
Reta hanya diam... Tanpa mampu menjawab perkataan mamah Daniel yang terus menyerangnya...
"Daniel... Putuskan hubungan mu dengannya... Batalkan pernikahan kalian... Sebelum kamu menyesal nantinya.. " tukas mamah Daniel...
"Ta... Jawab jangan diam aja... Aku tahu kamu gak seperti itukan.." Reta masih diam... Dia masih berkelut dengan pikirannya...
"Maaf..."
"Maaf... Mas..." Lirih Reta yang di dengar oleh Daniel juga mamahnya...
"Ta, apa maksud kamu maaf... Aku tahu dia pasti maksa kamu kan.." kata Daniel menyanggah...
"Daniel sadar... Dia itu sudah mengkhianati kamu... Dia mau ninggalin kamu karena kamu sekarang sedang di terpa masalah..." Kata mamah Daniel lagi...
"Enggak mah... Aku tahu Reta gak kaya gitu..." Jawab Daniel...
"Ta, aku mohon jelasin ke mamah... Itu gak bener kan.." kata Daniel lagi...
Reta perlahan melepaskan cincin yang melingkar di jari manisnya... Dia memberikan cincin itu pada Daniel...
"Maaf mas... Aku gak bisa lanjutkan hubungan kita lagi... Aku mau kita mengakhiri semuanya disini... Aku gak bisa nikah sama kamu..." Kata Reta dengan menahan air matanya...
"Reta... Kamu apa-apaan sih... Jangan bercanda... Gak lucu bercanda kamu itu.." jawab Daniel dengan wajah gelisah...
__ADS_1
Reta menunduk dan menggelengkan kepalanya...
"Daniel lihat kan kamu sekarang... Itu sifat aslinya... Dia bahkan ninggalin kamu kan... Dasar perempuan ular..." Maki mamah Daniel...
"Permisi..." Reta pamit dan akan keluar ruangan... Namun Daniel memegangi tangannya... Dia mencegah Reta keluar...
Dengan satu hentakan dia memutar tubuh Reta dan memegangi kedua lengannya... Matanya tertuju pada Reta dengan tajam...
"Ta kenapa kamu lakuin ini..? Apa karena Abi..? Atau karena aku lagi dalam masalah.. Bukannya kamu bilang kalau semua masalah selalu ada penyelesaiannya... Lalu kenapa kamu sekarang lakukan ini..." Tanya Daniel... Suaranya terdengar dalam dan berat....
"Maaf mas..." Hanya kata maaf yang terus saja terlontar dari bibir Reta... Reta tak memberikan alasan apapun atas keputusannya menyudahi hubungan mereka...
"Daniel lepaskan dia... Biarkan dia pergi dari kehidupan kita... Dia bukan wanita yang baik buat kamu... Dan kamu wanita murahan... Pergi dari sini... Jangan pernah kembali lagi..." Mamah Daniel mengusir Reta agar segera pergi...
Reta melepaskan cengkraman tangan Daniel dan segera keluar dari ruangan itu... Menyisakan Daniel yang menatap kosong kearah pintu keluar...
Reta berjalan keluar menuruni tangga darurat... Dia terus berjalan dan mengabaikan beberapa orang yang berpapasan dengannya...
"Berhenti..." Teriak Nadia saat Reta akan keluar dari pintu lobby... Reta berhenti dan menghadap ke belakang...
"Bawa tuh barang-barang Lo... Jangan sampai ninggalin sial buat yang lainnya.." Nadia melemparkan kardus yang berisi barang-barang di meja kerja Reta...
Reta mengambilnya dan berjalan menuju motornya... Dia mendorong motornya yang mogok sambil terisak...
__ADS_1
Sedangkan Nadia melihatnya dengan senang... Beberapa orang menatap iba kearah Reta... Namun mereka terlanjur termakan oleh berita dan foto yang tersebar di forum kantor saat ini...
Reta berjalan terus dengan mendorong motornya... Dia tak memperdulikan tatapan heran dari orang-orang yang berlalu lalang...
Namun sepertinya langit pun tahu apa yang di rasakannya kini... Langit justru menjatuhkan hujan yang teramat deras... Bahkan langit terlihat sangat gelap... Hujan disertai angin yang membuat siapapun memilih berteduh dari pada menerjangnya..
Tapi tidak untuk hati yang sedang terluka... Hati yang tengah tercabik dengan banyaknya goresan luka...
Reta terus berjalan mendorong motornya hingga berhenti di taman dekat apartemennya... Tempat pertama kali dia bertemu dengan Daniel...
Reta terduduk lemas, tangisnya pecah di bawah guyuran hujan... Dia bahkan terisak dan memukul dadanya yang terasa sesak...
Apakah keputusannya menyudahi hubungannya dengan Daniel adalah hal yang tepat... Ataukah itu justru akan semakin buruk untuk mereka...
"Aku sudah berhasil melakukannya... Sekarang saatnya kamu menepati apa yang kamu katakan.." kata sebuah suara lalu menutup teleponnya...
Perempuan penerima telepon itu tersenyum misterius... Dia lalu memandangi foto seorang laki-laki dan seorang anak perempuan yang ada di gendongan laki-laki itu...
Begitu menyenangkan ternyata saat kini bisa melihat hidupnya hancur... Mungkin aku gagal menghancurkan kehidupan mereka dulu... Namun kini semua keberuntungan justru berpihak padaku...
Aku benar-benar menyukainya... Raut wajahnya yang begitu terluka... Tangisannya dan kehancurannya... Aku sangat menyukai semuanya...
Sampai kapanpun aku tak akan membiarkan mereka bisa hidup dengan tenang apa lagi bahagia...
__ADS_1
Karena hidup mereka harus Sam hancurnya dengan perasaan ku... Aku tak bisa memiliki orang yang aku cintai... Aku bahkan menjadi jauh dengan anak kandungku sendiri...
Dan semua itu adalah kesalahan orang-orang itu... Jadi kini akan ku pastikan mereka menanggung semuanya dengan banyaknya air mata dan kehancuran...