CRAZY RICH BOSS

CRAZY RICH BOSS
Bertubi-tubi


__ADS_3

Daniel sampai di rumah sakit dan melihat mamahnya yang terduduk di kursi depan IGD dengan menangis...


"Mamah..."


"Tante..." Reta segera menghampiri mamah Daniel... Mamah Daniel memeluk Reta dan menangis...


"Mamah takut Ta..." Lirih mamah Daniel...


"Mah, kenapa penyakit jantung papah mendadak bisa kambuh lagi..?" Tanya Daniel dengan cemas...


"Tadi sekretaris papah mu mengabari kalau pabrik kain kita kebakaran dan semua peralatan juga bahan baku ikut terbakar tak tersisa..." Mamah Daniel menjelaskan sambil terisak...


"Apa..." Daniel sangat terkejut mendengarnya... Bagaimana bisa semuanya terjadi secara tiba-tiba..


Reta tak kalah terkejutnya... Dia merasa semua ada hubungannya dengan pesan yang dia terima tadi...


Dokter keluar dari ruangan IGD... Daniel dan mamahnya segera mendekati dokter dan menanyakan kondisi papah Daniel...


Untungnya semua baik-baik saja... Kondisi papah Daniel tidak begitu parah... Namun tetap harus berhati-hati... Karena jika sampai mendengar hal yang buruk lagi mungkin dapat mengancam keselamatan hidupnya...


Daniel dan mamahnya bersyukur dan mengangguk... Usai di pindahkan ke ruang rawat mereka semua menunggunya hingga papah Daniel sadar...


Ponsel Reta berbunyi dia menerima pesan lagi dari nomor baru...


Temui aku sekarang di taman pusat kota... Abi


Reta terkejut saat melihat nama yang tertera di pesan itu... Reta segera memasukkan ponselnya kembali... Namun ponsel itu kembali berbunyi...


Aku ada informasi penting tentang perusahaan Daniel juga perusahaan Om Hendro..

__ADS_1


Reta mengerjapkan matanya...


"Ta siapa..?" Tanya Daniel saat melihat Reta memandangi ponselnya...


"Eh, ibuk mas... Bian nyariin aku.." kata Reta beralasan...


"Ya udah aku antar kamu pulang dulu.."


"Gak usah mas... Aku bisa naik taksi kok dari sini... Mas disini aja nemenin tante... Kasian tante pasti butuh seseorang buat di sampingnya saat ini mas..." Kata Reta lalu bersiap pergi...


"Kamu yakin..?" Tanya Daniel lagi dan di angguki Reta... Reta tersenyum...


Akhirnya Daniel mengantar Reta sampai dia mendapatkan taksi... Dan Reta segera menuju ke taman pusat kota seperti pesan Abi tadi...


Siang yang panas membuat keadaan di taman itu cukup sepi... Reta berjalan mencari sesosok orang yang tadi mengirimkan pesan...


Reta berjalan menghampirinya...


"Cepat katakan apa maksud pesan mu tadi... Apa yang kamu ketahui..." Tukas Reta tanpa basa basi...


"Duduklah dulu... Kita bicara baik-baik..." Kata Abi dengan tersenyum...


Mau tak mau Reta pun duduk agar bisa memperoleh informasi yang di maksud Abi...


"Aku dengar perusahaan Daniel sedang mengalami masalah... Perusahaan itu terkena kasus karena meracik krim kecantikan dengan bahan berbahaya..."


"Itu tidak benar... Itu fitnah..." Bantah Reta...


"Tenanglah Sa... Aku tahu... Daniel tidak mungkin melakukan hal-hal yang membahayakan perusahaannya juga bukan..." Jawab Abi dengan tersenyum aneh...

__ADS_1


"Lalu ku dengar juga pabrik kain om Hendro mengalami kebakaran dan tak menyisakan apapun bukan... Bahkan semua itu hingga membuat penyakit jantung om Hendro kambuh dan sekarang dia di rumah sakit..."


"Dari mana kamu tahu semua itu..." Tanya Reta sambil menatapnya tajam...


"Sa, orang tua ku dan orang tua Daniel masih saudara... Bagaimana mungkin kabar seperti itu tak mudah aku ketahui juga..."


Reta terdiam... Ya, dia bahkan hampir lupa jika Daniel dan Abi adalah sepupu... Tentu hal seperti itu akan mudah Abi ketahui juga...


"Lalu apa maksud mu mencari ku dengan mengirimkan pesan seperti itu tadi..." Tanya Reta lagi...


"Aku sedang membantu Daniel dengan mencari tahu siapa dalang di balik masalah krim itu..." Reta tertegun...


"Bukannya kalian"


"Sa, bagaimanapun juga Daniel masih sepupu ku... Bagaimana bisa aku membiarkannya saat dalam kesulitan.." jawab Abi dengan tersenyum...


"Lalu apa yang kau temukan..." Tanya Reta lagi...


"Em, sepertinya ada yang tidak sengaja melakukan kesalahan saat pembuatan krim itu... Namun aku akan memastikannya lagi..." Jawab Abi...


"Baiklah Sa, aku akan pergi dulu... Tapi saran ku bukankah lebih baik jika kau masuk kerja lagi supaya tahu perkembangan masalah ini..." Kata Abi dan pergi begitu saja...


Meninggalkan Reta yang saat ini sedang memikirkan kata-kata Abi tadi...


Entah mengapa tiba-tiba dia memberitahu ku semua hal ini... Aku pun tak mengerti mengapa dia memberitahu ku dan bukan saudaranya...


Aku merasa curiga padanya namun mengapa dia justru mematahkan kecurigaan ku itu... Benarkah dia sungguh-sungguh ingin membantuku... Atau justru....


Entahlah aku begitu bingung saat ini harus bagaimana... Sebentar lagi hari bahagia ku dan dia... Namun dia justru mengalami hal-hal buruk secara beruntun... Aku selalu berpikiran apakah ini semua karena ku... Apakah ini semua karena rencana pernikahan kami...

__ADS_1


__ADS_2