
Siang ini Daniel Reta dan Bian sedang bermain di pantai... Mereka terlihat begitu sangat bahagia... Hingga tiba-tiba ada sebuah ombak besar yang tanpa senagaja membuat Bian terseret...
"Bian..." Teriak Reta histeris saat melihat sang buah hatinya terbawa ombak...
Namun dengan sigap Daniel segera menyelamatkan Bian dan membawanya ke kursi di pinggir pantai...
Saat ini semua orang mengerubungi mereka dengan suasana tegang...
Reta menangis tersedu-sedu... Dia begitu ketakutan..
"Bian.. bangun sayang...hiks hiks... Bian... Ibuk mohon...hiks... Hiks..." Reta menangis di samping tubuh anaknya yang sedang berusaha diselamatkan oleh Daniel..
Untungnya tak lama setelah itu Bian terbatuk dan mulai bernafas dalam... Semua orang disana terlihat lega karena tak lama ada petugas medis dari klinik terdekat yang datang atas panggilan salah seorang pengunjung...
Saat ini Daniel dan Reta sedang berada di klinik menunggu dokter melihat kondisi Bian saat ini...
Dokter keluar dengan wajah lega...
"Dok bagaimana keadaan anak saya..?" Tanya Reta dengan khawatir...
__ADS_1
"Untung saja tadi suami anda segera menyelamatkan dan memberikan pertolongan pertama pada anak anda.. sehingga tidak banyak air yang tertelan oleh anak anda nyonya.." jawab sang dokter yang tak mengetahui jika mereka bukanlah pasangan...
"Dok tapi..."
"Ah terimakasih dok... Apa sekarang kami bisa menjenguknya..?" Tanya Daniel menyela...
"Oh iya silakan tuan... Kondisi nya sudah baik-baik saja dan bisa dibawa pulang hari ini juga..." Kata sang dokter...
Daniel mengangguk lalu membawa Reta masuk untuk menemui anaknya...
Reta masih terus menangis takut... Dia tak dapat membayangkan apa yang akan terjadi padanya jika sampai Bian kenapa-napa...
"Udah jangan nangis lagi... Nanti Bian ikut sedih.." kata Daniel sambil menghapus air mata Reta...
"Kamu tau, aku sayang sama Bian kaya aku sayang sama kamu.." kata Daniel dan tersenyum...
Reta yang mendengarnya menjadi tercekat.. Daniel mengacak lembut rambut Reta lalu menyuruhnya menemui Bian..
Setelah insiden itu akhirnya sore hari itu mereka kembali ke kota... Bian terlihat sehat dan baik-baik saja... Juga terlihat begitu bahagia...
__ADS_1
Saat sampai di apartemen Reta, Bian sudah tertidur... Sebenarnya Reta mau membawa Bian sendiri ke apart namun Daniel melarangnya karena barang bawaan Reta juga banyak...
Akhirnya Daniel yang menggendong Bian sampai di apartemennya... Ini adalah kali pertama Reta mengijinkan laki-laki selain ayahnya untuk masuk kedalam apartemen itu...
Meskipun alasannya karena Daniel menggendong Bian namun tetap saja ini hal yang tak biasa bagi Reta sendiri...
"Makasih ya mas udah ngajakin dan nemenin liburan... Udah nyelamatin nyawa anak ku juga... Maaf ya kalau aku malah ngrepotin.." kata Reta merasa bersalah...
"Udah gapapa... Lagian aku juga jadi lebih lega setelah semua ini.." Daniel tersenyum penuh arti pada Reta...
"Aku buatin minum dulu mas.. duduk dulu aja di ruang tamu.." kata Reta lalu pergi ke dapur untuk membuatkan minum...
Daniel melihat-lihat isi apartemen Reta yang sederhana... Dia menghela nafas dan tersenyum kecut...
Tak lama Reta datang membawakan air sirup untuk Daniel... Daniel meminum air sirup itu hingga habis...
"Mas haus yaa.." kata Reta setelah Daniel menghabiskan minumnya...
"Enggak.. udah malem soalnya... Kamu kan juga harus istirahat" kata Daniel berusaha mengerti keadaan Reta...
__ADS_1
Setelahnya Daniel berpamitan pulang.. Reta tersenyum setelah kepergian Daniel... Dia merasakan debaran yang membuatnya bahagia... Namun di sisi lain dia masih ragu untuk membuka hatinya lagi...
Akhirnya Reta pun memilih tidur karena esok adalah hari terakhirnya berlibur bersama sang anak...