bisa di andelin.." kata Ryan dengan tersenyum dan mengusak ujung kepala Reta...
Dan tanpa disadari oleh semua orang ada seseorang yang menatap tak suka atas perlakuan Ryan pada Reta...
"Gue ke toilet dulu yaa.." pamit Reta setelah mengetahui hasil kerja kerasnya...
"Hah..." Reta menghela nafasnya di depan cermin... Wajahnya terlihat pucat dan juga lesu...
Peluk
Tubuh Reta di tangkap oleh seseorang dibelakangnya...
"Ahhh maaf..." Lirih Reta yang masih memegangi kepalanya...
"Kamu gapapa..?" Tanya suara yang dikenali Reta...
__ADS_1
"Loh mas Daniel..??" Tanya Reta memastikan...
Daniel tersenyum namun terlihat begitu cemas...
Daniel mendudukkan Reta disebuah kursi di ujung ruangan restoran itu...
"Kamu sakit..?" Tanya Daniel dengan wajah cemasnya...
"Gak kok mas... Cuma pusing dikit aja.." lirih Reta yang masih berusaha menguatkan dirinya...
Daniel semakin cemas saat melihat hidung Reta yang tiba-tiba mengeluarkan darah...
"Ya ampun.. kamu mimisan.." panik Daniel yang langsung mengambil sapu tangan dari dalam jas nya dan menempelkan pada hidung Reta..
"Ahh.." "Ini gapapa kok mas.. ini udah biasa kok" elak Reta yang melihat wajah khawatir Daniel...
"Gapapa gimana sih.. kamu tuh kecapekan kerja.. kamu forsir diri lagi kan.. sekarang kamu harus istirahat..." Marah Daniel pada Reta yang membuat Reta sedikit takut...
"Tapi mas malam ini saya harus ikut acara makan malam dengan semua teman kantor juga CEO perusahaan mas... Saya sudah sering Alfa di acara pertemuan seperti ini... Dan saya gak mungkin ijin lagi.." lirih Reta yang merasa tak enak jika harus Alfa lagi... Apa lagi ini adalah ke dua kali sang CEO mengadakan acara tersebut...
"Ekhem.. kamu coba aja dulu ijin sama atasan kamu...saya yang akan antar kamu pulang.." kata Daniel dengan sedikit salting...
Reta mencoba memikirkan perkataan Daniel... Dia sebenarnya tidak enak hati pada pak Bima juga sang CEO.. namun saat ini dia benar-benar tidak kuat juga untuk ikut melanjutkan acara...
__ADS_1
"Hhmmm ya sudah mas.. coba saya ijin dulu.." kata Reta dengan lemah lalu mencoba kembali ke ruangan dimana teman-temannya berada...
"Reta.. saya tunggu kamu di parkiran yaa.." pesan Daniel yang diangguki oleh Reta.. Daniel tersenyum dan mengusap kepala Reta lalu berjalan menuju parkiran...