
Keesokkan harinya Daniel datang mengunjungi Bian... Daniel membawakan makanan kesukaan Bian juga beberapa mainan...
"Duh kenapa mas repot-repot beli semua itu... Harusnya gak usah mas.. Bian kan juga udah..."
"Sssttt.. kamu tuh yaa bawel banget" kata Daniel sambil menaruh telunjuknya pada bibir Reta...
"Isshh ya udah terserah mas aja.." kata Reta lalu memilih meninggalkan Daniel dan Bian yang sedang bermain...
"Om baik... Bian mau main ke taman.." kata Bian dengan antusias... Daniel pun tersenyum dan mengangguk...
"Siap kapten... Tapi Bian harus janji yaa gak bakal ngerepotin ibuk.." kata Daniel dan tersenyum.. Bian mengangguk dengan tersenyum lebar...
"Ibuk ayo main ke taman.." kata Bian dengan penuh semangat... Reta pun hanya menurut saja mengikuti kemauan Bian...
Saat ini mereka bertiga sedang ada di taman kecil dekat apartemen Reta... Tidak begitu ramai namun ada beberapa keluarga yang sedang menikmati akhir pekan juga disana...
"Ibuk Bian mau es klim.." kata Bian dengan menunjukkan puppy eyes nya... Reta pun tertawa geli melihat tingkah menggemaskan Bian...
Reta lalu pergi ke penjual es krim di dekat taman itu dan membeli 3 es krim coklat...
"Wah lagi liburan sama anaknya yaa mbak.." ramah sang penjual es krim..
Reta mengangguk sambil tersenyum...
__ADS_1
"Iya pak.. itu anak saya disana.." tunjuk Reta pada Bian juga Daniel yang sedang asyik bercanda...
"Wah anaknya ganteng kaya papahnya yaa mbak.. cocok banget yaa.. mbak nya cantik terus suaminya ganteng... Anaknya ikut ganteng juga.." kata penjual es krim itu sambil tersenyum ramah...
Namun Reta malah terlihat sedih..
"Semoga mbak dan suami selalu diberkati yaa.. supaya bisa jadi keluarga bahagia seperti sekarang terus.." kata sang penjual es krim yang lalu memberikan bonus 1 cup es krim untuk Reta karena menyangka Reta juga Daniel adalah pasangan muda dan berbahagia...
"Ini Bian.." Reta menyerahkan 1 cup es krim coklat yang langsung diterima dan di makannya dengan lahap...
"Kamu kenapa sedih.?" Tanya Daniel pada Reta yang duduk terdiam dan memandangi es krimnya...
"Ahh gapapa mas.." kata Reta dengan mencoba tersenyum...
"Saya tau kamu lagi sedih... Gak perlu di tutupi... Kalau kamu butuh teman cerita saya siap dengerin.." Daniel tersenyum dengan tulus yang membuat Reta tanpa sadar menceritakan apa yang penjual es krim tadi katakan padanya..
"Bukan gitu mas... Aku cuma ngerasa apa aku pantas buat bahagia dan hidup normal kaya semua pasangan itu.." lirih Reta yang lalu tertunduk dan menangis...
Daniel menenangkan Reta...
"Jangan nangis.. nanti Bian ikut nangis... Kita pulang dulu yuk.. Bian kayanya ngantuk..." Daniel lalu mengajak Reta dan Bian kembali ke apartemen...
Benar saja sesampainya di apartemen Bian sudah tertidur lelap.. dan Reta saat ini dia sedang duduk di depan televisi merenungi perkataan penjual es krim tadi...
__ADS_1
"Sekarang kamu bisa cerita semuanya ke aku.." Kata Daniel yang duduk di sebelah Reta saat ini...
"Aku cuma bingung aja mas... Kenapa aku gak bisa punya kehidupan normal seperti keluarga diluar sana... Punya keluarga yang lengkap dan bahagia.." Reta mulai tertunduk dan menangis...
Daniel mendekat kearah Reta dan memeluknya...
"Memangnya kamu gak bahagia..?" Tanya Daniel perlahan... Reta menggeleng...
"Bukannya gak bahagia mas... Aku bahagia karena meskipun nasib aku buruk tapi aku punya Bian yang membuat hidupku lebih indah... selain itu aku juga punya ayah sama ibuk yang masih mau Nerima aku sebagai anaknya.." lirih Reta dalam tangisnya...
"Apa kamu gak keberatan cerita ke aku gimana ceritanya tentang kehadiran Bian dalam hidup kamu..?" Tanya Daniel tanpa ragu... Dia benar-benar ingin tau kenapa Reta bisa mempunyai Bian di umurnya yang semuda itu... Bahkan kenapa Reta tak pernah mengekspose keberadaan Bian...
Akhirnya Reta pun mulai bercerita...
"Kejadian itu terjadi waktu aku umur 18 tahun... 3 tahun yang lalu setelah aku lulus SMA... Itu semua terjadi karena...."
Setelah menceritakan kejadian yang entah harus di bilang baik atau buruk itu... Reta mulai terdiam dan tak terisak lagi... Daniel masih setia mengelus lengan Reta dengan lembut agar dapat memberinya ketenangan...
"Lebih baik kamu lupain semua hal buruk yang dulu terjadi... Kamu wanita hebat dan kuat... Aku yakin Bian bangga punya ibu seperti kamu.." kata Daniel yang mengelus rambut Reta dengan penuh sayang...
Reta kemudian membenarkan posisi duduknya dan sedikit merasa tak enak pada Daniel...
"Maaf ya mas.. kamu malah harus dengerin aib ku.." kata Reta dengan malu...
__ADS_1
"Sssttt.. udah.. mulai sekarang kamu lupain semua itu yaa.. kalau suatu saat nanti kamu udah siap buka hati kamu lagi... Aku harap kamu akan melihat aku.." kata Daniel yang lalu mengambil tangan Reta dan mengecupnya dengan penuh ketulusan...
Reta terkesima dengan perlakuan lembut Daniel... Dan Reta baru sadar saat ini jika laki-laki di hadapannya ini adalah orang yang sangat baik sekaligus tampan...