
Daniel melajukan mobilnya menuju apartemen Reta... Dia merasa jika dia harus mendengarkan alasan yang sebenarnya mengapa Reta mengambil keputusan itu...
Daniel bergegas menuju ke unit apartemen Reta... Di depan pintu itu dia terus membunyikan bel... Namun tak juga ada jawaban...
Daniel yakin jika kini Reta ada di dalam, karena tadi dia sudah pergi ke rumah orang tua Reta lebih dulu untuk mencarinya...
Daniel yang tak kunjung mendapat jawaban pun memilih menelepon security yang ada di bawah... Hingga sang security datang dan memberikan kartu duplikat unit Reta...
Awalnya sang security tak mengijinkan Daniel, namun setelah mengetahui Daniel adalah calon suami Reta, dia langsung memberikannya...
Daniel membuka pintu apartemen Reta dan sangat terkejut melihat tubuh Reta yang terlihat sangat pucat tergeletak di lantai...
"Reta..." Daniel panik bukan main saat mendapati Reta tak sadarkan diri... Dia segera membawa tubuh Reta di gendongannya...
Daniel lalu berjalan dengan segera menuruni setiap anak tangga untuk membawa Reta ke rumah sakit terdekat...
Sesampainya di rumah sakit Daniel mengambil kelas VIP karena Reta di haruskan rawat inap malam itu...
Kata dokter keadaan Reta tidak begitu parah karena Daniel segera membawanya ke rumah sakit...
Daniel duduk di sisi Reta... Menunggunya sambil menggenggam tangannya...
"Ta, kamu kenapa..." Lirih Daniel... Wajahnya terlihat begitu sedih memandang orang yang ia cintai kini tergeletak lemah...
__ADS_1
"Mas...maaf..."
Mata Reta masih terpejam namun mulutnya terus bergumam... Bahkan air mata mulai menetes dari sudut matanya yang sedang terpejam...
Daniel menghapus air mata Reta dengan ibu jarinya... Matanya mulai berkaca-kaca... Entah beban berat apa yang kini tengah di sembunyikan Reta sehingga dia sampai menggumamkan kata maaf terus menerus...
Matahari mulai terbit, Daniel bahkan tak menutup matanya semalaman... Ponsel Daniel berdering... Telepon dari Boby sekretaris pribadi yang juga sahabat Daniel...
"Halo Bob... Kenapa...?"
"Serius Lo..? Oke gue kesana.."
Daniel menyudahi panggilannya... Dia sedikit ragu untuk meninggalkan Reta sendiri, namun masalah ini sangat penting baginya...
Setelah kepergian Daniel, tak lama Reta sadar... Suster segera memanggil dokter untuk memeriksa keadaannya...
Reta di nyatakan baik-baik saja... Reta menatap ponselnya dengan tersenyum...
Hatinya terasa lega saat mendapatkan kabar dari mbak Dina dan Yuni yang mengatakan jika pelaku pembakaran pabrik papah Daniel telah di temukan...
Bahkan orang yang tanpa sengaja mencampur bahan berbahaya ke dalam krim kecantikan milik perusahaan Daniel pun telah tertangkap...
Siang harinya dokter kembali memeriksa Reta, dia di ijinkan pulang... Reta segera bersiap pergi saat suster melepaskan infusnya...
__ADS_1
Meskipun dengan perlahan Reta berusaha pergi dari sana setelah membayar biaya administrasinya... Reta tak mau jika Daniel bertemu dengannya lagi... Dia takut Daniel akan mengalami kesialan lagi jika berdekatan dengannya...
Reta menaiki taksi dari depan rumah sakit... Sedangkan mobil Daniel baru saja memasuki area parkir rumah sakit...
Daniel segera berlari menuju ke kamar Reta, dia sangat khawatir jika sampai Reta belum sadar juga...
"Suster, dimana pasien yang menempati kamar ini..?"
"Maaf pak, pasien baru saja meninggalkan rumah sakit pak karena sudah di perbolehkan pulang.." dengan segera Daniel mencari Reta di sekeliling rumah sakit...
Berharap masih bisa menemukannya di sana... Namun saat tahu jika Reta mungkin sudah perjalanan kembali ke apartemennya Daniel segera menyusulnya...
"Ta, kenapa kamu pergi tanpa ketemu aku.." Daniel mencengkram setir mobilnya... Dia merasa frustasi saat Reta bahkan tak mau mengangkat teleponnya...
Maafkan jika mungkin diriku begitu melukai hati dan perasaan mu... Namun ketahuilah jika aku sangat mencintaimu...
Aku bahkan begitu sangat membutuhkan dirimu untuk ada di sisi dan hari-hari ku.... tapi kenapa kau justru menghindari ku kini...
Ketahuilah aku hanya melakukan cara ku sebisa mungkin agar dapat membuat mu tetap baik-baik saja... Aku tak mau jika kau menderita dan terluka karena ku...
Tapi apa kau tak mengetahui juga bila kau adalah sumber kebahagiaan ku... Lalu bagaimana aku tak terluka... Bagaimana aku bisa merasakan bahagia apabila kau pergi dariku....
Apakah sesulit itu untuk menghadapi semuanya secara bersama-sama... Apa tak mungkin jika kita berjuang bersama demi kebahagiaan kita...
__ADS_1
Mengapa justru kita saling melukai dan menyakiti dengan berada jauh dari rasa cinta ini.... Apa kau tak percaya pada keajaiban dan ketulusan cinta....