
Pagi ini harusnya jadi hari yang bahagia untuk dua orang juga dua keluarga...
Namun semuanya benar-benar kacau dan berakhir... Daniel yang tak mau membuat semuanya sia-sia pun mengalihkan makanan yang seharusnya jadi jamuan di pesta pernikahannya sebagai makan siang di kantornya...
Kantor miliknya, pabrik, juga panti asuhan yang dia miliki... Semuanya mendapatkan makanan itu... Daniel tak ingin membuat semuanya ikut terkena imbas dari batalnya pernikahan itu...
Reta mendapatkan sebuah kotak paket pagi ini... Dia membawa kotak itu ke kamarnya...
Dia membukanya dan menangis hebat saat melihat isi dari kotak itu...
Rasa sesak itu kembali lagi... Ya, sebuah gaun pengantin yang harusnya dia pakai hari ini telah di kirim kerumahnya...
Reta menangis tanpa henti memandang gaun itu... Rasanya sungguh sakit...
"Mas Daniel..." Lirih Reta sambil melihat gaun di depannya...
Tak berbeda dengan Reta, Daniel pun yang kini tengah berada di ruangan kerjanya juga hanya mampu memandang setelan tuxedo yang harusnya ia pakai hari ini...
"Aku gak akan biarkan ini berakhir begitu saja... Aku akan membawa kamu kembali ke sisiku..." Lirihnya dengan tatapan yakin...
Ibu Reta melihat anaknya yang sedari pagi hanya berdiam diri di kamar dan menangis... Ibu Reta sungguh kasihan pada anak perempuannya itu, namun tak ada yang bisa dia lakukan karena apa yang terjadi juga merupakan keputusan Reta sendiri...
"Ibuk... Kenapa Ais..?" Tanya Bian saat masuk ke kamar Reta... Reta menggelengkan kepalanya dan mengusap air matanya...
"Ibuk gak nangis kok Bian.." Reta memaksakan senyumannya karena tak mau Bian ikut menangis...
__ADS_1
"Ibuk... Bian angen Om iel.." wajah Bian terlihat sedih menatap Reta... Reta pun memeluk Bian dan mulai meneteskan air matanya lagi...
Dia tak tahu harus menjawab apa pada Bian... Dia tahu jika kedekatan Bian dan Daniel tentunya telah membuat ikatan tersendiri diantar keduanya...
Reta mengajak Bian pergi ke minimarket agar Bian tak sedih terus menerus... Reta membelikan Bian es krim agar Bian bisa lupa sejenak pada rasa rindunya terhadap Daniel...
"Emm..enak buk.." Bian terlihat sangat antusias memakan es krim di depannya... Reta tersenyum saat melihat Bian yang mulai ceria lagi...
"Ternyata kamu disini juga..." Kata sebuah suara yang membuat Reta menoleh dan menunjukkan wajah tak sukanya...
"Kenapa kau terus mengikuti ku..?" Kesal Reta saat mendapati Abi duduk di kursi samping Bian...
"Aku hanya ingin menemui anak ku.." jawab Abi dan mengusap kepala Bian...
Bian menoleh dan saat melihat Abi dia menangis kencang...
"Cup... Cup sayang... Bian kenapa..?" Tanya Reta perlahan sambil menenangkan anaknya...
"Bian akut... Om jahat..." Kata Bian lagi sambil melihat Abi... Reta cukup terkejut dengan jawaban Bian...
Abi, dia menatap dengan tak percaya... Anak sekecil Bian... Yang bahkan belum menginjak usia tiga tahun mengatakan Abi jahat...
Bian bersembunyi dalam pelukan Reta... Dia terlihat sangat takut dengan Abi...
"Sayang, ini papah..." Kata Abi mencoba menyentuh Bian...
__ADS_1
"Huaaa.... Bian akut..." Bian justru menangis semakin kencang saat Abi berusaha menyentuhnya lagi...
Bahkan hingga membuat semua pengunjung minimarket melihat kearahnya... Mereka berbisik dan menatap Abi dengan curiga...
Karena tak mau membuat keributan Reta memilih meninggalkan minimarket itu... Reta bahkan sempat meminta maaf pada para pengunjung lain karena tangisan Bian...
Namun Abi justru mengejar Reta... Dan menghentikannya di tepi jalan...
"Sa, kamu harus kasih tahu dia kalau aku ini papahnya..." Kata Abi memaksa...
"Untuk apa... Dia bahkan takut padamu... Apa kau tak dengar dia tadi bilang apa..." Reta meninggikan suaranya... Dia tak dapat lagi menahan dirinya karena Abi yang terus berusaha memaksanya...
"Gimanapun juga aku papahnya... Dia harus tahu dan mulai terbiasa dengan ku... Karena sebentar lagi kita akan bersama..." Kata Abi dengan lantangnya...
Reta tersenyum tak percaya...
"Kau gila Bi... Aku gak akan pernah balik lagi sama kamu... Dan Bian dia hanya anak ku..." Balas Reta tak kalah keras...
Bian, dia semakin menangis saat melihat wajah Reta yang memerah marah...
Reta bahkan melupakan jika saat ini Bian sedang ada di gendongannya dan menangis ketakutan...
"Sasa..." Teriak Abi dan mengayunkan tangannya...
"Jangan berani menyentuhnya..."
__ADS_1
Ku pejamkan mata ini... Aku begitu takut jika dia benar-benar menyentuh dan menyakiti ku juga anak ku...
Namun yang tak aku sangka dia selalu ada di dekat ku dan menjadi pelindung ku... Rasanya aku begitu bahagia dan tenang... Perasaan inilah yang begitu membuat ku merasa nyaman dan aman saat ada bersamanya...