
"Awalnya bapak tak mengira jika Abi adalah anak Maria... Karena sejak saat berpisah dengan Maria bapak tak pernah lagi tahu kabarnya ataupun anak yang di lahirkannya..."
"Namun saat setelah kamu hamil anak Abi, bapak mencari tahu siapa orang tuanya... Bapak sangat terkejut akan hal itu... Hingga akhirnya bapak dan ibu sepakat untuk tak meminta pertanggungjawaban Abi karena kami tahu jika Maria tak akan pernah mengijinkannya..."
"Itu juga alasan kami mengirim mu ke rumah nenek buyut mu... Sebenarnya Abi mencari mu ke rumah setelah kepergian mu, namun kami yang tak mau kamu semakin terluka mengatakan pada Abi jika kamu telah pergi..."
"Kami juga yang membuat surat palsu agar Abi tak terus mencari mu... Hingga akhirnya kami dengar Abi pergi dari negara ini... Kami pun menyambut kedatangan mu kembali dengan cucu kami..."
"Ya, kami memang bersalah, bapak tahu itu... Namun itu semua lebih baik dari pada kamu hidup bersama dengan Abi dan wanita jahat itu... Kami lebih takut jika dia akan menyakitimu..."
Reta berdiri dari duduknya begitu mendengar cerita dari bapaknya...
Dia melihat dengan tak percaya kearah keluarganya, ternyata selama ini keluarganya sendirilah yang telah membuatnya terpuruk...
"Lalu kenapa saat pertemuan keluarga itu bapak, ibuk dan Tante seperti orang yang baru kenal..?" Tanya Reta lagi...
"Kami sepakat menyembunyikan masa lalu itu dari kamu, Daniel dan juga Abi Ta... Kami tak mau kalian tahu kebenaran yang hanya akan membuka luka lama diantara kedua keluarga..." Jawab Rina menjelaskan...
__ADS_1
"Lalu mas Daniel, apa kamu juga tahu semua ini...?" Tanya Reta dengan air matanya yang berderai...
"Awalnya aku tak mengetahui apapun Ta... Namun saat papah jatuh sakit itu, papah menceritakan semuanya pada ku... Karena papah takut tak dapat menceritakan kebenaran sebelum beliau pergi..." Lirih Daniel...
Mendadak kepala Reta terasa sangat sakit... Dia memegangi kepalanya yang terasa seperti di tusuk...
"Ta, kamu gapapa..?" Tanya Daniel khawatir... Reta melepaskan tangan Daniel yang berusaha menyentuhnya...
"Aku ingin sendiri..." Kata Reta dan berjalan kearah luar rumah... Daniel berpamitan dan mengikuti Reta karena takut terjadi apa-apa padanya...
Mereka semua merasa sama-sama bersalah untuk apa yang telah dialami oleh anak-anaknya...
"Mas aku takut kalau Reta akan membenci kita.." lirih ibu Reta dengan tangisnya...
Yuda berusaha menenangkan istrinya...
"Hana, Daniel akan berusaha memberi pengertian pada Reta... Kamu tenang saja... Awalnya Daniel juga marah padaku dan mas Hendro karena semua fakta itu... Tapi akhirnya dia berusaha mengerti setelah kami menjelaskannya lagi.." kata Rina berusaha meyakinkan..
__ADS_1
Reta terus berjalan dengan derai air mata dan tatapan kosongnya... Kini dia tak tahu siapa yang salah dan siapa yang harus di salahkan...
Satu sisi dia merasa bersalah pada Abi karena tak mempercayai perkataannya... Reta tak pernah percaya jika Abi mencarinya... Bahkan Reta juga telah mengira jika Abi mengarang cerita untuk yang terjadi selama ini...
Namun di sisi lainnya Reta memahami maksud orang tuanya yang takut jika hidup Reta akan dalam bahaya kalau sampai hidup bersama perempuan yang membenci keluarganya..
Reta terduduk di tepi jalanan yang sepi dan dingin itu... Dia menangis menumpahkan semua rasa sakitnya...
Dia merasa bersalah karena telah sangat membenci Abi yang juga adalah korban... Namun dia juga tak dapat memaafkan Abi yang kini telah melakukan banyak kejahatan pada Reta juga Daniel...
Reta tertunduk menangis tersedu mengeluarkan rasa sesak di dadanya... Daniel hanya mampu melihat Reta dan membiarkannya menuangkan semua tangisnya... Daniel ingin Reta merasa lebih lega setelah menumpahkan seluruh air matanya...
Seperti sebuah mimpi buruk... Dalam sehari semuanya terasa begitu tak masuk akal... Bagaimana bisa semuanya jadi seperti ini...
Bagaimana mungkin semuanya jadi begini... Semua kebenaran yang ada justru menimbulkan sebuah keraguan... Membangkitkan sebuah perasaan yang awalnya sudah tak mungkin lagi kembali...
Bagaimana bisa semuanya terjadi secara tiba-tiba seperti sebuah mimpi yang menyebabkan rasa penyesalan juga rasa sakit yang begitu memukul perasaan dan kenyataan...
__ADS_1