
Kini sudah dua Minggu sebelum pernikahan Reta dan Daniel di laksanakan...
Mereka masih tetap melakukan pekerjaan mereka di perusahaan dengan sangat baik... Daniel sudah bilang pada Reta jika seharusnya dia segera minta ijin cuti saja pada Bu Anya...
Namun Reta terus menolak dan mengatakan jika dia akan libur nanti satu Minggu sebelum pernikahan mereka...
"Ta, sebelum kita nikah nanti aku mau ngenalin kamu sama saudara ku..." Kata Daniel sambil memeluk kekasihnya itu...
Saat ini mereka ada di ruangan Daniel... Dan kini Daniel sudah tak malu-malu jika memeluk Reta lagi di kantor meskipun hanya di ruangan kerjanya...
Reta awalnya terus menolak dengan perlakuan Daniel, namun karena Daniel yang lebih keras kepala dari pada Reta... Akhirnya Reta memilih mengalah saja...
"Siapa..?" Tanya Reta sambil memalingkan wajahnya menghadap Daniel yang memeluknya dari belakang...
"Abi.." jawab Daniel menyebutkan nama panggilan sepupunya yang memang biasa di panggil Abi itu...
Reta terdiam tiba-tiba dengan wajah yang khawatir... Daniel yang menangkap perubahan itu pun melepaskan pelukannya dan berusaha menyadarkan Reta...
"Ta, kenapa kok diem..?" Tanya Daniel sambil sedikit mengguncangkan bahu Reta...
"Ahh... Gak.. gak papa..." Kata Reta sedikit gugup... Dia sangat terkejut saat mendengar sebuah nama yang dulu sangat familiar baginya...
Namun sudah musnah baginya selama tiga tahun ini... Sebuah kenangan tiba-tiba kembali berputar di kepala Reta...
"Maaf pak, saya harus kembali kerja.." kata Reta dan langsung berdiri lalu berjalan keluar dari ruangan Daniel...
Tanpa menunggu jawaban dari Daniel Reta meninggalkan ruangan itu begitu saja dengan tergesa...
Daniel sendiri agak bingung dengan perubahan sikap Reta setelah dia menyebutkan nama sepupunya tadi...
Waktu terus berjalan dan kini terhitung sudah satu Minggu kurang dari hari pernikahan Daniel dan Reta...
Daniel juga Reta mulai membagikan undangan yang sudah di cetak disertai souvernir bunga mawar dari emas sesuai permintaan Daniel...
"Wah Gilak... Bagus banget Ta..." Kagum mbak Yuni saat melihat undangan yang baru saja di bagikan Reta...
"Wuih ada souvernir nya langsung loh... Emas asli ini Ta..?" Tanya mbak Dina sambil mengeluarkan emas berbentuk bunga mawar itu dari tempatnya...
Reta hanya tersenyum kikuk... Dia tidak tahu bagaimana harus meresponnya...
"Emang beda ya kalau yang nikah orang terlalu tajir.." kata Rian sambil melihat undangan dan bunga mawar itu...
Usai membagikan undangan Reta pergi keruangan Bu Anya untuk mengajukan cuti pernikahannya...
Tentu saja tanpa berlama-lama Bu Anya langsung memberikan Acc untuk Reta...
__ADS_1
"Reta..." Panggil Daniel dari ujung koridor kantor... Reta berhenti dan melihat Daniel yang datang dengan tersenyum senang...
"Kenapa pak..?" Tanya Reta tak mengerti saat Daniel terus menatapnya dan tersenyum...
"Abi udah datang.." kata Daniel yang tentunya membuat Reta menegang... Sekali lagi dia mendengarkan nama yang terdengar sangat menakutkan baginya...
Reta terdiam membeku dengan pikirannya sendiri...
"Ta, besok aku mau kenalin kamu ke dia yaa... Dia itu sepupu juga sahabat terbaik aku..." Kata Daniel lagi... Namun Reta masih tetap dalam diamnya...
"Besok kalau kamu senggang kabarin aku yaa..." Kata Daniel sambil mengacak rambut Reta dengan gemas...
Saat kembali ke apartemennya Reta terus memikirkan perkataan Daniel... Dia merasa takut jika sepupu yang dikatakan Daniel adalah dia...
Namun sekali lagi Reta berusaha menepis pikiran itu... Tidak mungkin... Pasti bukan...
Itulah hal-hal yang terus berputar di kepala Reta... Hingga akhirnya dia mendapatkan pesan dari Daniel agar menemuinya besok di Cafe seberang kantornya...
Siang ini Reta sudah bersiap untuk menemui Daniel... Awalnya dia akan membawa Bian... Namun karena ibunya yang sangat ingin mengajak Bian bermain dengannya membuat Reta akhirnya menitipkan Bian di rumah orangtuanya...
Reta menggunakan celana Levis dengan kaos lengan panjang... Sangat sederhana... Itulah dia saat di luar kantor... Tanpa pakaian kerjanya mungkin beberapa orang mengira jika Reta adalah gadis yang masih berkuliah...
"Huh..." Reta menghela nafasnya begitu sampai di depan pintu cafe...
Letaknya dekat dengan jendela... Dari tempatnya berdiri kini Reta bisa melihat sebuah punggung yang asing baginya...
Hal itu menandakan jika orang itu bukanlah Daniel... Namun dia tadi menerima pesan jika Daniel duduk di tempat itu...
"Mungkin itu sepupunya.." gumam Reta dan terus berjalan ke arah tempat duduk itu...
"Permisi, apa anda sepupu mas Daniel..?" Tanya Reta dengan sopan...
Laki-laki yang tadinya memegangi ponselnya itu kini meletakkan ponselnya...
Dia menengok kebelakang dan menemukan seseorang yang sangat di carinya selama ini...
"Sasa.." kata laki-laki sambil menatap tak percaya pada wanita di hadapannya kini...
Sedangkan wanita yang di tatap itu seketika membeku... Matanya membulat tak percaya melihat pemandangan di depannya...
Bibirnya terasa Kelu... Dia benar-benar merasa seperti terlempar pada masa dimana dia jatuh ke lubang yang dalam dan mematikan...
Kakinya bergetar, bukan... Bukan hanya kakinya... Namun juga tubuhnya... Bahkan matanya terlihat mulai memanas...
"Sa.." lirih laki-laki itu dan hendak menyentuh tangan wanita di hadapannya...
__ADS_1
Namun wanita itu mundur yang tanpa sengaja justru membuatnya menabrak seorang waiters disana...
Tentu saja Bunyi piring yang jatuh membuat semua mata Sontak memandang kearahnya...
"Reta... Kamu gapapa..?" Tanya Daniel yang entah sejak kapan datang begitu terjadi keributan itu...
Ya, Daniel tadi pergi ke toilet sebentar... Namun saat dia keluar dan hendak kembali ke mejanya dia justru terkejut melihat Reta yang menabrak waiters dan membuat tubuhnya oleng...
Reta terdiam... Dia masih sangat terkejut dengan apa yang terjadi siang ini...
"Reta.." gumam Abi sepupu Daniel... Atau seseorang dengan nama aslinya Abiansyah...
Ya, Abiansyah... Seseorang yang pernah membuat Reta jatuh pada lubang terdalam dan menakutkan... Lubang dimana saat itu Reta bahkan hampir tak sanggup untuk bertahan hidup...
Reta yang selama bertahun-tahun ini sudah berusaha melupakan kejadian buruk yang menimpanya, kini harus melihat seseorang yang mengerikan baginya kembali lagi...
"Ta.." kata Daniel sambil memegangi pundak Reta...
"Maaf mas, aku harus pergi.." kata Reta begitu kesadarannya kembali... Tanpa menunggu jawaban dia pergi begitu saja meninggalkan Daniel yang coba mengejarnya...
Sedangkan Abi, dia sama terkejutnya dengan Reta... Bahkan dia merasa tak menyangka jika wanita yang selama ini di carinya itu ada di hadapannya tadi...
"Niel, gue harus pergi dulu..." Kata Abi dan segera meninggalkan Daniel... Daniel cukup bingung dengan apa yang terjadi siang itu...
Dan dia memilih untuk mencari Reta karena dia sempat menangkap gelagat aneh dari kepergian Reta tadi...
Dimana dia melihat raut wajah Reta yang seperti orang ketakutan...
Entah mengapa siang ini pun langit seperti memberikan kesempatan untuk Reta menumpahkan isi hatinya...
Langit terlihat sangat gelap... Bahkan hujan turun dengan derasnya mengguyur seluruh kota siang itu...
Tanpa terkecuali tubuh reta yang kini basah kuyup oleh air hujan... Reta yang pergi meninggalkan cafe tadi telah berjalan tanpa arah membuatnya kini terhenti di taman pusat kota dan terduduk di bawah hujan yang turun dengan derasnya...
Reta memegangi dadanya yang terasa sesak bahkan hampir membuatnya tak bisa bernafas...
Reta menangis tersedu tanpa memperdulikan hujan yang turun semakin deras...
"Kenapa... Kenapa dia kembali lagi..." Lirih Reta di sela tangisnya... Reta merasakan hatinya yang terluka dulu kini seperti di gores kembali saat melihat laki-laki itu...
"Apa dia masih belum puas menghancurkan hidup ku dulu... Apa kini dia juga ingin menghancurkan kehidupan baru yang bahkan baru akan ku mulai..." Reta menangis tertunduk di bawah guyuran hujan...
Hujan masih turun dengan derasnya, namun Reta merasa jika tiba-tiba saja hujan tak lagi mengguyurnya...
Reta berusaha mengangkat kepalanya saat melihat sepasang kaki yang ada di depannya...
__ADS_1