
Daniel menunggui Reta di ruangannya... Reta masih belum sadar dari pingsannya...
Daniel mengusap ujung kepala Reta dengan penuh kasih sayang...
"Ta, kenapa kamu masih sulit jujur dengan ku..?" Lirih Daniel dengan wajah sendunya...
Tak lama Reta mulai sadarkan diri... Dia membuka matanya perlahan meskipun masih merasa pusing...
"Mas..." Lirih Reta perlahan...
"Reta... Ini minum dulu.." Daniel memberikan segelas air hangat...
"Makanlah..." Daniel memberikan sepiring makanan untuk Reta... Daniel sudah tahu semuanya meskipun bukan dari Reta langsung... Itulah yang membuatnya merasa kecewa saat ini...
Usai makan Reta dan Daniel sama-sama terdiam tanpa ada pembicaraan...
"Maafkan aku mas..." Lirih Reta dengan bersalah...
"Kenapa kamu tak cerita padaku..? Apa kamu tak mempercayai ku..?" Tanya Daniel terus terang tanpa menunggu penjelasan Reta...
"Bukan mas... Aku hanya tak mau membawa mu dalam masalah.." kata Reta dengan air matanya yang mulai mengalir...
Daniel menggenggam tangan Reta... Hangat, rasanya sangat hangat hingga menyentuh relung hati Reta...
"Ta, kamu adalah kekasihku... Masalah mu juga masalah ku... Kamu tak bisa menyelesaikan semuanya sendiri... Maka aku akan selalu ada di samping mu untuk membantu dan mendukung mu.." kata Daniel tulus...
Reta terisak dengan perkataan Daniel yang menyiratkan sebuah ketulusan mendalam... Reta sadar jika selama ini dia sudah terlalu egois hingga tak memikirkan bagaimana perasaan orang di sekitarnya...
Suasana nyaman yang sempat di ciptakan Abi membuat Reta lupa jika Daniel adalah satu-satunya orang yang paling memikirkan perasaan Reta selama ini...
Daniel membawa Reta ke dalam pelukannya... Dia mengusap bahu Reta menenangkan kekasihnya itu...
__ADS_1
Daniel tahu betapa sulitnya Reta menghadapi hari-harinya selama ini... Terlebih tekanan yang selalu datang dari Abi dan Risa...
"Ta, kita akan ubah semuanya sekarang..." Kata Daniel dengan yakin... Reta mengangguk dalam tangisnya...
Risa kembali menghubungi Reta memohon agar Reta menerima permintaan Abi... Risa bahkan berusaha menemui Reta di apartemennya setiap saat...
Abi bahkan dengan terang-terangan memberikan ancaman... Dia tak segan mengirim video pada Reta dimana dia berusaha menyakiti dirinya sendiri...
Reta terus berusaha meyakinkan hatinya jika semua itu bukan salahnya... Reta sudah membantu sebisanya dan Reta tak bisa terus menuruti kemauan mereka...
Tak lama Daniel mulai memberikan sebuah undangan pada seluruh karyawannya... Bahkan dia juga memberikan undangan itu pada semua partner bisnisnya...
...Sebuah undangan yang mampu mengejutkan semua orang......
"Reta..." Teriak Yuni begitu melihat Reta masuk ke ruangan tim marketing...
"Iya mbak.. kenapa..?" Tanya Reta lalu duduk di kursinya...
"Ini serius..?" Tanyanya sambil tersenyum senang...
Reta tersenyum dan mengangguk...
"Iya mbak... Gue sama pak Niel akan segera menikah.." kata Reta dengan bahagia...
"Selamat ya Ta..." Kata Dina dan Yuni bersama lalu memeluknya...
"Gue berharap pernikahan kalian kali ini benar-benar lancar tanpa gangguan apapun... Gue juga bakal jadi Bridesmaids buat Lo.." kata Dina dengan antusias...
"Iya mbak... Makasih yaa..." Kata Reta sambil tersenyum bahagia...
Kebahagiaan terpancar dari wajah, mata juga senyuman Reta... Namun tidak dengan Abi... Dia meremas ponselnya saat menerima undangan tersebut...
__ADS_1
Dia kembali ke rumahnya dengan wajah memerah penuh amarah... Dia kehilangan akal sehatnya lagi dan lagi...
"Risaaa...." Teriak Abi menggelegar yang membuat semua orang di sana ketakutan...
Risa keluar dari kamarnya dengan wajah lebam... Dia tersenyum dan berjalan kearah Abi...
"Iya Bi... Kena--"
Plakkk
Belum sempat Risa menyelesaikan ucapannya sebuah tamparan justru terlempar lebih dulu pada wajah cantik itu...
Membuat Risa terpelanting jatuh ke lantai dengan sudut bibirnya yang berdarah...
"Wanita sialan... Kau bilang semua ini akan membuatnya kembali pada ku... Nyatanya dia justru akan menikahi laki-laki brengsek itu..." Maki Abi pada Risa sambil mencengkram lehernya...
"Uhuk...uhuk... Bi... Aku sudah... Berusaha semampuku... uhuk... uhuk..Aku bahkan menuruti semua keinginan mu..." Kata Risa dengan terbatuk-batuk...
"Jika dia tak kembali padamu, itu bukan salahku... Tapi itu takdirnya.." kata Risa menyelesaikan ucapannya...
Abi semakin marah mendengarnya dan semakin kuat mencengkram leher Risa... Bahkan hingga membuat wajah Risa mulai pucat karena kesulitan bernapas...
"Ini bukan takdir ku... Aku akan buat takdir ku sendiri..."
Aku tidak pernah menerima sebuah kekalahan... Terlebih dari kekalahan dari dia .. Itu tidak akan pernah terjadi...
Aku akan membuat semuanya menjadi nyata... Perasaan cinta kami dan hubungan kami... Aku akan mewujudkan semuanya...
Aku akan melakukan segalanya... Semua cara akan aku lakukan agar dia menjadi milikku selamanya...
Hanya aku yang boleh memilikinya... Bukan dia... Aku tidak akan pernah kalah dari dia...
__ADS_1
Akan aku tunjukkan jika aku lebih baik dari dia... Aku lebih pantas untuknya...