
"Apa kau sebahagia itu sayang..?"
Abi masuk ke dalam ruangan itu lalu menguncinya dari dalam...
Reta terkejut saat mendengar suaranya dan menoleh...
"Abi... Apa yang kau lakukan disini..?" Tanya Reta dengan nada ketakutan...
"Aku juga tamu undangan disini Sa.." jawab Abi sambil tersenyum penuh arti..
"Kalau begitu kenapa kau kemari... Seharusnya kau di aula.." jawab Reta mencoba berani...
Abi berjalan semakin mendekat kearah Reta... Reta, dia berusaha meraih ponsel yang ada di atas sofa...
Namun gerakannya kalah cepat dengan Abi...
"Bi... Kembalikan ponsel ku..." Pinta Reta dengan suaranya yang sedikit meninggi...
"Tenanglah sayang... Aku tak akan menyakitimu... Aku hanya ingin menyadarkan mu..." Abi berjalan mendekati Reta lagi...
"Abi.. berhenti... Atau aku akan teriak keluar jendela.." ancam Reta... Abi justru tersenyum dan semakin mendekat...
"To---" belum sempat Reta berteriak Abi lebih dulu membius Reta dengan sapu tangan yang sudah ia siapkan...
Reta pingsan dalam pelukan Abi... Abi menggendong tubuh Reta setelah menelepon seseorang...
__ADS_1
"Kenapa Reta tak kunjung muncul..." Cemas mamah Daniel... Ibu juga ayah Reta sama cemasnya...
Daniel yang baru saja menemui beberapa rekan bisnisnya berniat akan menghampiri Reta... Namun dia justru melihat Abi yang tengah memasuki sebuah mobil...
Namun Daniel sempat melihat jika ada gaun pengantin yang tersangkut di pintu mobil itu...
"Pak Niel..." Teriak Yuni sambil berlari-lari kearah Daniel...
"Kenapa..?" Tanya Daniel begitu Yuni sampai di depannya...
"Pak... Reta... Reta.." kata Yuni terbata dan terengah...
"Reta kenapa..?" Tanya Daniel yang mulai merasakan firasat buruk...
"Reta gak ada di ruang tunggu pak.." kata Yuni yang langsung membuat Daniel sadar jika Abi telah membawa Reta pergi...
Yuni segera melakukan apa yang di minta Daniel... Yuni juga yakin jika Abi adalah orang yang membawa Reta pergi... Karena tak mungkin Reta melarikan diri...
Semua orang menjadi panik setelah mendengar kabar itu... Terlebih orang tua Reta juga mamah Daniel... Bian bahkan terlihat menangis terus menerus...
Maria, dia yang mendengarkan percakapan Daniel tadi sudah mengendarai mobilnya... Dia meminta orang untuk melacak posisi Abi saat ini...
Daniel juga meminta orangnya untuk melacak keberadaan Abi... Tak butuh waktu lama dia telah menemukan lokasi Abi...
Saat ini Abi tengah menuju ke pelabuhan... Daniel yakin Abi pasti akan membawa Reta pergi dari jalur air...
__ADS_1
Dengan informasi yang di sampaikan Yuni kini Abi tengah menjadi buronan karena kasus penculikan Reta...
Bahkan semua karyawan laki-laki Daniel berusaha membantunya mengejar Abi...
Abi terus memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi... Dia menyentuh ujung kepala Reta sambil tersenyum senang...
"Sa.. andai saja kamu lebih memilih ku, aku pasti tak akan melakukan hal ini Sa.." kata Abi dengan nada sendunya...
Saat hampir tiba di pelabuhan Reta mulai sadar dari pingsannya... Dia membuka matanya sedikit dan menemukan dirinya di dalam mobil dengan Abi yang sedang menyetir..
Reta tak mau pergi bersama Abi... Dengan nekat dia membuka pintu mobil secara cepat... Setelah terbuka dia melompat dari sana dan terguling hingga ke tepian jalan...
"Sasa...." Abi berteriak saat Reta terjun dengan nekat dari mobilnya...
Reta meskipun dengan tubuh terluka dan kakinya yang terkilir, dia mencoba bangun dan segera berjalan secara tertatih...
Abi menghentikan mobilnya dan turun lalu berusaha mengejar Reta... Reta menoleh kebelakang dan mendapati Abi yang berusaha mengejarnya...
Reta terus berusaha melarikan diri meskipun dalam keadaan yang sangat kacau...
"Mati kau wanita sialan..."
Aku akan membalaskan dendam ku... Kini akan ku buat keluarga itu hancur... Bukan cuma keluarga itu... Tapi mereka semua...
Mereka semua yang sudah membuat hidupku hancur.. Mereka yang telah membuat anak ku menjauh dariku...
__ADS_1
Akan ku pastikan dengan kematiannya mereka semua akan menangis darah...
Setelah itu aku akan tertawa bahagia diatas makam wanita sialan itu... Aku akan membalaskan semua rasa sakit hati ini...