CRAZY RICH BOSS

CRAZY RICH BOSS
Pilihlah


__ADS_3

Rian pun melihat kearah Yuni dan Dina yang tengah memberikan hand piece mereka pada Reta...


Akhirnya Yuni menceritakan kejadian siang ini... Rian justru geleng-geleng kepala...


"Kayanya Lo emang punya daya pikat deh Ta... Sampai semua cowok yang udah jatuh hati sama Lo pasti susah move on.." celetuk Rian...


"Termasuk Lo kan.." sambar mbak Dina yang membuat Rian jadi salah tingkah...


Reta mengabaikan omongan mereka... Reta lebih fokus bagaimana cara dia menghindari kedua orang itu...


Beberapa hari setelahnya Reta mulai terbiasa dengan gangguan dari kedua orang itu... Seperti saat makan siang mereka berlomba menunjukkan perhatiannya pada Reta hingga membuat Reta tak jadi makan...


Mereka selalu masuk ke dalam kantor bersamaan dengan Reta meskipun mobil mereka sudah terparkir sejak pagi... Ataupun mereka yang datang ke ruangan marketing dengan berbagai macam alasan...


Reta berusaha mengabaikannya dan memilih untuk fokus pada perencanaan penjualan produk berikutnya...


Pak Bima pun di buat kesulitan karena kedua bos itu yang terlalu sering mengunjungi ruangan marketing hingga dia tak dapat membawa Reta dalam rapat-rapat bersama bagian lainnya...


Dia hanya mengajak Reta dalam rapat intern divisi atau rapat yang sangat penting... Sisanya ia akan mengajak karyawan yang lainnya...


"Ta, sebenarnya siapa sih yang masih Lo suka..?" Tanya mbak Dina siang itu...


Saat ini mereka berada pantry... Ketiga wanita itu memilih tidak turun ke kantin siang ini karena mereka kasihan pada Reta yang tak bisa makan dengan baik... Tentu saja karena alasan yang sudah pasti tak perlu di ceritakan lagi...


"Gue...." Reta menggantungkan ucapannya...


"Din, gak perlu Lo tanya harusnya Lo udah tau juga kan... Dari sikap Reta selama ini bukannya jelas kalau pak Niel tetap jadi satu-satunya..." Balas Yuni dengan cepat dan tepat...


"Jadi Lo gak punya perasaan apapun buat pak Abi..?" Tanya Dina lagi...

__ADS_1


Reta menghela nafasnya...


"Mbak, bagi gue dia cuma masa lalu... Dia cuma goresan luka dalam hidup gue..." Terang Reta lagi...


"Terus kalau emang gitu kenapa Lo gak balikan sama pak Niel..?" Kali mbak Yuni menanyakannya...


"Gue takut mbak... Gue takut pak Daniel bakal kena masalah lagi kalau gue balik sama dia... Gue masih terus kepikiran mbak tentang musibah waktu itu... Gue takut kalau gue emang bawa sial buat dia..." Reta tertunduk... Matanya terasa mulai memanas...


Dia masih mencintai Daniel... Sangat mencintainya... Namun dia terlalu takut kembali karena dia masih meragukan dirinya sendiri...


Tanpa mereka bertiga sadari ada seseorang yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan mereka..


"Eh, gue ambil makannya dulu yaa.. udah nyampe di lobby nih.." pamit Dina dan pergi keluar pantry...


Di saat Dina sudah masuk ke lift untuk turun laki-laki itu berjalan kearah lain...


Hari sudah semakin sore semua teman-teman Reta sudah pulang... Menyisakan Reta dan pak Bima yang sedang rapat dengan Daniel juga para Kabag...


"Katakan padaku, apa yang harus ku lakukan agar kau mau kembali padaku..?" Suara itu mampu mengejutkan Reta dan membuatnya berhenti bekerja...


Reta menoleh ke belakang dan mendapati Abi yang tengah berdiri menatapnya...


"Untuk apa bapak kemari... Jika bukan masalah pekerjaan silakan pergi..." Tukas Reta... Dia berusaha merapikan lembar kerjanya... Dia merasa cukup takut karena suasana sedang sangat sepi di lantai tempatnya bekerja... Hanya tinggal dia seorang juga yang ada disana... Para Kabag juga sedang rapat dengan Daniel di lantai bawah...


"Sa, jangan berpura-pura lagi... Ini sudah bukan jam kerja... Jadi mari kita bicara..." Kata Abi dan berjalan mendekat kearah Reta...


Reta segera berdiri dan memegangi tasnya erat...


"Maaf pak, saya sudah selesai bekerja... Permisi.." kata Reta dan hendak keluar ruangan... Namun Abi mencegahnya...

__ADS_1


"Sa, kau tak bisa terus menghindari ku... Apa yang harus ku lakukan agar kau kembali padaku... Apa aku harus benar-benar menghancurkan Daniel dan keluarganya..?" Kata Abi lagi dengan sebuah seringai di wajahnya...


"A-apa maksud mu..?" Tanya Reta dengan terbata... Wajah Reta berubah lebih pucat... Dia merasa sedikit takut dengan ekspresi Abi saat ini...


Abi berjalan mendekati Reta semakin dekat hingga membuat punggung Reta membentur tembok... Yang tentu jelas saja Reta tak dapat lari kemanapun lagi...


Abi tersenyum sangat menakutkan... Reta berusaha menahan rasa takutnya... Tangannya berusaha mencari benda yang dapat ia gunakan untuk melawan jika Abi sampai berbuat macam-macam padanya...


Namun saat itu juga tangan Abi menggenggam kedua tangan Reta yang membuat Reta sangat terkejut...


"Jangan macam-macam... Ini di kantor Daniel..." Reta berusaha menggertak Abi...


"Tenanglah Sa, aku tak akan menyakitimu... Aku bahkan sangat mencintaimu... Kau tahu itu..."


Abi mendekatkan bibirnya kearah telinga Reta... Tubu Reta terasa dingin... Dia mulai ketakutan dengan sosok Abi yang sekarang...


Abi membisikkan sesuatu pada Reta yang membuat wajah Reta memerah padam...


"Bajingan kamu..." Sentak Reta sambil mendorong Abi... Abi tersenyum tanpa rasa bersalah sedikitpun...


"Jadi semua pilihan ada di tangan mu Sa... Apa kamu ingin melihatnya lebih menderita atau tetap baik-baik saja..."


"Apa saat ini kau berusaha mengancam ku.." jawab Reta dengan wajah yang di penuhi amarah...


"Aku tidak mengancam mu Sa, aku hanya memberikan pilihan ke pada mu... Kau tahu bukan aku tidak pernah main-main dengan perkataan ku.." Abi tersenyum lalu mengusap kepala Reta...


"Pikirkan baik-baik... Sekarang pulanglah... Hari sudah terlalu malam... Atau mau ku antar..." Tawar Abi dengan ramahnya...


Reta berdecih dan segera mengambil tasnya... Dia lalu pergi meninggalkan Abi yang tersenyum menang...

__ADS_1


"Aku tahu kau akan melakukan yang aku mau Sa... Aku tahu sedari dulu kelemahan mu hanya satu..." Abi pergi meninggalkan ruangan marketing dengan bersenandung kecil....


Dia terlihat begitu bahagia malam itu...


__ADS_2