
Pagi ini Reta telah kembali bekerja... Dia memikirkan permintaan Risa kemarin... Reta sebenarnya tak mau, tapi lagi-lagi Risa terus memohon padanya...
Akhirnya Reta mengajukan cuti selama satu hari di hari Jumat... Karena Abi meminta untuk menginap disana...
Reta tak memberitahu Daniel, karena tentu saja Daniel tak akan setuju... Reta menyetujui ikut karena Risa berkata jika dia juga akan mengikutinya...
Akhirnya Reta pamit pada orang tuanya, dia berkata jika harus melakukan perjalanan dinas dengan teman-temannya dan terpaksa meninggalkan Bian...
Reta menunggu Risa menjemput di apartemennya... Tak seberapa lama pun Risa datang bersama dengan Abi dengan naik mobil milik Abi...
Sesaat sebelum mereka berangkat, Risa mendapatkan telepon dari partner bisnisnya dan dia berkata jika harus pergi ke butiknya terlebih dahulu...
"Tapi Sa.."Reta berusaha memberitahu Risa jika dia tak nyaman hanya pergi berdua dengan Abi...
"Aku mohon Sa... Aku akan segera menyusul kalian.." pinta Risa dengan wajah sendunya...
Reta menghela nafasnya dan mengangguk setuju... Akhirnya Reta dan Abi pergi meninggalkan Risa...
Risa menatap mobil Abi yang mulai menjauh dengan sendu...
"Semoga kamu berhasil mendapatkannya kembali..." Lirih Risa dan pergi meninggalkan tempat itu...
Reta diam tanpa bersuara, seperti halnya Abi...
"Apa kau ingin membeli sesuatu terlebih dulu..?" Tanya Abi pada Reta yang hanya melihat kearah luar jendela...
__ADS_1
"Tidak Bi... Kita hanya semalam disana bukan..." Kata Reta memastikan... Abi mengangguk dan tersenyum...
Selama perjalanan hanya ada keheningan dan Reta yang sesekali mengirimkan pesan pada Risa...
"Sa, jika kau tak mau kita bisa putar balik.." kata Abi saat mereka berhenti di lampu merah...
Reta tersadar dan mencoba tersenyum... Lalu menggelengkan kepalanya...
"Gapapa Bi... Aku cuma khawatir sama Risa..." Kata Reta jujur...
"Risa pasti akan menyusul kita.." kata Abi sambil mengusap ujung kepala Reta...
Seketika suasana menjadi lebih canggung karena sikap Abi.... Daniel mengirimkan pesan pada Reta... Reta membalasnya, namun tak mengatakan yang sebenarnya...
Setelah dua jam perjalanan mereka sampai di villa milik Abi...
Reta masuk ke salah satu kamar yang ada dan berjalan menuju jendela... Reta melihat semuanya, masih belum berubah... Itulah yang dia pikirkan...
"Sa, ayo makan..." Kata Abi mengetuk pintu dan mengajaknya makan...
Reta mengangguk dan mengikuti Abi... Mereka makan berdua dengan menu yang sudah di siapkan oleh sang ART villa tersebut...
"Bi, Risa kenapa belum sampai juga yaa...?" Tanya Reta ketika mereka selesai makan...
"Mungkin dia masih di jalan Sa... Gimana kalau kita jalan ke kebun teh Sa...?" Ajak Abi agar mengalihkan perhatian Reta...
__ADS_1
"Baiklah.." jawab Reta seadanya... Akhirnya mereka berjalan menuju kebun teh sekitaran sana...
Reta menghirup dalam-dalam udara disana... Sejuk sungguh... Reta lama sekali tak merasakan udara dan suasana setenang ini...
Hiruk pikuk kota membuatnya lupa bagaimana menenangkannya suasana liburan seperti saat ini...
Saat Reta tengah melihat pemandangan sekitar tiba-tiba ada seekor kuda berlari kearahnya...
"Sasa... Awasss.." peringat Abi...
Reta yang terkejut hanya bisa menatap diam kearah kuda yang berlari padanya...
Namun dalam sekejap tubuhnya seperti dihempaskan ke tanah... Ternyata Abi memeluknya dan membuat mereka terjatuh hingga berguling...
Reta membuka matanya dan betapa terkejutnya dia saat melihat Abi terbaring di sampingnya dengan sudut kepala yang berdarah...
"Abi... Abi bangun..." Teriak Reta ketakutan...
Kenapa semuanya justru jadi seperti ini... Apakah ini sebuah kesalahan karena aku mengikuti kemauannya...
Aku sangat takut jika terjadi sesuatu padanya... Aku takut jika itu menjadi alasan lagi untuk ku harus tinggal lebih lama dengan laki-laki ini...
Aku sebenarnya tak mau melakukan ini, namun mereka terus mendesak ku dan membuat ku berada pada tempat yang sangat sulit....
Aku tak ingin melakukannya tapi hati kecil ku masih mempunyai rasa kemanusiaan... Aku merasa harus melakukan semuanya...
__ADS_1
Bagaimanapun juga semuanya ini terjadi karena dia yang menolong ku... Aku benar-benar ada dalam posisi yang sangat sulit saat ini...