
"Tolong sampaikan pada pak Bima jika karyawan yang bertanggung jawab untuk pekerjaan kemarin saya berikan ijin cuti khusus.." pak Niel berkata pada sekretaris nya di telepon...
Tak lama sekertaris pak Niel pun menghubungi pak Bima melalui telepon...
"Baik pak Bobi terimakasih..." Pak Bima menutup teleponnya dan menghela nafas lega...
Reta kemudian masuk keruangan kerja pak Bima setelah namanya di panggil...
"Reta saya sangat berterimakasih atas kerja keras kamu.. dan saya akan menyampaikan kabar baik buat kamu... Kata pak Bobi pak Niel memberikan kamu ijin cuti khusus selama 2 hari .. beliau sangat puas dengan hasil kerja kamu..." Kata pak Bima dengan tersenyum tulus...
"Beneran pak..??" Tanya Reta yang masih tak percaya... Pak Bima mengangguk meyakinkan...
"Alhamdulillah... Makasih banget yaa pak... Kalau begitu saya ambil cuti khusus itu besok yaa pak..." Kata Reta dengan penuh semangat...
"Baiklah.." kata pak Bima mengangguk... Kebetulan besok adalah hari Kamis dan tepat sekali waktunya bagi Reta mengambil cuti khususnya untuk berlibur lama dengan sang buah hatinya...
Selama seminggu ini Reta benar-benar tak ada waktu bagi anaknya sehingga dia merasa bersalah... Namun dengan cuti khusus ini Reta merasa sangat senang... Dia akan mengajak sang buah hati berlibur sepuasnya...
Setelah itu Reta keluar dari ruangan pak Bima dengan tersenyum senang...
"Kenapa lu ta..? Seneng banget kayanya.." tanya mbak Dina...
Reta mengangguk senang seperti anak kecil...
"Iya mbak.. besok gue mau cuti sampai weekend.." kata Reta dengan antusias...
__ADS_1
"Wedew... Enak bener deh lu.." kata mbak Yuni menanggapi...
"Tapi emang kayanya Lo harus cuti deh... Gue khawatir juga sama kesehatan lu gara-gara insiden mimisan semalem.." kata mbak Dina menambahi..
Mbak Yuni pun ikut mengangguk setuju...
"Wah kalo Lo liburan lama berarti weekend nanti ada waktu dong ya... Reta gimana kalau weekend ntar kita jalan.??" Tanya Rian dengan tersenyum...
"Sorry ya yan... Gue udah ngatur acara weekend ini..." Tolak Reta secara halus yang membuat Ryan mengangguk dengan tersenyum kecut...
Reta sangat senang hari ini apalagi setelah ada kabar jika penjualan produk balsem anak itu terus meningkat... Sehingga semua tim marketing mendapatkan bonus dobel.. selain dari bonus atas pencapaian seluruh divisi...
Hal itu membuat Reta merasa benar-benar senang hari itu... Bahkan saat makan di kantin dengan teman-teman sedivisi pun dia terlihat sangat berselera... Tak seperti biasanya...
Dan tanpa siapapun sadari ada seseorang yang memandang Reta dari kejauhan dengan tersenyum kecil...
"Ibuk Bian mau tu.." tunjuk Bian pada sebuah kotak sereal yang ada di bagian atas rak... Reta melihatnya dan tersenyum...
"Bian pengen hadiah pesawatnya itu kan..?" Tanya Reta menggoda sang anak... Dan anak kecil yang polos dan tampan itu tersenyum lebar...
"Oke deh sayang.. ibuk ambilin dulu yaa.." tangan Reta yang kanan berusaha menggapai kotak sereal sedangkan tangannya yang kiri terus memegangi troli belanjaan dimana Bian juga duduk disana...
"Aw.." kaget Reta dengan menunduk.. karena hampir saja dia kejatuhan kotak sereal yang di ambilnya namun tak sampai... Tapi untung saja ada seseorang yang menahan kotak sereal itu sebelum mengenai kepala Reta...
"Om baik.." teriak Bian dengan antusias... Membuat Reta melihat kebelakang dengan tak percaya... Lagi-lagi suatu kebetulan yang mempertemukannya dengan Daniel...
__ADS_1
"Hallo Bian... Ini sereal kamu.." kata Daniel menyerahkan kotak sereal yang langsung diterima Bian dengan sangat senang...
"Kebetulan ya kita ketemu lagi.." kata Daniel sambil tersenyum kearah Reta... Reta yang sudah tersadar dari rasa kagetnya pun mengangguk dan tersenyum canggung..
"Iya mas... Mas juga lagi belanja bulanan..?" Tanya Reta yang melihat Daniel membawa keranjang belanjaan...
Daniel mengangguk...
"Iya... Saya belanja buat camilan di kantor.." jawab Daniel dengan menggaruk tengkuknya...
"Hahahaha... Ternyata bukan cewek aja ya mas yang suka ngemil di kantor... Cowok juga.." kata Reta sambil tertawa lucu melihat reaksi Daniel yang malu-malu dan menggemaskan menurutnya...
Setelah berbelanja mereka makan disebuah caffe cepat saji di dalam mall itu... Mereka berdua mengobrol ringan dengan tawa...
"Oh ya saya mau liburan ke pantai... Kira-kira apa kamu dan Bian mau ikut..?" Tawar Daniel...
"Ahh..gak..."
"Pantai..AU AU om... Bian au pantai.." kata Bian dengan antusias...
Daniel mengusak lembut kepala Bian dengan penuh kasih sayang...
"Ahh... Gak usah mas... Saya gak mau ngrepotin.." tolak Reta namun tiba-tiba Bian menangis dengan kesal...
"Huaa... Bian au ke pantai...huaa..." Reta begitu terkejut dengan sikap Bian itu... Dengan sigap seperti seorang ayah Daniel menggendong Bian dan menenangkannya agar tak menangis lagi...
__ADS_1
Akhirnya Reta pun mengalah dengan permintaan sang anak... Reta menyetujui ajakan Daniel untuk berlibur bersama ke pantai... Namun dengan syarat Reta tak ingin merepotkan Daniel... Sehingga Reta akan membayar sendiri seluruh pengeluarannya saat mereka liburan nanti...
Ya meskipun dengan sedikit pertimbangan akhirnya Daniel menyetujui syarat Reta... Daniel tersenyum senang melihat Reta dan Bian tertawa seperti itu...