
"Pergi... Pergi... Jangan ambil Bian... Dia anak ku.." kata Reta mengigau...
Daniel yang sempat tertidur pun kini terbangun dengan raut wajah khawatir...
"Reta... Reta..." Daniel mencoba menyadarkan Reta yang terus meracau sambil menangis...
"Pergiiiiii...." Teriak Reta yang tersadar dengan wajah ketakutannya...
"Reta... Kenapa..?" Tanya Daniel dengan penuh kecemasan... Air mata Reta tak kunjung berhenti...
"Mereka mau merebut Bian dari aku mas... Aku harus bawa Bian pergi... Aku gak mau kehilangan Bian..." Kata Reta dengan kacau dan berusaha beranjak dari tempat tidur itu...
Namun dengan sigap Daniel memeluk Reta yang hampir terjatuh saat beranjak dari tempat tidur itu...
"Reta tenang... Gak akan ada yang merebut Bian... Kamu harus istirahat dulu... Badan kamu masih lemah.." kata Daniel berusaha menenangkan Reta...
"Enggak... Mereka pasti akan datang buat merebut Bian... Aku mau pulang sekarang..." Racau Reta dengan memaksa...
Daniel membawa Reta ke dalam pelukannya... Dia berusaha menenangkan kekasihnya yang terlihat sangat kacau itu...
"Tenang sayang... Tenang... Bian baik-baik aja... Aku janji gak akan ada yang bisa rebut Bian dari kamu.." kata Daniel sambil mengusap punggung Reta...
Reta menangis tersedu... Dia merasa sangat ketakutan... Namun pelukan dari Daniel perlahan mampu membuatnya tenang...
Setelah Reta tenang Daniel memberikan Reta minum susu hangat agar dia punya sedikit tenaga...
"Enggak mas... Aku mau pulang..." Kata Reta menolak susu yang di berikan Daniel...
"Iya Ta... Tapi kamu minum dulu yaa... Sedikit aja... Setelah itu aku antar kamu pulang..." Kata Daniel membujuk...
Akhirnya Reta meminum sedikit susu itu dan meminta segera diantar pulang...
Daniel membantu Reta berjalan menuruni tangga... Mamah dan papah Daniel yang ada di ruang tamu terkejut saat melihat wajah pucat Reta...
"Loh Reta kamu mau kemana..?" Tanya mamah Daniel dan menghampiri mereka berdua...
"Tante, saya mau pamit pulang dulu yaa.." kata Reta lemah...
"Tapi wajah kamu masih pucat Ta.. kamu harus istirahat dulu.." kata mamah Daniel dengan khawatir...
"Enggak papa Tante... Saya harus ketemu Bian..." Kata Reta lemah...
__ADS_1
"Mah, gapapa aku bakal jagain Reta..." Kata Daniel meyakinkan mamahnya...
Akhirnya papah dan mamah Daniel mengijinkan Reta pulang... Meskipun masih khawatir dengan keadaan Reta yang terlihat kacau...
Sesampainya di rumah orangtuanya Reta segera memeluk Bian dengan erat... Orang tua Reta cukup terkejut dengan keadaan Reta... Namun Daniel berusaha meyakinkan mereka jika semuanya baik-baik saja...
Akhirnya Daniel mengantarkan Reta kembali ke apartemennya.. Reta menidurkan Bian hingga pulas... Sedangkan Daniel masih setia menunggui Reta di ruang tamu apartemennya...
Reta keluar dari kamar dengan lebih tenang... Dia kini terlihat lebih baik, tidak sekacau tadi...
"Mas, maaf ya kalau tadi aku..."
"Sssttt... Gak perlu minta maaf... Aku paham.." kata Daniel sambil mengusap belakang kepala Reta...
Daniel kemudian memeluk Reta, dia memberikan waktu bagi Reta agar bisa lebih tenang lagi...
"Aku takut mas... Aku takut kalau mereka bakal rebut Bian dari aku.." lirih Reta perlahan...
"Ta, boleh aku tanya sesuatu hal...? Aku benar-benar sangat penasaran dengan kisah mu dan Abi.." kata Daniel hati-hati...
Dia benar-benar tak ingin membuat Reta terluka lagi namun dia harus mengetahui kebenarannya... Jika tidak maka dia tak akan bisa menyelesaikan semuanya dengan baik...
Reta melepaskan pelukannya... Dia menghadap ke depan... Matanya mulai menerawang..
'Dulu kami adalah pasangan sejak menginjak bangku SMA... Awalnya kami berkenalan karena acara MOS yang diadakan sekolah.. namun karena seringnya bertemu tumbuh perasaan diantara kami berdua...
Meskipun selama tiga tahun kelas kami selalu berbeda, namun itu tak menghalanginya untuk menemui ku setiap harinya...
Dia selalu mengantar jemput ku meskipun sudah ku tolak... Dia menyatakan pada seluruh anak di sekolah jika kami berpacaran... Hal itu di lakukan agar tidak ada laki-laki yang mendekati ku... Karena saat itu aku merupakan salah satu primadona di sekolah...
Meskipun aku bukan kalangan berada namun prestasi ku di sekolah mempengaruhi nama ku yang menjadi kebanggaan bagi sekolah... Juga bagi dia yang menyandang status sebagai ketua tim basket sekolah..
Hari itu, sesaat sebelum ujian nasional diadakan aku mendengar kabar jika ada seorang perempuan cantik yang mencari Abi ke sekolah...
Namun hal yang tak pernah ku duga adalah aku orang pertama yang menemui perempuan itu... Meskipun semuanya karena suatu kebetulan...
Saat itu Abi sedang bertanding basket dan aku yang baru saja pulang dari sekolah lain usai melaksanakan olimpiade mendapati seorang perempuan cantik berdiri di depan gerbang sekolah...
Cuaca saat itu sangat panas dan aku merasa kasihan padanya... Aku hampiri dia... Dia sangat cantik juga sopan... Dia adalah wanita yang baik...
"Maaf apakah kamu sedang menunggu temanmu..?" Tanyaku ramah... Dia tersenyum... Cantik... Itulah kata yang dapat ku gambarkan tentang perempuan itu...
__ADS_1
"Iya... Aku sedang menunggu teman ku..." Jawabnya tak kalah ramah... Ku kembangkan sebuah senyuman... Ku ajak dia untuk masuk saja karena jam pelajaran pun sudah usai... Ku rasa tak masalah bukan jika aku mengajaknya masuk...
Ku ajak dia untuk berteduh saja di dalam... Sembari melihat pertandingan basket yang sedang berlangsung di sekolah ku... Dia tak menolak... Aku sangat senang mendengarnya...
Kami berjalan bersama... Banyak mata memandang... Namun mungkin kali ini tatapan kagum itu diarahkan kepada perempuan cantik nan anggun di samping ku ini...
Ya... Aku merasa sangat senang... Kami tiba di lapangan basket... Ku lihat Abi tengah sibuk bertanding dengan serius... Hingga mungkin tak menyadari kehadiran ku...
Perempuan di samping ku terlihat berbinar-binar... Memandangi sosok seorang laki-laki yang kini tengah ada di tengah lapangan basket...
"Siapa teman yang sedang kau tunggu.?" Tanyaku penasaran... Aku hanya ingin tahu sebenarnya siapakah laki-laki beruntung yang sedang di tunggunya...
"Itu dia... Dia sedang bermain basket.. dia memang yang terbaik..." Kata perempuan itu dengan antusias...
"Yang mana..?" Tanyaku tak kalah antusiasnya...
"Itu dia dengan nomor punggung delapan... Namanya Abi.." kata perempuan itu sambil menatap bahagia kearah laki-laki yang masih sibuk bertanding...
Deg!!!
Jantung ku seakan berhenti berdetak saat itu juga... Rasanya sakit saat tahu jika laki-laki yang tengah di tunggu perempuan cantik ini adalah kekasih ku...
Namun aku tak mau berburuk sangka... Bukankah dia tadi bilang jika mereka hanya teman... Aku mencoba tersenyum...
"Kami adalah teman sedari kecil... Dan aku sangat menyukainya..." Kata perempuan itu... Belum sempat aku melontarkan sebuah pertanyaan lagi dia sudah lebih dulu mengatakan hal yang membuat ku cukup terkejut...
"Benarkah... Beruntung sekali dia..." Lirihku... Perempuan itu mengangguk penuh semangat...
"Sebenarnya aku kesini karena ingin memberitahu kabar baik padanya... Orang tua ku baru saja memberitahu jika kami telah di jodohkan... Dan akan segera bertunangan.." katanya lagi... Dan kali ini kata-katanya sukses membuat tubuhku melemas...
Kaki ku rasanya tiba-tiba sangat rapuh... Bahkan rasanya degup jantung ku pun mulai melemah... Aku terdiam... Tak dapat berkata apa-apa lagi...
Saat pertandingan telah usai Abi baru menyadari keberadaan kami... Atau mungkin lebih tepatnya perempuan itu... Dia tersenyum... Entah senyuman yang ia tujukan untuk siapa...
"Abi..." Teriak perempuan itu dengan sangat bahagia... Bahkan dia menghambur kedalam pelukan Abi...
Semua mata terpana melihat itu... Pasalnya mereka tahu jika aku adalah kekasih Abi... Namun bagaimana bisa ada perempuan lain yang kini tengah memeluk Abi dengan senyuman sangat lebar...
Abi menatap ku dengan rasa bersalah... Namun segera ku putar tubuhku dan pergi dari sana... Meninggalkan mereka yang entah kemudian melakukan apa lagi...
Aku pergi... Aku merasa tak sanggup jika harus terus melihat kekasihku dalam pelukan perempuan lain...
__ADS_1
Sejak saat itu juga aku selalu menghindarinya... Aku tak mau menemuinya... Terlebih aku tengah sibuk mempersiapkan diri untuk ujian nasional... Aku tak ingin hal itu akan mengacaukan konsentrasi ku...