
Reta sampai di ruang kerjanya dengan berbagai macam pikiran di kepalanya...
"Reta..." Teriak Dina dan Yuni begitu melihat kedatangan Reta... Reta sampai terbelalak kaget karena mereka langsung menghampiri Reta..
"Kenapa mbak.?" Tanya Reta bingung...
"Ya ampun... Lo kok jahat sih sama kita..." kata mbak Yuni... Reta hanya diam dengan tatapan bingungnya...
"Iya... Kok bisa sih Lo sembunyiin hal sebesar ini sama kita.." kata mbak Dina menambahkan...
Mendadak pikiran Reta melayang pada Bian... Reta berpikir apakah mereka mengetahui mengenai Bian...
"Mbak... Bukannya gitu... Tapi sebenarnya.." kata Reta dengan ragu...
"Iya sebenernya Lo gak mau kan kalo sampai semua karyawati disini pada tau.." kata mbak Yuni dengan tatapan yang sulit diartikan...
Reta semakin takut jika benar ada yang mengetahui status nya yang adalah seorang ibu...
"Iya Ta... Lo pasti takut kan kalo sampai mereka pada tau terus berusaha ngrebut pak Niel dari Lo..." Kata Dina yang spontan membuat Reta membelalakkan matanya tak mengerti...
__ADS_1
"Pak Niel..? Maksudnya apa sih mbak.. pak Niel siapa..?" Bingung Reta...
"Kok Lo malah tanya siapa sih Ta... Yang ada di foto dan video ini pak Niel kan.." kata Yuni sambil menunjukkan sebuah foto juga video yang ada di forum kantor...
"Namanya mas Daniel mbak.. bukan pak Niel..." Kata Reta menjelaskan begitu melihat foto juga video yang ada di forum itu...
"Iya Lo manggil dia mas Daniel... Tapi kalo kita ya manggilnya pak Niel lah.. kan dia CEO perusahaan kita.." kata mbak Dina dengan menggoda...
"CEO.." gumam Reta dengan wajah terkejutnya...
Sesaat kesadaran Reta seperti menghilang .. Kata-kata CEO terus terngiang di kepala Reta... Dia seperti berada pada keadaan yang tak pernah di sangkanya...
"Kok Lo malah ngelamun sih... Lo gak mau cerita ke kita gimana bisa Lo pacaran sama pak Niel..?" Tanya mbak Dina dengan antusias...
"Mbak sorry, gue mau ke toilet sebentar.." kata Reta lalu pergi berlalu begitu saja...
Sedangkan Yuni dan Dina mereka hanya saling memandang... Mereka melihat ekspresi wajah Reta yang tiba-tiba berubah seperti marah setelah mendengar bahwa pak Niel adalah CEO perusahaan...
Reta membasuh wajahnya dengan air... Dia berusaha menyadarkan dirinya dan memahami perkataan teman-temannya tadi...
__ADS_1
Dia kemudian mengambil ponselnya dari dalam tas dan melihat forum kantornya... Dan benar saja ternyata itu memang foto juga video dia dengan Daniel saat mereka ke restoran semalam...
Selain itu juga terdapat caption yang mengucapkan selamat karena ternyata Reta juga CEO perusahaan mereka sudah menjalin hubungan...
Reta kemudian memantapkan dirinya dan berjalan menuju ke lift... Dia menekan tombol lantai 8... Dimana lantai itu merupakan ruangan CEO...
Setelah keluar dari lift Reta menghampiri meja sekretaris CEO...
"Permisi mbak.. saya mau menghadap pak Niel.. saya dari divisi marketing mau memberikan berkas perencanaan.." kata Reta perlahan... Kebetulan lagi tadi Reta memang sedang membawa berkas yang telah di tanda tangani oleh pak Bima dan akan diserahkan ke CEO.. Dan Reta pun menjadikannya sebagai alasan agar bisa melihat kebenaran yang tidak di ketahui nya...
"Oh baik, tunggu sebentar ya mbak.." kata sekertaris itu yang kemudian menelepon kedalam ruangan Daniel...
"Kata pak Niel mbak boleh masuk.." kata sekertaris itu ramah..
"Terimakasih" Reta mengangguk dan tersenyum...
Tok tok tok
"Ya silakan masuk.." kata sebuah suara yang sangat familiar terdengar di telinga Reta...
__ADS_1