CRAZY RICH BOSS

CRAZY RICH BOSS
Berakhir


__ADS_3

"Mati kau wanita sialan..." kata Maria sambil menginjak pedal gasnya dengan kuat...


Sebuah mobil melaju dengan kencang kearah Reta... Ya, orang di dalam mobil itu adalah Maria... Mamah Abi yang tak pernah menyukai Reta... Dia berniat menabrak Reta karena dia begitu membencinya...


"Sasa... Awasss..." Teriak Abi yang justru membuat Reta menoleh dan mendapati mobil berwarna merah itu melaju kencang kearahnya...


"Aaaa..." Reta berteriak dan menutup matanya... Namun sesaat sebelum mobil itu menghantam tubuhnya justru tubuh Reta terdorong ke tepian jalan hingga membuatnya jatuh dan terbentur...


Brakkkk!!!!


Reta melihatnya dengan jelas... Mobil merah yang di kendarai Maria menghantam tubuh Abi... Hingga membuat tubuh itu melayang di udara dan terjun ke dalam laut...


Setelahnya mobil merah itu kehilangan kendali dan berguling sebelum akhirnya ikut masuk ke dalam laut...


Setelah melihat semua kejadian itu secara samar-samar pandangan Reta berubah menjadi buram dan akhirnya menggelap...


"Ta, kamu harus kuat... Kamu harus sadar demi aku, Bian, ibu, ayah juga mamah..." Lirih sebuah suara di iringi sebuah tangisan...


Sayup-sayup Reta seperti mendengarkan suara Daniel dalam kegelapan itu... Namun dia tak dapat menemukan sosoknya...


"Kepalanya terbentur cukup keras... Saat ini dia masih belum melewati masa kritisnya.. Kita hanya bisa berharap dia akan segera sadar dan selamat dari masa kritisnya.." kata dokter setelah keluar dari IGD...


Ya, setelah Reta pingsan tak lama Daniel datang... Bahkan polisi pun juga datang kesana... Daniel segera membawa Reta ke rumah sakit saat melihat pendarahan di kepalanya...


Semua keluarga pun segera menyusul Reta dan Daniel ke rumah sakit, begitu mendapatkan kabar dari Rian yang ternyata ikut menyusul kesana..


Sepanjang koridor Daniel terus menangis dan mengajak Reta berbicara... Meskipun Reta hanya diam dan tak mampu menjawabnya, namun Daniel yakin jika Reta akan mendengarnya...


Kini Reta telah berada di ruang rawat VIP di temani Daniel... Daniel duduk di sampingnya sambil terus menggenggam tangan Reta dan berdoa agar Reta segera sadar...

__ADS_1


Orang tua Reta dan mamah Daniel juga ada disana... Bersama Bian yang mulai tenang saat sudah melihat Reta...


Meskipun terkadang Bian masih menangis namun tak sesulit tadi...


Hari yang seharusnya jadi hari bahagia itu justru berubah menjadi hari penuh kedukaan... Gaun pengantin yang tadinya putih bersih, kini sudah berubah jadi penuh bersimbah darah...


Daniel sungguh tak menyangka jika Abi akan melakukan hal senekat itu... Tapi kini Abi juga sudah membayar dosanya..


Pagi berganti malam namun Reta tak kunjung membuka matanya... Daniel masih setia duduk di sampingnya sambil sesekali mengusap ujung kepala Reta...


Bian kini telah berpindah pada pangkuan Daniel... Sore tadi Bian menangis meraung meminta untuk di gendong Reta... Akhirnya Daniel menggendong Bian hingga membuatnya tenang...


Daniel lalu memberikan pengertian pada Bian hingga akhirnya Bian mau duduk di pangkuannya sambil menyentuh tangan Reta...


Tepat saat tengah malam tubuh Reta mulai merespon... Jarinya perlahan bergerak membuat Daniel yang sempat tertidur bangun karena merasakannya...


"Reta..." Lirih Daniel saat melihat jari Reta yang perlahan bergerak...


Dia tahu jika Reta pasti akan segera sadar... Daniel sangat yakin jika Reta akan bertahan demi anaknya...


"Ibuk...ayah..." Lirih Reta meskipun dengan matanya yang masih tertutup...


"Mas Daniel..." Terdengar namanya yang di panggil oleh sang kekasih membuat Daniel tanpa sadar meneteskan air matanya...


"Iya Ta... Aku disini.." jawabnya perlahan... Sambil menggenggam dan mengusap lembut ujung kepala Reta...


"Mamah..." Semua orang yang begitu menyayanginya di sebut secara perlahan...


Pada akhirnya Reta membuka matanya dengan perlahan... Daniel tersenyum di dalam tangisnya... Dia hampir saja kehilangan wanita yang begitu di cintainya... Namun kini seperti sebuah keajaiban dia dapat melihatnya kembali membuka matanya...

__ADS_1


Bahkan saat itupun mamah Daniel juga orang tua Reta ikut terbangun karena mendengar sebuah isakan...


Awalnya mereka takut karena suara isakan itu terdengar lirih dari Daniel... Namun saat mereka tahu jika ternyata Reta telah membuka matanya, mereka semua terharu...


Keesokan paginya Reta telah memeluk Bian yang masih tertidur... Semalam dokter langsung memeriksa Reta begitu mendapat kabar ia siuman...


Reta memandangi Bian dengan tersenyum... Dia begitu merindukan malaikat kecilnya itu...


Daniel, dia tengah tersenyum kearah Reta... Reta melihat Daniel dan tersenyum...


"Maafin aku mas udah buat kalian semua khawatir.." kata Reta pelan... Daniel menggelengkan kepalanya...


"Enggak Ta... Kami sangat senang kamu bisa bertahan sejauh ini..." Jawab Daniel sambil menggenggam tangannya...


Lima hari sudah Reta dirawat dan kini dia diperbolehkan pulang... Daniel membawa Reta ke rumah orangtuanya...


"Surprise..." Teriak semua orang secara bersamaan saat Reta membuka pintu rumah..


Ya, kini semua teman, sahabat juga keluarga Reta dan Daniel membuat pesta kecil-kecilan untuk menyambutnya... Mereka sangat senang karena akhirnya Reta bisa kembali lagi ke rumah dengan keadaan sehat...


Bian bahkan memberikan Reta kado... Reta menerimanya dan langsung memeluk serta mencium anaknya yang sangat ia sayangi itu...


"Ibuk.. jangan sakit lagi yaa.. Bian janji gak nakal lagi kok.." kata Bian dengan polosnya... Reta mengangguk dengan matanya yang berkaca-kaca...


"Terimakasih Tuhan... Aku sangat bersyukur memiliki mereka semua dalam hidup ku..." Kata Reta di dalam hatinya sambil melihat satu persatu orang yang ada disana...


Dan setelah semua yang terjadi akhirnya aku rasa ini saatnya semua berakhir dan menjadi sebuah awal yang baru lagi...


Aku yakin jika semuanya akan baik-baik saja seiring berjalannya waktu nanti... Semua telah kembali pada tempatnya...

__ADS_1


Semua telah kembali lagi seperti semula... Mereka telah membayar semua dosa-dosanya... Dan kini adalah saatnya untuk meraih sebuah kebahagiaan yang nyata adanya...


__ADS_2