CRAZY RICH BOSS

CRAZY RICH BOSS
Dimulai


__ADS_3

Reta menyiapkan dirinya pagi ini... Dia sudah menetapkan hatinya... Dia harus bisa melalui semuanya...


Reta berjalan dengan tubuh tegap dan pandangan yakin... Dia melangkahkan kakinya memasuki sebuah gedung yang selama ini jadi rumah kedua baginya...


Semua orang yang ada di lobby terkejut saat melihat sosok Reta yang berada berdiri di depan pintu dengan pakaian kerjanya lengkap...


Bahkan kali ini aura yang di pancarkan Reta terlihat berbeda...


Nadia yang melihat Reta segera menghampirinya...


"Ngapain Lo disini..? Lo kan udah di pecat..." Kata Nadia dengan tatapan tak sukanya...


"Gue gak pernah di pecat.." jawab Reta lantang...


"Lagian Lo siapa sih.? CEO nya aja minta Reta balik kerja lagi... Kenapa Lo yang sewot..." Kata mbak Dina yang datang dari arah belakang Reta...


"Atau jangan-jangan Lo iri yaa karena Reta berhasil jadi wanita yang kuat sedangkan Lo cuma jadi benalu yang bisanya ngomongin orang..." Kata mbak Yuni lagi yang datang dari belakang Reta...


Reta bahkan tak menyangka jika mbak Yuni dan Dina akan mengatakan hal seperti itu pada Nadia...


Karena mereka berdua bukanlah orang yang suka speak up atas permasalahan orang lain...


"Lo lihat aja... Lo pasti bakal di pecat dari sini..." Kata Nadia lalu pergi meninggalkan mereka bertiga...


"Mbak Dina... Mbak Yuni... Makasih yaa.." Reta memeluk keduanya dan tersenyum...


"Tenang Ta, gue emang udah Gedeg sama Nadia... Dia sok-sokan banget cuma gegara kenal sama saudara ibunya pak Niel..." Jawab mbak Yuni...

__ADS_1


"Apa lagi gue Gedeg banget sama dia yang banyak muka masih aja cari muka..." Kata mbak Dina menambahi...


Mereka lalu tertawa dan berjalan masuk menuju ruangan divisi marketing...


Beberapa karyawan kini menatap takjub pada ketiga perempuan itu... Meskipun tak sedikit dari mereka yang terlihat tak suka juga...


"Welcome back to home.." kata Ryan menyalami Reta lagi... Bahkan pak Bima pun ikut menyambut Reta lagi...


Meskipun mereka semua ikut sedih atas gagalnya pernikahan Reta dan pak Niel... Namun mereka senang karena Reta tak benar-benar meninggalkan pekerjaannya...


Daniel tersenyum senang saat mengetahui Reta mau kembali bekerja lagi... Padahal Daniel bahkan telah menyiapkan berbagai surat dan pasal-pasal yang akan memberatkan Reta jika dia tak mau kembali bekerja...


Daniel merasa cukup lega kini... Namun ada satu hal lagi yang harus dia urus...


Daniel menelepon Boby agar memanggil seseorang ke ruangannya...


"Masuk..." Kata Daniel... Begitu wanita itu masuk Daniel melihatnya dengan tatapan dingin dan menakutkan...


"Kamu cuma staff accounting di sini... Jangan coba-coba mencampuri kehidupan saya..."


"Ta-tapi pak, saya hanya tidak mau bapak terkena sial kalau-"


"Memangnya kamu tahu apa.. saya tahu jika kamulah yang bekerjasama dengan Abi untuk menyebarkan fitnah tentang Reta hingga di dengar oleh mamah saya..." Tukas Daniel dengan suara yang dalam...


Nadia mengerjapkan matanya... Kini wajahnya mulai tertunduk...


"Saya iri dengan Reta... Kenapa setiap laki-laki yang saya suka selalu menyukainya... Dulu Abi, sekarang kamu..."

__ADS_1


"Aku bahkan masih gadis... Sedangkan dia hanyalah perempuan hina yang punya anak di luar nikah..."


"Nadia..." Daniel menggebrak mejanya hingga berdiri dan menatap tajam kearahnya...


"Lebih baik kamu segera berikan surat pengunduran diri..." Kata Daniel lagi...


"Tapi apa salah saya pak... Saya-"


"Jika kamu tidak mengundurkan diri maka saya akan membawa kasus penggelapan dana perusahaan yang kamu lakukan ke ranah hukum..." Badan Nadia membeku... Dia benar-benar tak menyangka jika Daniel telah mengetahui masalah itu... Padahal dia sudah berusaha melakukannya dengan rapi...


"Ta-tapi pak..."


"Saya beri waktu kamu tiga hari... Sekarang silakan keluar dari ruangan saya..." Kata Daniel ketus...


Nadia segera pergi dari sana dengan rasa malu dan marah...


"Sialan... Semuanya gara-gara Reta... Gue gak akan biarin dia bahagia.." Gumam Nadia seraya kembali ke ruangannya...


Reta kembali bekerja seperti biasanya... Bahkan performanya semakin baik...


Siang itu saat jam makan siang Daniel menghampiri Reta yang baru akan ke kantin kantor bersama yang lainnya...


Daniel membawa Reta ke roof top untuk berbicara empat mata dengannya...


"Maaf, tapi hal penting apa yang ingin bapak bicarakan dengan saya...?" Tanya Reta begitu mereka berdua ada diatas...


"Ta, mengenai hubungan kita... Tak bisakah kita mempertahankannya..?"

__ADS_1


__ADS_2