
Reta masih mengerjapkan matanya beberapa kali saat melihat kedua lelaki yang duduk di hadapannya...
Mereka berdua duduk dan memandang Reta...
"Apa aku boleh duduk disini..?" Tanya Abi... Reta hanya mengangguk dengan canggung...
"Apa saya boleh duduk di sini..?" Tanya Daniel juga...
"Tentu boleh, ini kan kantin kantor bapak.." jawab Reta sopan... Setelahnya dia menatap kearah piring makannya...
Semua karyawan di sana mengawasi meja Reta terus menerus hingga membuat Reta tak segera makan... Daniel yang mengetahuinya pun mengedarkan pandangannya...
Semua karyawan langsung menunduk di buatnya dan mulai melakukan aktivitas makan siang mereka...
"Makanlah, tidak ada yang akan mengusik mu lagi.." kata Daniel perlahan sambil menaruh sepotong nugget miliknya ke piring Reta...
Daniel ingat jika Reta sangat menyukai nugget dan memberikan jatahnya untuk Reta...
Reta cukup terkejut namun dia lalu tersenyum dan berterimakasih... Abi yang melihatnya menjadi geram dan tak mau kalah dengannya...
__ADS_1
Abi menyodorkan salad buah miliknya...
"Ini untuk mu... Aku ingat kau sangat menyukainya saat kita bersama dulu.."
"Maaf pak, tapi saya tidak sedang ingin makan terlalu banyak.." tolak Reta secara halus...
Abi mengeraskan rahangnya... Reta tak menolak Daniel namun terus menolaknya... Itu membuat Abi semakin berhasrat untuk membuat Reta kembali padanya...
Semua yang terjadi di meja Reta tak luput dari pandangan semua karyawan disana... Ada beberapa yang membicarakan Reta secara langsung di sana...
Dina dan Yuni yang mendengarnya memberikan tatapan maut mereka untuk orang-orang yang bergosip itu hingga membuat mereka segera menyudahi makan siangnya...
Reta pun kini telah selesai makan siang... Dia kembali bersama Dina dan Yuni lebih dulu... Meninggalkan Daniel dan Abi yang masih makan...
Reta duduk termenung di kursi kerjanya... Dia terlihat sangat kesal karena kejadian tadi...
"Ta, Lo kenapa..?" Tanya Rian yang kebetulan tidak makan siang di kantornya... Sehingga dia tak tahu mengenai kejadian tadi...
"Gak usah di tanya yan... Dia lagi pusing..." Jawab mbak Yuni begitu saja...
__ADS_1
"Reta sakit mbak..?" Tanya Rian yang memang tak tahu penyebabnya...
"Bukan lagi yan... Tapi sampe sakit kepala dia..." Jawab mbak Dina sambil tertawa geli...
"Lah Ta, kalau sakit pulang aja.." jawab Rian lagi...
Reta menghembuskan nafasnya jengah...
"Yan, Lo gak lihat mereka lagi ketawa-ketawa ngejek gue..." Kata Reta dengan memasang wajah kesalnya...
Makin kesini dia makin kelihatan cantik aja... Bukan cuma secara fisiknya... Namun hatinya juga...
Gue nyesel banget dulu pernah ngira dia sama aja kaya cewek lainnya... Tapi sekarang gue sadar kalau dia itu emang istimewa... Dia berbeda dari cewek lainnya...
Bukan cuma pintar dan cantik... Dia juga pandai membawa diri... Cuma gue rasa gue akan sanggup bersaing sama kedua laki-laki sukses itu...
Jadi gue lebih baik mendam perasaan ini dalam-dalam... Lagi pula gue juga tahu kalau dalam hatinya cuma ada satu nama... Cinta yg dia punya juga udah jadi milik satu orang...
Buat apa lagi gue mengejar dan mengharapkan sesuatu yang udah jelas bukan milik gue... Gue sekarang cuma berdoa aja buat kebaikan dia... Semoga dia segera bisa mendapatkan jodoh dan kebahagiaannya....
__ADS_1
Gue yakin juga kalau gue pasti punya jodoh yang mungkin sama baiknya atau bahkan lebih baik dari pada dia...
Gue harap dia akan segera bisa meraih semua kebahagiaannya... Sebagai temen gue bakalan support semua keputusan dia..