CRAZY RICH BOSS

CRAZY RICH BOSS
Ku jadikannya Anugerah


__ADS_3

'Hal yang buruk terjadi saat ini... Dimana pengumuman penerimaan Mahasiswa di universitas tempat ku mendaftar telah di umumkan...


Aku tak lolos... Ya tentu saja... Karena aku meninggalkan ujian ku di pertengahan... Bahkan tak menyelesaikannya...


Cita-cita ku pun musnah... Dan beasiswa itu lenyap begitu saja karena kegagalan ku itu...


Namun orang tua ku tak marah... Mereka justru mendukung ku... Mungkin saat itu aku sedang tak beruntung saja... Mereka mendukung ku untuk mengikuti ujian di kampus lain... Mereka yakin jika aku pasti bisa...


Namun saat itu juga aku dapat kabar dari salah seorang teman Abi... Dia bilang jika Abi dikabarkan telah bertunangan dengan teman semasa kecilnya bahkan telah pergi ke luar negeri kemarin malam...


Bagaikan di sambar petir itulah yang ku rasakan kini... Duniaku benar-benar runtuh kali ini...


Tanpa berpikir lagi aku pergi ke rumah Abi... Disana aku bertemu kedua orang tuanya... Aku menceritakan semua yang terjadi...


Namun yang tak pernah ku duga adalah reaksi mereka yang terlihat biasa saja... Bahkan seolah tak peduli dengan apa yang tengah ku alami kini...


Mereka justru menghina bahkan mengusirku dari sana... Aku sangat terpukul... Tentu saja... Bahkan aku nyaris depresi...


Hingga saat aku pulang ke rumah aku berpikir untuk mengakhiri hidup ku... Aku menulis sebuah surat sebagai pesan dan permintaan maaf ku pada orang tua ku...


Namun saat aku akan mengakhiri hidup ku, orang tua ku datang dan menggagalkan nya... Mereka mengira jika aku kecewa karena tak di terima di kampus itu...


Ternyata mereka belum sempat menemukan dan membaca surat ku... Namun tak seberapa lama ibu ku datang dengan wajah penuh amarah...


Plakk!!!


Ya... Sebuah tamparan sempurna mendarat di pipi ku... Rasanya sangat sakit... Namun aku tahu pasti lebih sakit rasa hati ibu ku saat mengetahui semuanya...


Bapak ku tak mengerti kenapa ibuku sampai menamparku... Namun setelah membaca sebuah surat yang di berikan ibu, bapak mengerti dan terlihat sangat kecewa padaku...


Aku merasa sangat bersalah... Tentu saja... Aku bukan hanya menghancurkan kehidupan dan masa depan ku... Melainkan juga nama baik kedua orang tuaku...


Hingga akhirnya kami memilih pergi ke kampung halaman nenek buyut ku... Sebelumnya kami memeriksa kan kandungan ku di klinik kecil pinggiran kota...


Kata dokter itu usia kandungan ku baru berumur empat Minggu... Terlebih di usia ku sekarang ini dokter mengatakan jika kehamilan ku itu sangat rentan...


Aku bertanya bagaimana keadaan janin ku... Kata dokter janinnya terlihat kuat namun aku tetap harus berhati-hati dan memberikan nutrisi yang cukup bagi tubuh dan bayi ku...


Setelah memeriksakan kandungan ku, kami melanjutkan perjalanan ke kampung halaman nenek buyut ku...


Disana tempatnya sangat terpencil... Namun suasananya masih asri... Itulah yang ku rasakan...


Bapak dan ibuku menceritakan masalah yang ku alami pada nenek buyut ku... Namun aku tak menyangka jika nenek buyut ku justru menyuruhku untuk melahirkan anak ini...


Katanya biarlah selama kehamilan aku disana dulu... Dan kelak jika sudah melahirkan lagi aku bisa kembali ke kota...


Demi kebaikan bersama akhirnya aku menurut... Setiap ada orang bertanya tentang ayah dari anak ini kami menjawab jika ayahnya bekerja di kota dan tidak ada yang bisa merawat ku sehingga aku tinggal di desa itu...


Awalnya aku tak terbiasa dengan gunjingan orang-orang... Aku merasa malu dan risih... Meskipun kami sudah coba memberikan alasan namun tetap ada saja orang yang mulai mengusik ketenangan kami...


Orang-orang merasa curiga karena aku yang tak pernah mendapat kunjungan dari sanak keluarga yang lainnya... Apalagi dari suami ku...

__ADS_1


Hingga akhirnya nenek buyut ku di temui oleh jajaran petinggi di desa... Mereka tidak menginginkan ku untuk tinggal lebih lama di sana... Mereka tak mau nama desa mereka tercoreng karena orang asing katanya...


Akhirnya dengan berat hati aku menghubungi orang tuaku dan akhirnya mereka menjemput ku...


Mereka merasa sangat kecewa dan malu... Terlebih aku baru mengetahui jika kabar kehamilan ku ternyata sudah menyebar di kalangan tetangga ku...


Aku sangat terkejut bagaimana bisa mereka mengetahuinya... Ternyata saat aku di desa nenek buyut ku ada salah seorang anak dari tetangga ku yang sedang KKN di sana...


Dan dia melihat ku yang kini tengah hamil besar... Tentu saja dia tak melewatkan hal itu dan memotret serta mencari informasi tentang ku...


Kini hanya tinggal rasa malu dan kecewa yang di miliki orang tuaku... Sama halnya denganku... Aku bahkan pernah berpikir untuk mengakhiri hidup ku lagi...


Namun aku mengingat kembali perkataan nenek buyut ku jika aku tak berhak mengambil kehidupan yang telah diberi Tuhan...


Akhirnya dengan tabungan yang ku miliki aku memilih tinggal di apartemen sederhana yang terletak tak jauh dari rumah orang tuaku..


Aku melakukannya agar mereka tak merasa terlalu tertekan... Dengan persetujuan mereka berdua akhirnya aku tinggal di apartemen sederhana itu...


Aku tau jika aku harus bekerja untuk menghidupi diriku juga anak dalam kandungan ku... Tapi apakah ada yang mau menerima seseorang yang hamil besar untuk bekerja...


Tentu saja tidak... Dengan pengetahuan dan kemampuan yang aku miliki aku mulai membuat kerajinan, maupun makanan yang belum pernah ada sebelumnya...


Aku menjualnya secara online... Aku memasarkan barang-barang yang berkaitan dengan ibu hamil... Aku membuat makanan yang sehat bagi ibu hamil juga bayinya...


Aku membuat kerajinan yang berhubungan dengan ibu dan anak... Dan betapa senangnya aku karena bisnis kecil itu berjalan dengan lancar...


Meskipun aku harus berjalan dan menaiki bus untuk bertemu para pelanggan ku yang memesan produk jika mereka tak mau mengambilnya melalui ojek online..


'Saat ini usia kehamilan ku sudah menginjak bulan terakhir... Aku semakin kesulitan bergerak karena perut ku yang sudah besar di sertai gerakan aktif dari anak ku yang berada di dalamnya...


Kini aku tak pernah menghiraukan lagi cibiran dari orang-orang yang merendahkan ku... Selama aku tak mengusik mereka dan begitu juga sebaliknya, aku hanya akan diam mendengarkan cemoohan mereka...


Orang tuaku kini juga lebih terbuka pikiran dan pandangannya... Mereka turut mengabaikan orang-orang yang terus bergosip tentang keluarga kami...


Toh keluarga kami tak pernah menyakiti siapapun... Jadi kami hanya perlu bertahan dari suara-suara itu...


Sore ini mendadak aku merasakan perut ku sangat mulas... Rasanya sungguh sakit...


"Aarrrggghhh" erangku saat merasakan ada sesuatu yang akan keluar dari bawah sana...


Aku mengambil nafas dalam lalu memesan taksi online melalui ponsel ku... Aku turun menuju depan gedung dan menunggu taksi ku datang...


Begitu taksi itu datang aku mengarahkannya ke rumah sakit... Lalu aku menelepon orang tuaku mengabarkan jika sepertinya ini sudah saatnya aku melahirkan...


Aku sampai di rumah sakit dan di bantu seorang suster untuk menuju ruang bersalin... Dokter menanyakan dimana suami ku... Harusnya dia yang mengantarkan dan menemaniku...


Namun ku katakan jika ayah dari anak ku telah meninggalkan kami selamanya... Aku lebih berfokus pada rasa sakit ini...


Cukup lama pembukaan yang harus ku tunggu hingga bayi ku benar-benar siap keluar... Aku merasakan sakit yang teramat sangat...


"Eeennnggghhhh" aku berusaha mengejan sekuat tenaga ku saat merasakan kepala kecil yang mulai menerobos keluar...

__ADS_1


Dokter membantu menarik anak ku saat kepalanya sudah keluar...


"Hoek.. oek... oek..." Aku mendengar suara tangis bayi ku yang membuatku meneteskan air mata haru...


Betapa aku sangat bahagia saat ini melihat sesosok malaikat kecil yang begitu tampan tengah tengkurap diatas dada ku...


Perlahan dengan di bantu suster aku mulai memberikan Asi pada bayi tampan ku...


"Anak anda sangat tampan nyonya... Pasti ayahnya sangat senang jika melihat putranya yang tampan ini.." kata suster itu dengan haru...


Aku tak dapat menjawabnya... Aku hanya tersenyum lalu memandangi wajah putra ku ini... Memang benar dia sangat tampan...


Bahkan hidung, mata dan bibirnya sama persis seperti milik laki-laki itu... Tiba-tiba rasa sesak itu kembali menjalar...


Ingatan itu kembali menusuk hingga ke hati ku... Namun begitu kedua orang tuaku datang dengan membawa perlengkapan kami membuatku melupakan rasa sakit itu...


Aku bahagia... Sangat bahagia... Bahkan kedua orang tuaku terlihat sangat bahagia saat melihat cucu mereka...


Setelah melalui proses pemeriksaan bayi ku di nyatakan sehat... Bahkan dia lahir dengan berat 3.1kg dan panjang 50cm...


Bayi yang sangat menggemaskan... Belum lagi pipinya yang terlihat chubby membuatnya semakin terlihat tampan...


Aku kembali ke rumah orang tuaku... Disana mereka membantu merawat ku juga anak ku... Ibuku begitu telaten merawat kami berdua... Membantu ku berjaga setiap saat jika Bian menangis meminta Asi...


Enam bulan sudah aku melewati waktu ku bersama Bian... Bayi kecil ku yang kini sudah mulai tumbuh lebih besar...


Aku sudah benar-benar pulih... Aku merasa kini saatnya aku harus bekerja demi masa depan anak ku...


Akhirnya ku putuskan untuk melamar pekerjaan di sebuah perusahaan yang bergerak pada bidang kecantikan...


Aku di terima menjadi karyawan magang selama enam bulan di sana sebagai masa percobaan...


Aku sangat senang... Aku di tempatkan pada divisi marketing... Meskipun awalnya terasa sulit karena para senior ku yang enggan membantu, namun setelah mereka melihat kinerja ku membuat mereka kini mau memandang ku...


Aku cukup kesusahan membagi waktu antara bekerja dan mengurus bayi ku... Namun bapak dan ibuk ku selalu memberikan dukungan penuh padaku...


Aku selalu memompa Asi ku sebelum bekerja, saat makan siang dan malam hari setelah pulang kerja...


Aku menyembunyikan status ku sebagai ibu tunggal dari semua orang... Terkecuali kepala HRD dan Manager ku...


Mereka mengerti alasan ku dan memberikan ku privasi penuh... Aku sungguh bersyukur karena di kelilingi oleh orang-orang baik...


Hingga usai waktunya magang aku di angkat menjadi staff tetap karena kinerja ku yang sangat baik...


Dan hingga kini aku masih bisa tetap bekerja, mengurus anak dan membalas kebaikan orang tuaku meskipun belum sempurna...


Bagiku Bian adalah anugerah Tuhan yang paling indah dalam hidupku...


Meskipun dia datang dengan cara yang salah namun kesalahan itu terletak pada ku dan laki-laki itu... Bukan pada Bian yang ingin hidup ataupun Tuhan yang memberikannya hidup...


Aku sangat bersyukur memiliki kedua orang tuaku juga Bian di dalam hidupku... Mereka membuat ku lebih kuat dalam menghadapi kenyataan hidup yang pahit ini...

__ADS_1


'Jangan coba mengambil kehidupan seseorang yang Tuhan berikan dalam dirimu karena dia ada karena kamu, dan dia ingin hidup bersama kamu... Maka terima, sayangi dan cintai dia sepenuh hati... Karena dia adalah anugerah terindah yang dapat kamu miliki'


__ADS_2