
Saat ini Reta dan Daniel sama-sama sedang sangat sibuknya... Selain karena pekerjaan, mereka juga sibuk menangani rencana pernikahan mereka yang tinggal tiga Minggu lagi...
"Reta Lo beneran mau nikah sama pak Niel..?" Tanya Rian... Saat ini mereka sedang duduk di tempat kerjanya sambil berbincang karena saat ini jam sore sebelum mereka pulang...
"Ya iyalah Yan... Udah jelas tiap hari aja mereka berangkat bareng kok sekarang.." kata mbak Yuni menyahuti...
"Udahlah Yan, bukannya Lo bilang kalau sekarang juga cuma mau temenan aja sama Reta.." kata mbak Dina menimpali...
"Iya kan gue cuma mastiin mbak..." Jawab Rian sedikit sewot karena di serang oleh dua seniornya itu...
Reta tersenyum...
"Iya Yan.. besok gue sama pak Niel juga udah fitting baju pengantin..." Jawab Reta jujur...
Rian mengangguk mengerti... Dia kemudian menyalami Reta dan memberikan selamat...
Kemudian mbak Dina dan mbak Yuni pun ikut heboh menanggapi...
Setelah itu Daniel menghampiri Reta yang baru saja keluar dari ruangannya... Reta pulang terakhir karena menunggu Daniel setelah menerima pesan darinya...
"Oh ya ini ada beberapa contoh desain undangan untuk pernikahan kita... Kamu suka yang mana..?" Kata Daniel menunjukkan beberapa desain terbaik yang ada di ponselnya....
Reta melihat ketiga desain undangan itu... Dia cukup bingung karena semuanya terlihat cantik...
Reta tersenyum pada Daniel...
"Aku ikut pilihan mas aja... Karena mas yang pasti lebih punya banyak tamu..." Kata Reta...
"Ta, ini pernikahan kita bukan cuma aku... Aku juga pengen kamu ikut andil dalam segala hal..." Kata Daniel sambil mengelus kepala Reta...
"Mas, aku suka apapun yang mas pilih..." Kata Reta jujur.... Sebenarnya dia tidak tau harus memilih yang mana karena semuanya terlihat indah...
Selain itu juga, Reta takut jika yang dia pilih terlalu sederhana maka nanti akan membuat keluarga Daniel malu...
"Ya udah kalau gitu aku telepon dulu ya biar undangannya bisa segera di cetak..." Kata Daniel dan mulai menelepon..
"Halo iya pak... Saya mau pesan undangan yang nomor tiga yaa..."
__ADS_1
"Iya... Yang ada bunga mawarnya... Tapi saya minta untuk bunga mawarnya nanti terbuat dari emas kuning untuk tangkai dan daunnya lalu emas putih untuk kelopak bunganya.. saya mau untuk warna undangannya sendiri lebih ke warna navy dengan nuansa gold..." kata Daniel mendiskripsikan undangan yang di pilihnya....
Sontak saja hal itu cukup membuat Reta terkejut... Pasalnya bahkan dia tidak pernah memikirkan hal seperti itu sebelumnya...
Usai memesan undangan pernikahan mereka kini giliran Daniel menunjukkan beberapa contoh foto gedung beserta dengan dekorasinya...
"Kamu suka yang mana..?" Tanya Daniel sambil merangkul bahu Reta...
Saat ini mereka sudah berada di mobil Daniel sambil masih terus melihat-lihat dekorasi untuk gedung pernikahannya...
"Mas aku gak tau mesti pilih yang mana... Semuanya terlalu mewah buat ku..." Lirih Reta tanpa sadar...
Daniel yang langsung mengerti pun mencoba memberikan penjelasan pada kekasihnya itu...
"Ta, maaf ya mungkin kamu gak nyaman sama semua ini... Tapi kamu harus mulai terbiasa yaa.. karena saat kita nikah nanti rekan bisnis aku dan papah akan banyak yang hadir... Jadi kita harus bikin yang terbaik..."
"Ini juga cuma satu kali seumur hidup Ta, aku mau kamu benar-benar jadi Ratu.." kata Daniel lagi sambil mengecup punggung tangan Reta...
Reta berusaha tersenyum meskipun sedikit sulit... Namun dia berusaha menghargai usaha dan ketulusan Daniel pada dia juga keluarganya...
Daniel dan Reta sudah sampai di butik milik teman mamah Daniel... Mamah Daniel bahkan sudah menunggu mereka di sana sedari tadi...
"Maaf Tan kami kesorean.." kata Reta yang tak enak hati karena kemarin dia janjian dengan mamah Daniel jam empat sore sudah sampai butik...
Namun terpaksa harus mundur sampai jam lima sore karena pekerjaan Reta yang memang banyak...
"Gapapa Reta... Mamah ngerti kok..." Kata mamah Daniel yang sudah menyebut dirinya mamah pada Reta... Hal itu dia lakukan agar nantinya Reta juga memanggilnya mamah...
Setelah itu mamah Daniel meminta karyawati disana untuk menunjukkan gaun pengantin yang sangat bagus dan cantik untuk di pakai Reta...
Serta setelan tuxedo yang cocok untuk Daniel juga... Tentunya yang senada dengan gaun pengantin Reta...
Karyawati itu membawa mereka bertiga berjalan ke lantai dua dimana disana sudah terjajar gaun-gaun pilihan yang memang sangat cantik...
Reta mengerjapkan matanya beberapa kali... Dia melihat jika semua gaun itu memang sangat indah... Bahkan Reta yakin jika harganya pun pasti ratusan juta...
"Kamu suka yang mana sayang.?" Tanya mamah Daniel sambil menepuk pundak Reta...
__ADS_1
"Eemmm... Tan, apa saya boleh pilih sendiri gaun mana yang akan saya pakai nanti... Meskipun itu gak semewah semua itu.." kata Reta pelan sambil menunjuk deretan gaun-gaun yang telah terjajar...
"Kamu gak suka yaa..? Apa semuanya gak bagus..?" Tanya mamah Daniel lagi... Dia hendak memanggil sang pegawai untuk menunjukkan yang lebih baik... Namun Reta menahannya...
"Tan, saya mau yang ini saja.." kata Reta sambil menunjuk sebuah gaun sederhana namun sangat elegan...
"Wah ternyata pilihan kamu emang berkelas ya... Mamah juga suka sekali sama gaun itu... Simpel tapi sangat indah.." kata mamah Daniel kagum...
Jujur saja sebenarnya Reta hanya tak mau mengenakan pakaian yang terlalu ribet... Dia lebih suka yang sederhana... Namun semua gaun di sana terlihat sangat sulit di kenakan... Dan hanya gaun itu saja yang memang menurutnya simpel dan mudah di gunakan...
"Kamu emang gak berubah.." kata Daniel sambil mengusap kepala Reta...
Usai memilih gaun mereka juga memilih tuxedo yang serasi lalu mencobanya...
Setelah di rasa sangat cocok, mamah Daniel segera membayarnya... Reta cukup terkejut saat Daniel bahkan mengeluarkan black card miliknya untuk membayar semua itu...
Usai semua itu mereka berpisah di parkiran karena mamah Daniel akan bertemu dengan manager hotel dimana tempat mereka memesan makanan untuk pernikahan nanti...
Daniel mengantarkan Reta pulang ke rumah orangtuanya untuk menjemput Bian lalu mengantarnya kembali ke apartemen...
"Mas untuk dekorasi aku minta yang simpel aja... Karena gaun ku juga simpel.. aku gak mau kalau nanti terlalu mencolok yaa mas... Tolong.." lirih Reta saat sebelum turun dari mobil...
Daniel yang mengerti maksudnya pun mengangguk... Setelah Reta masuk ke gedung apartemennya Daniel kembali pulang kerumahnya...
'Halo bro.. gimana kapan Lo balik..?'
'Hahaha gue mau nikah bentar lagi...'
'Tenang bakal gue kenalin kok siapa calon gue... Yang jelas dia adalah wanita hebat...'
'Iya kalau Lo udah balik sini kita atur ntar ketemunya..'
Daniel tersenyum setelah menutup teleponnya... Dia baru saja mendapatkan telepon dari sepupunya yang sudah lama tinggal di negri sebrang...
Ya mereka memang sangat dekat sedari kecil bahkan dulu sepupunya itu sempat bercerita pada Daniel jika dia sangat mencintai seorang wanita...
Namun karena orangtuanya tidak merestui wanita itu menjadi kekasih sepupunya hingga akhirnya orang tuanya mengirim dia ke negri lain...
__ADS_1