
Reta terkejut saat melihat Daniel berjalan bersama dua orang berpakaian polisi...
Reta berjalan mendekat dengan perlahan...
"Mas..." Lirih Reta dengan matanya yang terlihat berkaca-kaca...
"Reta..." Daniel terkejut saat Reta sampai di depannya...
"Maaf pak, saya minta waktunya sebentar yaa.."
"Silakan pak..." Kata kedua polisi itu mempersilahkan...
Daniel menggandeng Reta dan membawanya menjauh dari kerumunan...
Saat ini mereka berada di ruangan rapat di lantai satu gedung itu... Ruangan yang kedap suara sehingga mereka bisa berbicara bebas...
"Mas, sebenarnya ada apa..? Kenapa mas gak menghubungi ku dari kemarin..? Kenapa juga aku lihat di berita ada orang yang mau nuntut perusahaan kita karena krim HFY mas..." Tanya Reta bertubi... Dia merasa sangat bingung dengan semuanya yang terjadi secara mendadak...
"Ta tenang... Aku sama kepolisian sedang mencari tahu kebenarannya... Kita juga sedang berusaha untuk bernegosiasi dengan pihak orang itu..." Kata Daniel menjelaskan...
"Jadi itu alasan mas tidak menghubungi saya..? Mas mau menyembunyikan semuanya sendirian..." Jawab Reta dengan tatapan kecewanya...
"Bukan Ta... Aku gak bermaksud menyembunyikan itu... Aku cuma gak mau kamu kepikiran masalah kerjaan... Sebentar lagi kan kita nikah... Jadi aku"
"Mas, ini masalah kerjaan aku juga mas... Aku gak mau jadi orang bodoh yang gak tau masalah soal perusahaannya..." Tukas Reta yang membuat Daniel terdiam...
Ya, dia melupakan jika Reta juga pegawai di kantor itu yang berhak tahu... Meskipun sebenarnya dia hanya ingin membuat Reta tak khawatir... Terlebih karena mereka akan segera menikah...
__ADS_1
"Maafin aku..." Lirih Daniel merasa bersalah... Reta menggeleng...
"Gapapa mas... Maafin aku juga... Aku cuma terlalu terkejut aja..." Kata Reta juga... Daniel tersenyum dan merengkuh Reta ke dalam pelukannya...
Dia tahu jika semua ini karena rasa khawatir Reta sehingga Reta marah tadi...
"Terus sekarang apa yang akan kamu lakuin mas..?" Tanya Reta lirih...
Daniel melepaskan pelukannya dan tersenyum...
"Aku akan selidiki dan cari tahu Ta... Kenapa krim kita yang udah uji klinis tanpa bahan berbahaya itu mendadak bisa seperti itu... Aku akan cari tahu siapa yang sudah melakukan sabotase.." jawab Daniel tenang...
Reta mengangguk...
"Ya mas... Aku yakin kamu pasti bisa menyelesaikan semuanya.." jawab Reta dan tersenyum...
Beberapa orang yang lewat melihat Reta dengan tatapan aneh... Bahkan berbisik-bisik yang entah apa yang sedang mereka bicarakan...
Reta mengacuhkan semua itu hingga ponselnya berbunyi...
'Ada orang yang sengaja menjatuhkan nama baik perusahaan tempat mu bekerja'
Reta tertegun melihat pesan itu... Dia menelepon nomor itu namun kini nomor itu sudah tak aktif lagi... Dia coba membalas pesan itu namun tak ada balasan lagi...
Daniel menghampiri Reta dan membuatnya terkejut...
"Ta, kenapa..?" Tanya Daniel saat Reta terlihat terkejut...
__ADS_1
"Bu-bukan apa-apa kok mas..."
"Aku antar kamu pulang yaa..." Kata Daniel namun Reta menggeleng...
"Gak usah mas... Aku bawa motor kok...lagian"
"Bentar ya, mamah telepon..." Daniel sedikit menjauh dan menerima telepon dari mamahnya...
Seketika raut wajah Daniel berubah menjadi pucat... Dia segera menutup teleponnya...
"Kenapa mas..?" Tanya Reta khawatir...
"Papah Ta... Penyakit jantung papah kambuh... Sekarang papah di rumah sakit.."
"Ya udah mas, ayo kita kesana.." Reta dan Daniel pergi bersama ke rumah sakit dengan segera...
Mengapa semuanya jadi seperti ini... Ada apa sebenarnya... Kenapa tiba-tiba saja semua masalah secara mendadak datang bersamaan....
Ketakutan ku semakin bertambah besar... Aku benar-benar takut jika pesan tadi adalah sebuah peringatan untukku...
Aku benar-benar berharap semuanya akan membaik dan terus baik-baik saja... Aku ingin bahagia bersama orang yang aku cintai...
Aku harap ini semua tak ada hubungannya dengan laki-laki itu... Entah mengapa tapi aku merasakan sesuatu yang begitu mengganjal...
Sekembalinya dia kesini... Datangnya dia dalam kehidupan ku lagi... Aku merasa semuanya akan membawa cerita baru dan kerumitan yang lebih lagi dalam hidupku nantinya....
Semoga hanya pikiran buruk ku saja dan tidak akan pernah menjadi nyata....
__ADS_1